Zilu (子路), Nama Asli Zhong You (仲由)
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Tokoh Zilu (子路, nama asli Zhong You 仲由) adalah salah satu murid utama Nabi Kongzi (孔子 / Confucius) yang paling terkenal karena keberanian, ketegasan, dan semangatnya yang tinggi dalam bertindak. Ia sering muncul dalam berbagai bagian Lun Yu (Analek), Zhong Yong, dan Da Xue, terutama ketika pembahasan menyangkut keberanian (勇 yǒng), loyalitas (忠 zhōng), dan pengabdian (義 yì). Berikut penjelasan mendalam tentang sosoknya: Identitas dan Latar Belakang, Nama: 仲由 (Zhong You), bergelar Zilu (子路). Asal: Negeri Bian, wilayah Lu, tempat yang sama dengan Confucius. Umur: Lebih muda sekitar 9 tahun dari Nabi Kongzi. Karakter dasar: Jujur, spontan, gagah berani, dan pekerja keras. Dalam Analek dikatakan: “Zilu berani, namun kadang kurang berhati-hati; Yan Hui bijak, namun sering lembut.” Zilu adalah simbol keberanian “Utara” dalam bab Zhong Yong IX yang Anda kutip. Ia siap mati di medan bahaya tanpa sesal, tetapi kadang emosional dan impulsif. Nabi sering menegur Zilu agar keberaniannya disertai kebijaksanaan (智 zhi) dan kepatutan (禮 li). Contoh dalam Lun Yu XIII:20: “Zilu berani tapi kurang dalam moral; Zengzi berhati lembut tapi teguh dalam moral. Aku lebih memilih Zengzi.” Dengan kata lain, keberanian tanpa moral bisa menjadi nekat. Karena itu, ketika Zilu bertanya tentang keperwiraan dalam Zhong Yong, Nabi justru memaparkan tingkatan keberanian, agar Zilu memahami bahwa berani sejati bukanlah melawan, melainkan bertahan dalam kebenaran dan keselarasan.
Tafsir Zhong Yong Bab IX (Keperwiraan)
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Zilu bertanya hal keperwiraan. Nabi bersabda,” Keperwiraan dari daerah Selatan-kah, keperwiraan dari Utara-kah, atau keperwiraan sejati ?“ Dengan lemah lembut mendidik sesama, tidak membalas perbuatan yang ingkar dari Jalan Suci; itulah keperwiraan dari Selatan yang juga dipegang teguh oleh seorang Junzi.” Rebah dengan tetap mengenakan pakaian perang dan senjata, mati dengan tidak menaruh sesal; itulah keperwiraan dari Utara yang juga dipegang teguh oleh seorang yang gagah berani.” Maka seorang Junzi bersikap harmonis, tidak melanda; betapa perwira ia! Bersikap Tengah dalam pendirian dan tidak goyah, betapa perwira ia ! Negara di dalam Jalan Suci ia tidak mengubah cita-cita, betapa perwira ia! Negara ingkar dari Jalan Suci, sekalipun binasa ia tidak berubah sikap, betapa perwira ia ! (Zhong Yong Bab IX : 1-5, hal 26,27). Makna mendalam Zhong Yong Bab IX:1–5 — tiga wajah “keperwiraan” dan puncaknya pada Junzi. Garis besar: Nabi (Kongzi) membedakan tiga corak keberanian: “Keperwiraan Selatan” (civil courage) — keberanian yang lembut, membina, dan menahan diri. “Keperwiraan Utara” (martial courage) — keberanian fisik yang siap berkorban dalam bahaya. “Keperwiraan sejati” — keberanian moral Junzi: harmonis tanpa menggilas, teguh di Tengah (Zhong), konsisten dalam zaman baik maupun buruk, bahkan hingga berani “membayar” dengan nyawa demi kebenaran. Di bawah ini penjelasan butir-per-butir: 1) Zilu bertanya tentang “keperwiraan” Zilu terkenal berani tapi mudah meledak. Nabi tidak menjawab dengan pujian pada nyali, melainkan mengklasifikasi kualitas keberanian. Artinya: berani itu perlu, tetapi arah dan kadar keberanian harus ditata oleh moralitas dan kebijaksanaan. 2) Tiga kategori: Selatan, Utara, dan “sejati”
