spocjournal.com

Guan Gong/Kwan Sing Tee Koen Bukan Jendral China

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Ketika di media sosial ada yang protes akan Patung Dewa Kwan Kong (Guan Gong/ Kwan Sing Tee Koen) yang di bangun di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban. Berbagai alasan yang dilontarkan adalah Patung Guan Gong/ Kwan Sing Tee Koen) tingginya melebihi dari Patung Jendral Sudirman ? Bagaimana kita bisa membandingkan antara Patung Guan Gong dengan Patung Jendral Sudirman ? Apa lagi isu tersebut berkembang bahwa Patung Guan Gong/Kwan Sing Tee Koen adalah Jendral China ? Sepengetahuan kami bahwa tidak ada dalam sejarah China bahwa Guan Kong itu jenderal China. Ketika Negara China belum berdiri, Guan Gong sudah ada sebelumnya. Masyarakat Madyanegara Khususnya Khonghucu sangat menghormati Guan Kong sebagai shenming (para suci). Kwan Sing Tee Koen (Guan Gong) adalah orang besar yang sangat berjasa dalam pengembangan agama. Bagi umat Khonghucu wajib untuk dimuliakan.

Dalam Kitab Si Shu, Nabi Kong zi (Khonghucu) bersabda, "Seorang Junzi memuliakan tiga hal: memuliakan Firman Tian YME, memuliakan orang-orang besar dan memuliakan sabda para Nabi " ( Lun Yu Jilid XVI : 8 ayat 1).

Patung dewa Guan Gong/ Kwan Sing Tee Koen adalah simbul perwujudan SHEN MING agama Khonghucu dengan bukti Sejarah seorang tokoh yang menjunjung tinggi ZHONG/ Satya dan YI/Kebenaran. Beliau berani berkorban untuk menegakkan Yi (Kebenaran). Kebenaran harus diperjuangkan khususnya di Negara Indonesia agar supaya terciptanya keadilan sosial. Jikalau umat Khonghucu bisa mentauladani Kwan Sing Tee Koen maka akan menjadi warga negara yang cinta tanah air khususnya Indonesia.

Kwan Kong/Kwan Sing Tee Koen adalah seorang suci (shenming) yg dimuliakan sejak zaman San Guo 220- 265 Masehi. Versi lain bahwa era San Guo itu dimulai sejak terjadi pemberontakan destar kuning pimpinan Zhang Jiao pada tahun 184. Jadi sebelum bangsa China ada, Kwan Sing Tee Koen sudah ada lebih dahulu sehingga kalau kita bicara Patung Kwan Sing Tee Koen tidak ada hubungannya dengan bangsa China, melainkan berhubungan dengan keyakinan dan kepercayaan bahkan agama Khonghucu.

Sangat tidak adil mengkaitan Patung Kwan Sing Tee Koen dengan nasionalis bangsa Indonesia bahkan membandingkan dengan patung Jendral Sudirman. Umat Khonghucu sangat menghormati Jendral Sudirman sebagai Pahlawan Nasional. Pembuatan Patung Kwan Sing Tee Koen bukan untuk dibandingkan dengan Patung Jendral Sudirman (jangan dipolitisasi). Apalagi pembangunan patung tersebut di belakang halaman Kelenteng yang sangat jauh dari jalan raya.

Mengingat bahwa Patung Kwan Sing Tee Koen dimana tangan kiri memegang Kitab CHUN QIU JING (adalah Kitab yang diwahyukan Tuhan langsung oleh Nabi Khongcu). Sementara ada pedang panjang yang memiliki arti bahwa harus menerapkan keadilan berdasarkan kebenaran. Guan Gong/Kwan Sing Tee Koen dipuja diseluruh dunia. Bahkan di Indonesia kebanyakan gambar Kwan Sing Tee Koen digunakan untuk pengambilan sumpah jabatan, sumpah saksi dalam pengadilan negeri (PN).

KIM SIN perwujudan Shen Ming Guan Gong/Kwan Sing Tee Koen telah ada di Indonesia sejak jaman Penjajahan Belanda dan masa Orde Baru saja tidak pernah dipersoalkan kok sekarang di jaman Era Reformasi serta Pemulihan hak Sipil Umat Khonghucu ada yang mempersoalkan.

Marilah kita semua saling hormat-menghormati agama dan keyakinan, justru dengan adanya Patung Kwan Sing Tee Koen menunjukan adanya keragaman agama dan keyakinan. Masyarakat Tuban sendiri banyak yang hadir dalam peresmian Patung itu. Oleh karena itu janganlah punya prasangka buruk tentang berdirinya Patung tersebut. Apalagi dikaitkan dengan China dan Komunisme (ini pembunuhan karakter).

