spocjournal.com

Hubungan Antara Bakti Dengan Iman Kepada Tian

 

Oleh: Kauki Gentaswara Chianginata

Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia – Nyalah, penulisan makalah “Hubungan antara Bakti dengan Iman kepada Tian”, dapat diselesaikan tepat waktu. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi Ujian Akhir Semester (UAS), Mata Kuliah Keimanan Khonghucu, selain itu penulisan ilmiah ini juga memberikan informasi mengenai sekilas tentang agama Khonghucu secara sosial, tentang bakti, tentang iman kepada Tian/Tuhan dalam perspektif Khonghucu.

Dengan segala kemampuan yang penulis miliki, penulis telah berusaha dengan maksimal untuk dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan sebaik mungkin. Walaupun demikian penulis juga menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca.

Latar Belakang
Iman dapat dikatakan merupakan sesuatu yang abstrak, tidak terlihat dan tidak tersentuh sehingga, benyak orang yang mempertanyakan tentang arti dari keimanan, yang tentu banyak pula yang mempertanyakan sebuah substansi yang mereka imani (Tuhan Yang Maha Esa) kemudian, munculah kaum-kaum saintis (kaum yang menjadikan saint sebagai agama), karena mereka menganggap hanya melalui Saint-lah pertanyaan mereka dapat terjawab.

Bila dilihat dari banyaknya suku bangsa, tradisi, budaya yang ada di dunia banyak kepercayaan-kepercayaan, agama dan sekte-sektenya, tentu “versi’ mereka tentang keimanan dan substansi yang mereka imani pun beragam. Dalam buku “Pencarian Manusia Akan Allah”, yang ditulis dan diterbitkan oleh Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania, bentuk keimanan orang-orang suku Aztek kuno adalah dengan mengacungkan jantung korban-korban mereka ke matahari, atau orang-orang Yunani kuno yang mempercayai Zeus sebagai dewa tertinggi yang mereka andalkan sebagai “juruselamat”, sehingga mereka menyembah dan mengimaninya.1

Banyak bentuk dan konsep dari suku bangsa yang ada di dunia memang banyak dan beragam, bahkan banyak yang terkesan sadis dan aneh. Dari sekian banyak suku bangsa beserta kepercayaan dan imannya, bagaimana dengan bangsa Tionghoa sebagai salah satu bangsa tertua, bahkan dapat dikatakan bangsa tertua dari segala sisi perdaban? Jadi, adakah Keimanan “versi”bangsa Tionghoa? Lalu adakah kaitan keimanan Tionghoa, laku bakti dengan Khonghucu?

Dalam Agama Khonghucu/Ajaran Ru (Ru Jiao), mempunyai barometer mengenai keimanan yang bertahap dan dapat dicerna secara secara logis, yang tentu tidak hanya karena rasa percaya, penganut Agama Khonghucu tiba-tiba memiliki sebuah iman. Dalam makalah Mata Kuliah Keimanan Khonghucu, akan dibahas mengenai keimanan Tionghoa berdasarkan ajaran luhur yang telah telah diturunkan dari generasi ke generasi sejak ribuan tahun lalu (Home Religion). 1.2. Rumusan Masalah Dalam penulisan ilmiah ini penulis merumuskan masalah yang diantaranya : (1) Apakan keimanan Khonghucu itu? (2) Adakah kaitannya Keimananan Khonghucu dengan laku bakti?

Keimanan Tionghoa Dengan Ajaran Khonghucu Dan Laku Bakti
Keimanan dalam agama Khonghucu memiliki sebuah definisi yang mendalam bila di renungkan. Namun, sebelum mendefinisikan iman Khonghucu ada tahapan-tahapan dalam iman Khonghucu. Tahapantahapan keimanan Khonghucu adalah muali dari sikap kita terhadap sesame, orang tua, leluhur, orang-orang besar/Shen Ming, Nabi Khongcu, dan kepada Tian/Tuhan.

Keimanan Khonghucu, sangat erat kaitannya dengan laku bakti dalam perilaku seorang Junzi karena dalam perilaku Junzi tidak hanya mengatur sikap kita terhadap sesama namun juga, mengatur sikap kita terhadap orang tua, leluhur, Shen Ming, Nabi Khongcu dan Tian/Tuhan. Sehingga, apabila kita hanya menghormati/berbakti kepada Tian/Tuhan atau kita hanya berbakti, hanya kepada salah satunya saja maka itu belum menjadi keimanan dalam Agama Khonghucu.

