Tafsir Zhong Yong BAB III Yang Kurang dan Yang Melampaui
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc
Ayat dari Zhong Yong Bab III ayat 1–2 ini termasuk bagian yang sangat penting dan mendalam dalam filsafat Khonghucu. Mari kita bahas makna terdalamnya langkah demi langkah dengan pandangan moral, intelektual, dan spiritual. 「子曰:道之不行也,我知之矣:知者過之,愚者不及也。道之不明也,我知之矣:賢者過之,不肖者不及也。」 “Nabi bersabda: Adapun sebabnya Jalan Suci (Dao) tidak terlaksana, Aku telah mengetahui: yang pandai melampaui, sedangkan yang bodoh tidak dapat mencapai. Adapun sebabnya Jalan Suci tidak dapat dijelaskan dengan jelas, Aku telah mengetahui: yang bijaksana melampaui, sedang yang tidak tahu tidak dapat mencapai.”「莫不飲食也,鮮能知味也。」“Tiada seorang pun yang tidak makan dan minum, tetapi jarang yang dapat mengetahui rasanya.” Kedua ayat ini mengajarkan tentang ketidakseimbangan dalam memahami dan menjalankan Jalan Suci (道 – Dao). Kebanyakan manusia, baik yang pandai maupun yang bodoh, yang tinggi pengetahuan maupun yang rendah mereka gagal menempuh Jalan Tengah (中庸 – Zhong Yong) karena tidak mampu menjaga keseimbangan antara melampaui dan kekurangan. Orang yang cerdas dan terpelajar sering terlalu menggunakan rasio dan logika, hingga kehilangan kesederhanaan batin. Ia berusaha terlalu jauh mencari hal-hal yang tinggi, melampaui keseharian yang sederhana. Akibatnya, walau tahu banyak, ia tidak mengalami Dao secara hidup. Contoh modern: Orang yang pintar dalam teori moral, tetapi tidak hidup dalam kasih dan kesederhanaan, akan kehilangan makna kebajikan yang sejati.
Tafsir Zhong Yong BAB II Jarang Yang Tengah Sempurna
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Zhong Yong Bab II:1 yang Anda kutip: Nabi bersabda, "Sungguh Sempurna hidup di dalam Tengah Sempurna; sayang sudah lama jarang di antara rakyat yang dapat melaksanakan." Makna “Tengah Sempurna” (中庸 Zhong Yong) “Tengah Sempurna” berarti sikap hidup yang seimbang, tidak condong ke ekstrem kiri maupun kanan. Artinya: Tidak terlalu keras, juga tidak terlalu lunak. Tidak terlalu boros, juga tidak terlalu kikir. Tidak hanya mengejar keuntungan, juga tidak menolak kebutuhan. Itulah jalan tengah yang ideal dimana selalu sesuai dengan “Li” (aturan kosmik dan etika), sehingga tindakan manusia sejalan dengan harmoni semesta. Kenapa disebut “Sungguh Sempurna” Hidup dalam Tengah Sempurna adalah kesempurnaan karena: Ia menciptakan ketenangan batin sekaligus ketertiban sosial. Dengan kata lain, jalan tengah bukan kompromi yang lemah, melainkan keseimbangan aktif yang menuntut kebijaksanaan (智 Zhi) dan keberanian (勇 Yong). Mengapa “jarang” dilakukan Nabi menyesalkan bahwa meskipun semua orang tahu jalan tengah itu indah, sedikit sekali yang mampu menjalaninya. Kebanyakan orang mudah terseret nafsu: amarah, serakah, iri, ambisi berlebihan. Ada yang terjebak ekstrem: terlalu idealis hingga kaku, atau terlalu pragmatis hingga kehilangan nilai. Jalan tengah membutuhkan latihan batin (membina diri, 修身 xiu shen) yang konsisten, bukan hanya pengetahuan di kepala. Relevansi Praktis Dalam keluarga: adil antara kasih sayang dan disiplin. Dalam pekerjaan: seimbang antara pencapaian hasil dan integritas moral. Dalam kepemimpinan: tidak memihak pada kelompok tertentu, melainkan mengutamakan harmoni rakyat.