Marilah kita semua berpikir yang jernih yang bisa menciptakan situasi dan kondisi lebih baik. Hargailah Agama dan keyakinan yang ada, semuanya bisa dirundingkan bukan memojokkan atau menghakimi dengan kaca mata sendiri. Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan masukan.

Keyakinan dan Ritual serta kehidupan agama jangan dibawa ke kancah Politik. Kalau ada yg memandang Guan Gong/ Kwan Sing Tee Koen adalah jendral China jelas mereka tidak tahu arti nilai suci KIM SIN Guan Gong/Kwan Sing Tee Koen sebagai Shen Ming/ arwah Suci umat Khonghucu

 

Kwan Kong/Kwan Sing Tee Koen Adalah Sin Beng (Tokoh Spiritual) Masyarakat Rujiao (Khonghucu)

Beliau seorang suci dan dihormati keteladanannya dengan memegang semangat kesetia kawanan. Dua saudara angkatnya, Laupi dan Thiohui. Ketiganya terkenal pembela rakyat kebanyakan, menegakkan keadilan. Beliau hidup di era San Guo (220M - 265M).

Ketiganya bersumpah setia kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa, sehidup semati sebagai saudara angkat. Kwan Kong sangat tekun mendalami Kitab Chun jiu, bagian dari Lima Kitab yang diturunkan nabi besar agama Khonghucu, Zhisheng Kongzi (prophet Confucius). Kwan Kong begitu di hormati umat berbagai keyakinan agama Rujiao (Confucian religion) spiritualist Tao dan mazhab Mahayana Tiongkok, Jepang, Vietnam, Singapura dan Nusantara.

Berkat pengaruh buku karya sastra penulis Luo guanzhong (罗貫中) abad XIII Masehi, berjudul 'San Guo Yan Yi' 三国演义(Roman Three Kingdoms) banyak yang mengagungkan Kwan Kong cuma sebagai pahlawan (hero). Orang awam kemudian lebih menganggap Kwan Kong bukan seorang suci, yang dihormati tokoh agama Konghucu. Kwan Kong yang dimuliakan spirit religiusitas Rujiao (儒教之道) kini lebih bergeser dan hanya menjadi panglima perang (dalam tanpa !). Padahal Kwan Kong adalah orang suci (神明 Sin beng) yg dijadikan panutan religious di Asia, Asia Timur, Asia tenggara. Beliau berabad-abad dimuliakan altarnya di berbagai Kelenteng (Bio, Miao庙) di Asia, Amerika, Australia.

Untuk itulah harus lebih bijaksana dalam menyikapi Patung Kwan Kong/Kwan Sing Tee Koen.
(Xs. Buanajaya BS, budayawan, agamawan Indonesia).

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:67 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1085 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:287 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:152 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Di Empat Penjuru Lautan Semua Saudara

17-07-2017 Hits:294 Berita Foto

Di Empat Penjuru Lautan Semua Saudara

Awal perkenalan saya dengan Maximilian Nilsson-Ladner bermula dari email saya yang didapatnya dari Website Matakin.

Read more

Ketua Matakin Sumatra Utara Telah Tiada

11-07-2017 Hits:152 Berita Foto

Ketua Matakin Sumatra Utara Telah Tiada

Pada hari Jumat,7 Juli 2017 kita merasa terkejut ketika mendengar berita bahwa Ws. Rasmadi Ketua Matakin Provinsi Sumatera Utara telah...

Read more

Dialog Khonghucu Di Kantor Kemenag Jatim

14-06-2017 Hits:352 Berita Foto

Dialog Khonghucu Di Kantor Kemenag Jatim

Dialog Kerukunan Intern Umat Agama Khonghucu diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada hari Selasa, 13 Juni...

Read more

17 Perwakilan Khonghucu Di Boen Bio

05-06-2017 Hits:655 Berita Foto

17 Perwakilan Khonghucu Di Boen Bio

Surabaya, 4 Juni 2017, Sekitar 300 umat dari berbagai wilayah Jatim menghadiri kebaktian bersama di Majelis Agama Khonghucu Indonesia Boen...

Read more

Hari Lahir Pancasila

01-06-2017 Hits:205 Berita Foto

Hari Lahir Pancasila

Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

Read more

Duan Wu (Peh Cun) Di Babel

30-05-2017 Hits:223 Berita Foto

Duan Wu (Peh Cun) Di Babel

Persiapan peribadatan Duan Wu diselenggarakan di kelenteng Shen Mu Miao, Tanjung Bunga Kota Pangkal Pinang bakal seru karena akan dihadiri...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 72 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com