Sebelum mengabdi/berbakti kepada Tian/Tuhan maka kita harus menjalankan tahapan-tahapan iman dalam agama Khonghucu. Pengabdian pada Tian/Tuhan harus diawali dengan menghormati sesame. Mengapa? Karena sikap kita, cara kita memperlakukan orang lain, tepasarira terhadap orang lain, terutama memperlakukan orang tua kita itu semua adalah sebuah “fondasi” dari keimanan kita terhadap Tian/Tuhan.

Sedangkan sembahyang leluhur, sembahyang kepada orang-orang besar/Shen Ming, sembahyang kepada Nabi Khongcu, dalam tahapan iman Khonghucu selanjutnya adalah sebuah proses “belajar” untuk sembahyang, mengabdi, berbakti kepada Tian/Tuhan. Sembahyang kepada leluhur, merupakan penghormatan terbesar kita terhadap leluhur atau orang tua (bila telah meninggal) dan itulah yang menjadikan kita sebagai manusia yang benar-benar manusia, yang memiliki akal dan budi. Hal itu pula yang membedakan manusia dengan makhluk yang lainnya. Inilah yang disebut berbakti yang merupakan etika dan moral dalam Khonghucu.2

Tanpa melakukan tahapan-tahapan iman Khonghucu yang telah dijabarkan sebelumnya, kemudian langsung dan hanya sebahyang/berbakti/mengabdi kepada Tian/Tuhan maka keimanan kita dalam agama Khonghucu Tidak sah dan Tian/Tuhan pun tidak berkenan. Bila kita telah melaksanakan semua tahapan-tahapan keimanan Khonghucu Tanpa mengabaikan salah satunya dan kemudian kita berbakti kepada Tian/Tuhan maka itu yang dinamakan Puncak Kebajiakan/Puncak Keimanan. Landasan dan sasaran ialah Jalan Suci yang dibawakan Ajaran Agama menegakan Firman Tian, menggemilangkan kebajiakan, mengamalkannya dengan semangat yang selalu konsisten, sehingga mencapai Puncak Iman (Tian Dao) dan menegakan Jalan Suci Manusia (Ren Dao). Sebagai manusia hidup di Puncak Kebajikan sudah pasti hidup pada Jalan Suci dan Puncak Iman, dan tentu telah dekat dengan Tian.3

Sehingga kaitannya antara keimanan dan bakti kepada Tian, ternyata terimplementasikan melalui perilaku sehari hari (Perilaku Junzi), seperti yang tertera pada Lun Yu XVI : 8, Nabi Kong Zi-Khong Cu bersabda, “Seorang Jun Zi memuliakan tiga hal: memuliakan Tian Ming, memuliakan orang-orang besar dan memuliakan Sabda Para Nabi.” 4Jadi, satunya kata, sanubari dan sikap susila yang kita lakukan kepada Tian/Tuhan dan diimplementasikan terhadap sesama, terhadap orang tua, terhadap leluhur, terhadap orang-orang besar/Shen Ming dan Nabi Khongcu dan kepada Tian/Tuhan sesuai dengan kewajaran pengimplementasiannya masing-masing itulah, yang disebut Iman.

Kesimpulan
Dalam Agama Khonghucu meiliki tahapan-tahapan yang perlu kita jalankan sesuai dengan ajaran didalam Agama Khonghucu. Jadi, keimanan dalam agama Khonghucu tidak langsung beriman kepada Tian/Tuhan melainkan perlu tahapan-tahapan sebagai dasarnya (fondasi; kepada sesame dan orang tua) dan lanjutan (proses belajar; kepada leluhur, Shen Ming, Nabi Khongcu). Sehingga, apabila salah satu dari tahapan iman tersebut tidak dilakukan atau bahkan hanya salah satu dari tahapan iman tersebut kita lakukan, maka dalam ajaran Agama Khonghucu belum dapat disebut beriman.

Hal tersebut dapat kita pikir secara logika seperti contohnya bila kita hanya berbakti atau hanya sembahyang terhadap Tian/Tuhan tanpa mengindahkan sesama, orang tua, leluhur, Shen Ming, dan Nabi Khongcu, maka kita dapat disebut tidak dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga sebaliknya bila kita hanya berbakti kepada sesame, orang tua, leluhur, Shen Ming dan Nabi Khongcu tanpa sembahyang/berbakti kepada Tian/Tuhan sebagai Maha Pencipta maka pengimplementasian yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari akan sia-sia. Sehingga, diperoleh kesimpulan antara laku bakti (terutama pada orang tua) memiliki kaitan yang erat dengan keimanan dalam Agama Khonghucu, bahkan dapat dikatan pula memiliki kaitan dengan Perilaku Junzi bila sedikit keluar dari pembahsan sesuai judul makalah ini.


