spocjournal.com

Tentang Khong Zhong Ni / Khong Qiu / Khong ZI / Konfusius

Oleh : Kristan, Conf. Sc

“ Sebelum Konfusius lahir belum pernah ada orang yg seperti beliau, setelah beliau wafat pun belum ada lagi yg seperti beliau, orang ini sungguh agung dan mulia
“Tujuan utama Konfusius adalah untuk mendidik murid-muridnya menjadi seorang pria sejati dengan pengetahuan dan moral yang berkualitas tinggi. Dia menyarankan bahwa karier yang terbaik untuk pria sejati seperti itu adalah sebagai pegawai pemerintahan yang bekerja untuk kepentingan rakyat banyak sehingga menghasilkan dunia yang lebih baik. Dengan  egara  itu, Konfusius melatih sebuah grup elit bukan berdasarkan atas kekayaan atau latar belakang keluarga, tetapi berdasarkan kemampuan dan integritas moral mereka. Kriteria untuk memilih muridnya adalah pandai, serta mempunyai keinginan dan semangat untuk belajar.

Konfusius banyak membahas kualitas seorang Pria Sejati /  Manusia Unggul / Zun Zi / Susilawan:
Seorang pria sejati haruslah rendah hati, murah hati, berwawasan luas dan baik hati. Seorang pria sejati mengerti apa yang adil dan benar; orang yang picik hanya mencari keuntungan. Seorang pria sejati menolong sesamanya untuk menyadari potensi mereka dan tidak mengikuti temannya berbuat jahat; orang yang picik berbuat sebaliknya. Seorang pria sejati khawatir tentang ketidakmampuannya, bukan apakah orang lain menghargai kemampuannya atau tidak.
Seorang pria sejati menuntut dirinya sendiri; seorang yang picik menuntut orang lain.
Seorang pria sejati mempunyai lingkungan sosial yang luas; orang yang picik hanya menjadi pengikut. Seorang pria sejati mula-mula akan mempraktekkan apa yang dia katakan, kemudian mengatakan apa yang dia praktekkan. Seorang pria sejati lambat berbicara tapi cepat dalam bertindak.

Anekdot berikut ini juga menggambarkan apa yang ada di benak Konfusius mengenai kualitas seorang pria sejati. Pada suatu hari pada saat dia naik ke bukit, Konfusius mengirim Zilu untuk mencari air. Dalam perjalanannya, Zilu bertemu dengan harimau. Setelah bertempur dengan hebat, dia berhasil membunuh binatang buas itu dengan memegang ekornya. Ia memotong ekor harimau dan membawanya ketika kembali dengan membawa air, ingin segera menunjukkan piala itu kepada Konfusius. Tetapi pertama-tama dia bertanya, “Guru, bagaimanakah seorang yang hebat membunuh seekor harimau?” “Seorang yang hebat membunuh harimau dengan mengincar kepalanya,” jawab sang Guru. “Bagaimana orang biasa membunuh harimau?” “Orang biasa membunuh harimau dengan mengincar telinganya.”
“Bagaimana orang yang rendah membunuh harimau?” “Orang yang rendah membunuh harimau dengan menarik ekornya.” Zilu sangat malu dan membuang ekor harimau itu.

“Mengapa guru mengirim saya untuk mencari air di gunung?” dia berpikir beberapa saat. “Bukankah dia mengetahui bahwa harimau tinggal di dataran tinggi? Dia pasti menginginkan saya terbunuh.” Maka dia memikul sebuah batu besar di atas punggungnya untuk membunuh Konfusius.
“Bagaimana seorang yang hebat membunuh seorang laki-laki?” tanyanya sebelum bertindak. “Seorang yang hebat membunuh orang dengan penanya.”
“Bagaimana orang biasa membunuh orang?” “Orang biasa membunuh orang dengan lidahnya.” “Bagaimana orang yang rendah membunuh orang?” “Orang yang rendah membunuh orang dengan sebuah batu.” Zilu berbalik karena malu dan membuang batu itu.
Suatu ketika Konfusius bertanya kepada murid-muridnya tentang angan-angan mereka. Zilu tanpa ragu-ragu berkata, “Ambisi saya adalah seperti ini: Misalnya sebuah kerajaan yang memiliki seribu kereta perang diduduki oleh kerajaan yang lebih kuat dan sedang menderita kelaparan. Saya akan mengatasi masalah mereka dalam waktu tiga tahun.”