Tafsir Zhong Yong BAB I (Junzi)
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Uraikan makna Zhong Yong Bab I ayat yang Anda kutip, tentang Junzi (君子, manusia luhur) dan Xiao Ren (小人, manusia rendah budi). Tengah Sempurna (中庸, Zhong Yong) berarti keadaan seimbang, tidak berlebihan dan tidak kekurangan, sesuai dengan hukum kodrati (Dao). Junzi selalu menjaga sikap dan perbuatannya tetap pada jalan tengah: (1) Tidak condong ke ekstrem emosional (marah, tamak, iri).(2) Tidak menyimpang dari moralitas (Ren 仁, Yi 義, Li 禮, Zhi 智, Xin 信).(3) Selalu menimbang baik-buruk, pantas-tidak pantas, sehingga hidupnya selaras dengan prinsip kosmik dan sosial. Dengan kata lain, Junzi hidup dalam "keselarasan", baik dalam hati, ucapan, maupun tindakannya. Xiao Ren tidak memiliki pedoman yang tetap, ia hanya mengikuti nafsu, emosi, atau kepentingan sesaat. Karena tidak segan pada aturan moral atau hukum kosmos, hidupnya cenderung ekstrIm:(1) Jika senang → berlebihan(2) Jika benci → membabi buta (3) Jika untung → serakah(4) Jika rugi → putus asa. Akibatnya, ia “menentang” prinsip keseimbangan yang menjadi dasar tatanan kehidupan. Pesan ayat ini menekankan bahwa: Junzi menjaga harmoni batin dan sosial dengan berpegang pada Tengah Sempurna. Sementara Xiao Ren kehilangan keseimbangan karena tidak mengenal rasa segan dan tidak menghormati tatanan moral. Maka, hidup dalam "Tengah" bukan sekadar moderat, tetapi merupakan jalan moral kosmis yang menjaga keteraturan individu, keluarga, masyarakat, dan negara.
Tafsir Zhong Yong Bab Utama : 5
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Tengah (Zhong) dan Harmonis (He) sebagai dasar keteraturan kosmos. Tengah (Zhong) adalah keadaan batin yang seimbang, lurus, tidak condong ke ekstrem. Harmonis (He) adalah ketika emosi, tindakan, dan relasi dijalankan dengan selaras sesuai Dao. Bila manusia mampu menghidupkan “Zhong” dan “He”, maka ia tidak hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi ikut menjaga keseimbangan kosmos. Jadi, Zhong dan He bukan sekadar etika pribadi, melainkan prinsip universal yang mempengaruhi keteraturan alam semesta. “Kesejahteraan akan meliputi langit dan bumi”. Maksudnya, bila manusia hidup dengan keseimbangan dan harmoni, maka seluruh tatanan kehidupan, sosial, politik, dan alam akan berjalan damai. Langit (Tian) sebagai hukum kosmik, dan bumi (Di) sebagai tempat manusia hidup, akan menyatu dalam keseimbangan. Dengan kata lain, keteraturan batin manusia berpengaruh pada keteraturan dunia luar. Segenap makhluk dan benda terpelihara. Bila keseimbangan batin (Zhong) dan harmoni sosial (He) terwujud, maka kehidupan semua makhluk termasuk manusia, hewan, tumbuhan, bahkan benda mati akan berada dalam keteraturan dan terpelihara. Ini adalah visi ekologis dan kosmis dari ajaran Ru (Konfusianisme): keseimbangan batin manusia memantul menjadi keseimbangan alam. Inilah gagasan besar: dari satu hati yang lurus lahirlah kesejahteraan semesta (Ongky, Konsep Tian Di Ren dan 8 Pengakuan Iman, 7 November 2024, www.spocjournal.com) (Ongky, Tian Di Ren dan Landasan Keimanan Khonghucu, 18 March 2023, www.spocjournal.com).
Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Dengan Kemiskinan
Oleh : Ws.Mulyadi Liang, S.Pd.Ing.,M.Ag.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzi Li yang diselenggarakan oleh MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) pada tahun ini mengangkat tema “盖均无贫” (Gài Jūn Wú Pín) yaitu: Kalau ada Keadilan, Tiada Persoalan Dengan Kemiskinan” (Lunyu XVI:1.10). Tema tersebut sangat relevan dalam situasi dan kondisi masyarakat pada saat ini. Ayat ini merupakan bagian dari percakapan Nabi Kongzi dengan dua orang muridnya bernama Ran You dan Ji Lu mengenai tata pemerintahan yang ideal. Konteks lengkapnya adalah diskusi tentang prinsip-prinsip mengatur negara, khususnya dalam hal ekonomi dan distribusi kekayaan. 1. Makna Harfiah dan Kontekstual, 盖 (Gài): partikel pembuka yang dapat diartikan "pada dasarnya," "sesungguhnya," atau "karena." 均 (Jūn): berarti "adil," "merata," atau "seimbang." Ini bukan sekadar kesamaan kuantitatif, tetapi keadilan distributif di mana setiap orang mendapat bagian yang sesuai dengan hak dan kebutuhannya. 无贫 (Wú Pín): "Tidak ada kemiskinan" atau "tiada kemelaratan." "Sesungguhnya, dengan keadilan (distribusi yang merata), tidak akan ada persoalan dengan kemiskinan." Dalam konteks ayat ini merupakan tanggapan Nabi Kongzi terhadap pandangan bahwa kekayaan materi semata merupakan tujuan pemerintahan. Nabi Kongzi menekankan bahwa keadilan sosial adalah fondasi utama bagi kesejahteraan kolektif.