Daftar Pustaka:

  • Dr. Drs. Ws. Kuncono, Ongky Setio, S.H., M.M.,”Wei De Dong Tian Jalan Menuju Tuhan”. SPOC. Sidoarjo: 2017
  • “Pencarian Manusia Akan Allah”, Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania. Pennsylvania, USA: 1991
  • Si Shu (Kitab Yang Empat), Kitab Suci Agama Khonghucu.Kementrian Agama Republik Indonesia.Jakarta: 2016.

Catatan:

  1. Pencarian Manusia Akan Allah, Watch Tower Bible and Tract Society, 1991. Halaman 12
  2. Wei De Dong Tian Jalan Menuju Tuhan, SPOC, 2017. Halaman 70 (gambar diagram Tahapan Iman)
  3. Wei De Dong Tian Jalan Menuju Tuhan, SPOC, 2017. Halaman 69-70
  4. Si Shu (Kitab Yang Empat), Kementerian Agama Republik Indonesia, 2016. Halaman 290

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dies Natalies Medissa Ke 38

07-10-2019 Hits:155 Medissa

Dies Natalies Medissa Ke 38

Minggu, 6 Oktober 2019 di TPK telah diadakan Peringatan 38 Medissa. Acara yang berlangsung hingga pukul 12 siang itu dihadiri oleh...

Read more

Camat Ploso Menampilkan Hanoman

17-08-2019 Hits:527 Medissa

Camat Ploso Menampilkan Hanoman

Gerak Jalan 16 Agustus 2019 Ploso Jombang umum kemaren sengaja ditampilkan regu Hanoman Medissa oleh bapak Camat Drs.Ec.Suwignyo,MSc.

Read more

SMP N Ploso dan Medissa

16-08-2019 Hits:303 Medissa

SMP N Ploso dan Medissa

Jumat, 16 Agustus 2019 gerak jalan SD dan SMP Sekecamatan Ploso dimulai pada jam 8 pagi. Pada pembukaan gerak jalan...

Read more

Pak Tjiptoadi Dan Hobinya

13-05-2019 Hits:445 Medissa

Pak Tjiptoadi Dan Hobinya

Siapa yang tidak kenal dengan Tjiptoadi ? Semua teman-teman Medissa pasti banyak mengenalnya.

Read more

Optimis Reuni Akbar

03-05-2019 Hits:340 Medissa

Optimis Reuni Akbar

Ketika banyak angkatan mau mengadakan reuni sendiri sendiri, dalam benak pikiran ini adalah semakin sedikit yang ikut Reuni Akbar.

Read more

Berbagi

02-05-2019 Hits:310 Medissa

Berbagi

Memberi itu lebih baik daripada menerima. Mengunjungi itu lebih baik daripada dikunjungi.

Read more

Nurul Hidayat Di Medissa

01-05-2019 Hits:401 Medissa

Nurul Hidayat Di Medissa

Nurul Hidayat, lahir di Jombang 28 Januari 1971 merupakan angkatan 1987 SMP N Ploso.

Read more

Komitmen Menyatukan Semua Angkatan

30-04-2019 Hits:309 Medissa

Komitmen Menyatukan Semua Angkatan

Tanggal 9 Juni 2019 di SMP N Negeri Ploso yang kita nantikan adalah moment untuk menyatukan semua angkatan dalam sebuah...

Read more

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

21-03-2019 Hits:380 Berita Foto

Papa Dan Mama Mertuaku Pergi Selamanya

Pagi itu seperti biasa, saya datang ke rumah papa dan membawa mie pangsit.

Read more

Sarasehan Kerukunan

21-02-2019 Hits:339 Berita Foto

Sarasehan Kerukunan

Sarasehan kerukunan antar umat beragama se Jawa Timur tahun 2019 di Harris Hotel & Conventions, Kota Malang berlangsung dari tanggal...

Read more

Jurnal Penelitian Pengaruh Etika Confucius Terhadap Kewirausahaan, Kemampuan Usaha Dan Kinerja Usaha Pedagang Eceran Etnis Tionghoa Di Surabaya.,
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA


Wei De Dong Tian, Jalan Menuju Tuhan, Sebuah Kumpulan Khotbah Minggu
karya dari DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Untuk informasi lebih lanjut Contact Us

Gallery Download

Download Cahaya Setia 541-550

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 6 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com