Tafsir Zhong Yong Bab VII (Mendekap Tengah Sempurna)
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Ayat Zhong Yong Bab VII:1 ini sangat mendalam dan merupakan refleksi tertinggi dari ajaran Tengah Sempurna (中庸, Zhong Yong) merupakan inti moral, spiritual, dan filosofis dari kehidupan seorang Junzi (君子). Mari kita uraikan maknanya secara mendalam dalam beberapa lapisan: “Negara-negara di dunia dapat dibagi-bagi, kedudukan tinggi dan gaji besar dapat ditolak, mata senjata tajam dapat diinjak-injak, namun hidup dalam Tengah Sempurna belum tentu dapat dilaksanakan.” Secara lahiriah, Nabi menunjukkan bahwa:(1) Ada orang yang berani dan mampu menaklukkan dunia (politik, kekuasaan); (2),Ada yang sanggup menolak kemewahan dan jabatan tinggi (moralitas luhur); (3) Ada pula yang tidak takut pada kematian (keberanian fisik); Namun, menjaga keseimbangan batin, dimana hidup dalam Tengah Sempurna (Zhong Yong) adakah jauh lebih sulit daripada semua itu. Hidup dalam Tengah Sempurna berarti: Tidak berlebih dan tidak kurang dalam segala hal; Menjaga keseimbangan antara perasaan, pikiran, dan tindakan; Selalu selaras dengan prinsip Tian (天, Hukum Langit) tanpa tergelincir oleh emosi, ambisi, atau kepentingan pribadi. Banyak orang bisa ekstrem dalam kebaikan atau keberanian, tetapi sedikit yang bisa tenang dan bijak di tengah dua ekstrim itu. Itulah sebabnya Zhong Yong disebut “Jalan Suci yang sulit dilaksanakan meski diketahui semua orang”. Menolak harta dan jabatan memerlukan keberanian moral. Menginjak mata pedang memerlukan keberanian fisik. Tetapi menaklukkan diri sendiri, emosi, keserakahan, kesombongan, kebencian memerlukan keberanian spiritual yang sejati.
Tafsir Zhong Yong Bab V (Suka Bertanya dan Meneliti) & Bab VI (Jangan Berbangga Pandai)
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc
“Ia suka bertanya dan meneliti kata-kata yang sederhana sekalipun.”Ini menggambarkan kerendahan hati intelektual. Oʻ Raja Shun tidak merasa cukup dengan pengetahuan dan kedudukannya; ia selalu haus akan kebenaran. Ia tidak memandang rendah kata-kata rakyat kecil atau ucapan sederhana, karena ia tahu bahwa hikmat sering tersembunyi di balik hal yang tampak biasa. Dalam ajaran Khonghucu, hal ini menunjukkan sikap Zhong (kesungguhan batin) dan Jing (hormat), yakni kesadaran bahwa belajar dan meneliti kebenaran tidak berhenti pada tingkat sosial atau jabatan. “Yang buruk disembunyikan dan yang baik diluaskan.” Raja Shun tidak menyebarkan aib orang lain, melainkan menonjolkan kebajikan mereka. Ini bukan berarti menutupi kesalahan secara membabi buta, melainkan mengutamakan sisi pembangunan moral daripada penghukuman sosial. Ia menanamkan semangat optimisme moral dan memperluas kebajikan agar rakyat terdorong meniru yang baik, bukan terjebak dalam mencela yang buruk. Inilah De Zheng (kebajikan sebagai dasar pemerintahan). “Dengan mengambil kedua ujung tiap perkara dan menetapkan Tengahnya, ia mengatur rakyat.” Ini inti dari ajaran Zhong Yong (Tengah Sempurna). Shun tidak berpihak pada ekstrem manapun dan tidak pada kerasnya hukum tanpa belas kasih, dan tidak pula pada belas kasih tanpa keadilan. Ia menimbang kedua sisi (dua ujung) suatu perkara, lalu menetapkan titik Tengah Sempurna (中庸 zhōng yōng), yaitu keseimbangan dinamis antara prinsip dan situasi.
Makna Hari 清明 Qingming Bagi Umat Khonghucu
Oleh : Ws.Mulyadi Liang, S.Pd.Ing.,M.Ag.