“Berikan saya sebuah negara kecil,” kata Ran Qiu, “Saya akan membuat warganya menjadi kaya dalam waktu tiga tahun. Tapi untuk sopan santun dan menghargai musik, saya serahkan pada orang lain.” “Saya ingin menjadi pimpinan acara yang mengatur bermacam-macam ritual di tempat umum dan konverensi diplomatik,” kata Gongxi Hua.
“Saya khawatir keinginanku berbeda dengan kalian,” kata Zeng Xi yang terakhir mengungkapkan keinginannya. “Ketika musim semi datang, saya akan mengenakan baju santai, mengajak beberapa teman pergi berenang di sungai. Kemudian saya akan menikmati kesegaran udara hutan, dan kembali ke rumah, bernyanyi dengan riang.” “Kedengarannya sangat bagus,” senyum Konfusius.
“Saya paling menyukai angan-anganmu. ”Zilu bertanya apa angan-angan Konfusius.
“Memberikan kenyamanan bagi yang tua, berlaku setia kepada teman dan menghargai yang muda,” jawab sang guru.
Pada suatu hari seorang penjual ikan ingin memberi Konfusius seekor ikan sebagai hadiah. Pada mulanya Konfusius menolak.
“Hari ini saya sudah menjual semua ikan saya kecuali yang satu ini,” kata penjual ikan. “Hari ini hangat. Daripada membuangnya, saya pikir saya sebaiknya memberikannya sebagai hadiah.” Konfusius berterima kasih kepada orang itu dan menerima ikannya. Kemudian dia menyuruh muridnya untuk membersihkan ruangan, karena ia ingin memberikan ikan itu sebagai sesaji kepada Thian. “Ini adalah ikan yang hampir dibuang seseorang,” salah seorang muridnya tidak setuju. “Kenapa anda ingin memberikannya kepada Thian?” “Jika seseorang mengerti beramal dan memberikan apa yang tidak dia butuhkan,” kata sang guru, “dia seharusnya dihargai sebagai seorang suci. Sekarang saya telah menerima hadiah dari seorang suci, bukankah saya dapat mempersembahkannya kepada Thian?
”Bakti kepada keluarga adalah topik penting yang sering dibahas Konfusius. “Di rumah hormatilah orang tuamu. Ketika kamu pergi dari rumah, hormatilah orang yang lebih tua. Jujurlah selalu. Cintailah teman-temanmu, dan cintailah apa yang baik. Kemudian teruslah belajar selama kamu masih mempunyai waktu dan tenaga.” “Janganlah membuat orang tuamu khawatir kecuali ketika kamu sakit,” Konfusius menasihati muridnya. “Ingatlah selalu usia orang tuamu dan jadikan kesenioran mereka menjadi kebahagiaan dan juga penghormatanmu.”

Sebagai seorang yang kaya oleh etika dan sopan santun, Konfusius menghargai perayaan keagamaan sebagai bagian dari adat yang baku. Tetapi dia tidak pernah berbicara mengenai setan, supranatural, hal-hal gaib dan aneh. Dia berkata, “Kita tidak memahami kehidupan; bagaimana kita dapat mengerti kematian? Kita belum sepenuhnya memahami kewajiban kita pada orang yang masih hidup, bagaimana kita mengetahui kewajiban kita pada orang mati?”
Untuk menghabiskan waktu, Konfusius gemar memancing, tetapi hanya mau menggunakan kail, dan bukan jala.
Dia suka berburu, tapi tidak mengincar burung yang sedang beristirahat karena dia merasa itu tidak adil bagi binatang tersebut. Pada suatu hari, kandang kudanya terbakar. Ketika dia kembali, dia bertanya apakah ada orang yang terluka. Dia tidak menanyakan mengenai kuda-kudanya.
Konfusius, 551-479 S.M

Pagi mendengar jalan suci, sore mati pun ikhlas

“ Study the past, if you would divine the future “


sumber buku : Bangga Menjadi Seorang Khonghucu

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:87 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:237 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:320 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:256 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:134 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:98 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:118 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:137 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Bersama Setiadi Joyosentoso

04-03-2018 Hits:552 Berita Foto

Bersama Setiadi Joyosentoso

Setiadi Joyosetoso bos PT. Surya Putra Barutama yang beralamat di jalan Kedurus 23 adalah sosok seorang bisnisman yang merangkak dari...

Read more

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

03-03-2018 Hits:264 Berita Foto

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

Pagi ini rombongan menuju pasar tradisionil. Pasar tersebut tidak seperti pasar lainnya yang kelihatan jorok. Di dekat pasar ada bubur...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 18 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com