Tafsir Zhong Yong Bab Utama : 4 (Harmonis)
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Makna ayat dari Zhong Yong Bab Utama: 4, hal. 23 tersebut dengan terperinci: Tengah (Zhong) di sini berarti keseimbangan batin sebelum emosi muncul. Hati manusia pada dasarnya tenang, murni, dan belum diguncang oleh rangsangan luar. Dalam keadaan ini, manusia berada pada watak sejati (Xing) yang masih selaras dengan Firman Tian. Artinya: pada asalnya, hati manusia itu lurus, tidak condong ke salah satu sisi, dan penuh potensi kebaikan (Ongky, Makna Zhong, 18 Januari 2024, www.spocjournal.com). Ketika emosi (gembira, marah, sedih, suka) muncul, itu hal wajar sebagai bagian dari kemanusiaan. Tetapi bila emosi itu tetap terkendali, tidak berlebihan, tidak menyimpang dari kebenaran, maka dinamai Harmonis (He). Harmonis bukan berarti mematikan emosi, melainkan mengatur emosi agar sesuai dengan akal budi, moral, dan jalan suci (Dao). Contoh: marah pada ketidakadilan (marah yang benar), gembira pada kebaikan (sukacita yang benar). Keadaan hati yang seimbang (Zhong) adalah fondasi seluruh tatanan dunia. Bila hati manusia sudah tidak seimbang, ia akan menimbulkan kekacauan dalam keluarga, masyarakat, bahkan negara. Maka penguasaan diri dan keseimbangan batin adalah dasar harmoni sosial dan politik. Keharmonisan (He) adalah wujud nyata dari Dao di dunia. Dengan menjaga keseimbangan emosi dan mengarahkannya secara tepat, manusia bisa hidup selaras dengan sesama dan dengan Tian. Harmoni menjadi “jalan praktis” agar dunia damai dan teratur.
Tafsir Zhong Yong Bab Utama : 3
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc
Hal-hal yang tampak sepele, tersembunyi, dan tidak diperhatikan orang lain justru sering menunjukkan keadaan hati yang sebenarnya. Apapun yang disembunyikan, tidak pernah benar benar tidak diketahui, melainkan akan kelihatan. Watak sejati manusia bisa lebih jelas terlihat dalam momen pribadi (ketika tidak ada yang melihat), dibandingkan saat ia tampil di depan umum. Dengan kata lain: yang tersembunyi dari pandangan orang, di hadapan Tian tetap nyata dan jelas. Kita tidak bisa menyembunyikan sesuatu, karena Tuhan akan mengetahui diri kita meski semuanya telah disembunyikan dengan rapi. Yang terlembut merujuk pada bisikan hati, niat, dan gerakan batin yang halus. Niat batin yang benar atau salah, meskipun kecil sekali, akan mempengaruhi seluruh tindakan. Seperti titik air yang jatuh terus-menerus mampu melubangi batu, demikian pula niat kecil yang baik maupun buruk dapat menentukan arah hidup seseorang. Artinya: dalam pandangan Tian, hal-hal kecil yang lembut dalam hati itu justru sangat jelas dan menentukan. Junzi (pribadi luhur) menjaga integritasnya bukan hanya saat dilihat orang, tetapi terlebih ketika ia seorang diri. Junzi sadar bahwa Tian melihat apa yang mata manusia tidak lihat, dan mendengar apa yang telinga manusia tidak dengar. Tuhan itu Maha Mengetahui, sehingga apa yang manusia lakukan tidak ada yang tidak dikontrol oleh Tuhan. Tuhan memiliki CCTV yang bisa meneropong hati dan pikiran manusia. Maka hati-hati di waktu seorang diri adalah ujian kejujuran sejati: tidak berpura-pura, tidak munafik, dan tidak berbuat buruk meski tak ada yang mengawasi.