Inti dari perayaan Qingming adalah pengamalan nyata dari konsep bakti (xiao). Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya dari sabda Nabi Kongzi dalam Lunyu II:5.3, bakti tidak berakhir saat orang tua meninggal, tetapi berlanjut dalam bentuk sembahyang dan ziarah. Qingming adalah momen di mana laku bakti pada fase "sembahyangilah sesuai dengan Kesusilaan (Li)" ini dijalankan dengan penuh khidmat . Ini adalah bukti bahwa hubungan anak dan orang tua bersifat abadi, melampaui batas ruang dan waktu. Berziarah dan bersembahyang kepada leluhur adalah perintah agama sebagai wujud laku bakti, karena tanpa mereka, kita tidak akan ada di dunia ini. Seperti ada pepatah yang mengatakan, seumpama meminum air, jangan melupakan sumbernya; seumpama pohon, jangan melupakan akarnya. Qingming mengajarkan umat untuk selalu ingat dari mana mereka berasal, sehingga tidak menjadi pribadi yang "kering" dan kehilangan arah. Ajaran Nabi Kongzi menekankan bahwa esensi dari persembahan bukanlah pada materi atau makanan yang diberikan, melainkan pada ketulusan hati dan rasa hormat. Dalam Kitab Li Ji ditegaskan bahwa meskipun roh yang meninggal tidak memakan sajian tersebut, persembahan itu adalah dorongan dari ketulusan dan rasa hormat di dalam hati.
Tafsir Zhong Yong BAB III Yang Kurang dan Yang Melampaui
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc
Ayat dari Zhong Yong Bab III ayat 1–2 ini termasuk bagian yang sangat penting dan mendalam dalam filsafat Khonghucu. Mari kita bahas makna terdalamnya langkah demi langkah dengan pandangan moral, intelektual, dan spiritual. 「子曰:道之不行也,我知之矣:知者過之,愚者不及也。道之不明也,我知之矣:賢者過之,不肖者不及也。」 “Nabi bersabda: Adapun sebabnya Jalan Suci (Dao) tidak terlaksana, Aku telah mengetahui: yang pandai melampaui, sedangkan yang bodoh tidak dapat mencapai. Adapun sebabnya Jalan Suci tidak dapat dijelaskan dengan jelas, Aku telah mengetahui: yang bijaksana melampaui, sedang yang tidak tahu tidak dapat mencapai.”「莫不飲食也,鮮能知味也。」“Tiada seorang pun yang tidak makan dan minum, tetapi jarang yang dapat mengetahui rasanya.” Kedua ayat ini mengajarkan tentang ketidakseimbangan dalam memahami dan menjalankan Jalan Suci (道 – Dao). Kebanyakan manusia, baik yang pandai maupun yang bodoh, yang tinggi pengetahuan maupun yang rendah mereka gagal menempuh Jalan Tengah (中庸 – Zhong Yong) karena tidak mampu menjaga keseimbangan antara melampaui dan kekurangan. Orang yang cerdas dan terpelajar sering terlalu menggunakan rasio dan logika, hingga kehilangan kesederhanaan batin. Ia berusaha terlalu jauh mencari hal-hal yang tinggi, melampaui keseharian yang sederhana. Akibatnya, walau tahu banyak, ia tidak mengalami Dao secara hidup. Contoh modern: Orang yang pintar dalam teori moral, tetapi tidak hidup dalam kasih dan kesederhanaan, akan kehilangan makna kebajikan yang sejati.
Tafsir Zhong Yong BAB II Jarang Yang Tengah Sempurna
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Zhong Yong Bab II:1 yang Anda kutip: Nabi bersabda, "Sungguh Sempurna hidup di dalam Tengah Sempurna; sayang sudah lama jarang di antara rakyat yang dapat melaksanakan." Makna “Tengah Sempurna” (中庸 Zhong Yong) “Tengah Sempurna” berarti sikap hidup yang seimbang, tidak condong ke ekstrem kiri maupun kanan. Artinya: Tidak terlalu keras, juga tidak terlalu lunak. Tidak terlalu boros, juga tidak terlalu kikir. Tidak hanya mengejar keuntungan, juga tidak menolak kebutuhan. Itulah jalan tengah yang ideal dimana selalu sesuai dengan “Li” (aturan kosmik dan etika), sehingga tindakan manusia sejalan dengan harmoni semesta. Kenapa disebut “Sungguh Sempurna” Hidup dalam Tengah Sempurna adalah kesempurnaan karena: Ia menciptakan ketenangan batin sekaligus ketertiban sosial. Dengan kata lain, jalan tengah bukan kompromi yang lemah, melainkan keseimbangan aktif yang menuntut kebijaksanaan (智 Zhi) dan keberanian (勇 Yong). Mengapa “jarang” dilakukan Nabi menyesalkan bahwa meskipun semua orang tahu jalan tengah itu indah, sedikit sekali yang mampu menjalaninya. Kebanyakan orang mudah terseret nafsu: amarah, serakah, iri, ambisi berlebihan. Ada yang terjebak ekstrem: terlalu idealis hingga kaku, atau terlalu pragmatis hingga kehilangan nilai. Jalan tengah membutuhkan latihan batin (membina diri, 修身 xiu shen) yang konsisten, bukan hanya pengetahuan di kepala. Relevansi Praktis Dalam keluarga: adil antara kasih sayang dan disiplin. Dalam pekerjaan: seimbang antara pencapaian hasil dan integritas moral. Dalam kepemimpinan: tidak memihak pada kelompok tertentu, melainkan mengutamakan harmoni rakyat.