Tafsir Zhong Yong Bab Utama : 2
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Jalan Suci itu tidak boleh terpisah biar sekejap pun.Yang boleh terpisah , itu bukan Jalan Suci. Maka seorang Junzi hati- hati teliti kepada Dia yang tidak kelihatan, khawatir takut kepada Dia yang tidak terdengar " (Zhong Yong Utama : 2, hal 23). Uraikan makna ayat dari Zhong Yong (Bab Utama: 2, hal. 23) tersebut secara mendalam: Jalan Suci (Dao) adalah keselarasan antara Watak Sejati (Xing) dengan Firman Tian.Jadi ungkapan ini menekankan kontinuitas: seorang Junzi (pribadi luhur) tidak boleh keluar dari Dao, bahkan sesaat saja. Junzi dalam hidupnya tidak boleh berpisah atau jauh dari Dao (Jalan Suci) meski sekejap. Sepanjang hidupnya harus hidup dalam tuntunan agama, hidup dalam Dao. Bila ia meninggalkan Dao (terpisah sekejappun) , walau sebentar, maka yang diikutinya bukan lagi Jalan Suci, melainkan jalan nafsu, kesesatan, atau kepentingan sesaat. Karena Dao itu semcam bimbingan atau pakem yang tidak boleh keluar dari pakem. Ibaratnya peta, maka Dao itu peta yang wajib dijadikan pedoman agar tidak tersesat. Pesan utamanya: Dao bukan jalan yang bisa diambil “kadang-kadang”, melainkan harus dijalani terus-menerus dalam setiap detik kehidupan(Ongky , Dao (Jalan Suci), 27 Januari 2024, www.spocjournal.com). Maksudnya, bila ada orang yang bisa meninggalkan atau menanggalkan jalannya, berarti jalan itu bukan Dao sejati. Dao sejati bersifat mutlak, abadi, dan tak terputus, karena bersumber dari Tian. Maka segala prinsip atau perbuatan yang bisa diubah, ditinggalkan, atau disesuaikan hanya demi kepentingan diri, bukanlah Dao sejati, tetapi sekadar "jalan duniawi".
Tafsir Zhong Yong Bab Utama : 1
Oleh : Dr. Ongky Setio Kuncono, S.Pd., SH., SE., MM., MBA., MSc

Ayat dari Zhong Yong (Bab Utama: 1) itu mengandung fondasi utama filsafat dan agama Khonghucu. Mari kita uraikan maknanya secara bertahap: Tian Ming (天命) berarti "Mandat Langit" atau firman dari Tian, yaitu Tuhan Yang Maha Esa menjelmakan Watak Sejati (Xing). Artinya bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dengan memberikan benih Kebajikan Ren Yi Li dan Zhi, suatu benih ilahi yang asli. Firman Tian (Tian ming) dalam hal ini mengandung pengertian yang dalam dimana a.Tuhan sebagai pencipta, memberikan hidup dan kehidupan b. Tuhan memiliki hak/ kuasa mutlak atas kehidupan dan kematian manusia, c. Tuhan juga menentukan berkah, karunia dan pahala kepada manusia. d.Tuhan menjadikan manusia mulia, e.Tian memerintah manusia untuk satya kepadaNya(Ongky, Journal.spocjournal.com, Vol.3 No.1 Tahun 2025). Watak sejati (性, Xing) manusia adalah anugerah langsung dari Tian. Dengan kata lain, sifat dasar manusia yang murni, penuh kebaikan (Ren, Yi, Li, Zhi), adalah pancaran dari kehendak Tuhan. Dalam hal ini di dalam setiap manusia sudah tertanam "benih kebenaran dan kebajikan", yang merupakan refleksi dari kehendak Ilahi. Dao (道) adalah jalan yang benar, hukum kosmik yang menghubungkan manusia dengan Tian. Dao semacam petunjuk atau arah, panduan yang memberikan arah tepat manusia dalam menuju pada Tian, Tuhan YME. Menempuh Dao berarti hidup selaras dengan watak sejati, tidak menyimpang dari fitrah kebajikan. Misalnya: bila manusia mengekspresikan kasih sayang (Ren), berlaku adil (Yi), hormat (Li), dan bijak (Zhi), maka ia hidup sesuai dengan Dao.






















