Tafsir Zhong Yong BAB I (Junzi)
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Uraikan makna Zhong Yong Bab I ayat yang Anda kutip, tentang Junzi (君子, manusia luhur) dan Xiao Ren (小人, manusia rendah budi). Tengah Sempurna (中庸, Zhong Yong) berarti keadaan seimbang, tidak berlebihan dan tidak kekurangan, sesuai dengan hukum kodrati (Dao). Junzi selalu menjaga sikap dan perbuatannya tetap pada jalan tengah: (1) Tidak condong ke ekstrem emosional (marah, tamak, iri).(2) Tidak menyimpang dari moralitas (Ren 仁, Yi 義, Li 禮, Zhi 智, Xin 信).(3) Selalu menimbang baik-buruk, pantas-tidak pantas, sehingga hidupnya selaras dengan prinsip kosmik dan sosial. Dengan kata lain, Junzi hidup dalam "keselarasan", baik dalam hati, ucapan, maupun tindakannya. Xiao Ren tidak memiliki pedoman yang tetap, ia hanya mengikuti nafsu, emosi, atau kepentingan sesaat. Karena tidak segan pada aturan moral atau hukum kosmos, hidupnya cenderung ekstrIm:(1) Jika senang → berlebihan(2) Jika benci → membabi buta (3) Jika untung → serakah(4) Jika rugi → putus asa. Akibatnya, ia “menentang” prinsip keseimbangan yang menjadi dasar tatanan kehidupan. Pesan ayat ini menekankan bahwa: Junzi menjaga harmoni batin dan sosial dengan berpegang pada Tengah Sempurna. Sementara Xiao Ren kehilangan keseimbangan karena tidak mengenal rasa segan dan tidak menghormati tatanan moral. Maka, hidup dalam "Tengah" bukan sekadar moderat, tetapi merupakan jalan moral kosmis yang menjaga keteraturan individu, keluarga, masyarakat, dan negara.
Tafsir Zhong Yong Bab Utama : 5
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Tengah (Zhong) dan Harmonis (He) sebagai dasar keteraturan kosmos. Tengah (Zhong) adalah keadaan batin yang seimbang, lurus, tidak condong ke ekstrem. Harmonis (He) adalah ketika emosi, tindakan, dan relasi dijalankan dengan selaras sesuai Dao. Bila manusia mampu menghidupkan “Zhong” dan “He”, maka ia tidak hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi ikut menjaga keseimbangan kosmos. Jadi, Zhong dan He bukan sekadar etika pribadi, melainkan prinsip universal yang mempengaruhi keteraturan alam semesta. “Kesejahteraan akan meliputi langit dan bumi”. Maksudnya, bila manusia hidup dengan keseimbangan dan harmoni, maka seluruh tatanan kehidupan, sosial, politik, dan alam akan berjalan damai. Langit (Tian) sebagai hukum kosmik, dan bumi (Di) sebagai tempat manusia hidup, akan menyatu dalam keseimbangan. Dengan kata lain, keteraturan batin manusia berpengaruh pada keteraturan dunia luar. Segenap makhluk dan benda terpelihara. Bila keseimbangan batin (Zhong) dan harmoni sosial (He) terwujud, maka kehidupan semua makhluk termasuk manusia, hewan, tumbuhan, bahkan benda mati akan berada dalam keteraturan dan terpelihara. Ini adalah visi ekologis dan kosmis dari ajaran Ru (Konfusianisme): keseimbangan batin manusia memantul menjadi keseimbangan alam. Inilah gagasan besar: dari satu hati yang lurus lahirlah kesejahteraan semesta (Ongky, Konsep Tian Di Ren dan 8 Pengakuan Iman, 7 November 2024, www.spocjournal.com) (Ongky, Tian Di Ren dan Landasan Keimanan Khonghucu, 18 March 2023, www.spocjournal.com).






















































