spocjournal.com

Rakernas Rohaniwan 2016 : Tata Laksana Upacara Duka Agama Khonghucu

Oleh: Tim Rakernas Rohaniwan 2016

 

Koordinator:
Js. Maria Engeline Santoso, S.Kom, M.Ag

Tim Perumus:
Xs. Darmadi Slamet, B.Sc
Xs. Kis Dewi Andrajani (Kiem Giok Nio)
Ws. Niniek Pratiwi (Siem Siok Nio)
Ws. Okie (Thio Hokky)
Js. Sugiandi Surya Atmaja, S.Kom, M.Ag
Js. Herlianti Widagdo
Js. Ngiat Hiung
Js. Suwanto Soemarko (Kho Tjwan Kay)
Js. Yugi Yunardi, S.Pt.

 

Pendahuluan

Pada dasarnya semua yang hidup akan mengalami kematian, karena yang hidup dan yang ada di bumi akan kembali ke bumi. Dari sekian makhluk hidup yang ada di bumi hanya manusia yang termulia dan utama, maka kita harus menghormatinya walaupun ia telah meninggal dunia, agama Khonghucu menekankan hal perilaku bakti yang terbesar kepada orangtua maka dikatakan “…pada saat hidup layanilah sesuai dengan kesusilaan, ketika meninggal dunia makamkanlah sesuai dengan kesusilaan dan sembahyangilah sesuai dengan kesusilaan.” (Lunyu II:5.3)
Berkembangnya tata upacara di masyarakat dalam kurun waktu yang panjang telah menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan umum (tradisi) yang sulit untuk diteliti kapan dan bagaimana atau mengapa tradisi itu terjadi serta tumbuh berkembang, kini dari tradisi-tradisi tersebut sebaiknya kita teliti kembali mana saja yang bersumber dari agama Khonghucu yang pantas/wajib dilestarikan dan yang tidak perlu dilestarikan.

Konsep Duka

A. Kehidupan setelah Mati

Dalam agama Khonghucu, prinsip umum yang melandasi hubungan-hubungan dan peristiwa-peristiwa alam berasal dari kekuatan Dua Unsur: Yin dan Yang. Berdasarkan prinsip Yin Yang bahwa Tian menciptakan kehidupan selalu dengan dua unsur yang berbeda, tetapi saling mendukung dan melengkapi satu sama lain. YinYang, negatif – positif, wanita – pria, bumi – langit, malam – siang, kanan – kiri, dan seterusnya. Tian memberikan berkah dalam diri manusia dengan dua unsur Nyawa (Gui) dan Roh (Shen).

 

Bagan 2.1 Kehidupan setelah mati dalam agama Khonghucu

Tujuan pengajaran agama adalah agar manusia mampu menyelaraskan/mengharmoniskan kedua unsur Nyawa dan Roh. Seperti tersurat di dalam kitab Liji XXI, Ji Yi Bagian II:1, Zai Wo berkata, “Saya sudah mendengar Gui (Nyawa) dan Shen (Roh), tetapi belum mengerti apa yang dimaksudkan dengan sebutan itu.” Nabi bersabda, “Qi (Semangat) itulah wujud berkembangnya Shen (Roh), Po (Badan Jasad) itulah wujud berkembangnya Gui (Nyawa). Berpadu harmonisnya Gui dan Shen, itulah tujuan tertinggi ajaran agama. Semua yang dilahirkan pasti mengalami kematian; yang mengalami kematian pasti pulang kepada tanah; inilah yang berkaitan dengan Gui. Tulang dan daging melapuk di bawah, yang bersifat Yin (Negatif) itu raib menjadi tanah di padang belantara. Tetapi Qi berkembang memancar di atas cerah gemilang; diiringi asap dan bau dupa yang semerbak mengharukan. Inilah sari beratus zat; perwujudan daripada Shen."

Kehidupan terjadi ketika Roh dan Nyawa masih saling mendukung/satu kesatuan. Kematian terjadi ketika Badan Jasad yang merupakan sarana pendukung Semangat sudah tidak lagi mencukupi syarat untuk menjadi satu kesatuan, maka berhentilah/rusak. Inilah yang disebut kematian. Ketika kematian terjadi, Semangat (Qi) yang bersifat Positif (Yang) akan kembali kepada Tuhan, sementara Badan Jasad (Po) yang bersifat Negatif (Yin) akan kembali ke Bumi.

Roh manusia yang mengandung unsur Semangat bersifat abadi, sedangkan Nyawa yang mengandung unsur Arwah dipengaruhi oleh keinginan-keinginan. Pada saat manusia meninggal, Semangat akan kembali ke dalam kebajikan Tian dan Sukma menetap, sedangkan Arwah akan ditentukan oleh perbuatannya selama hidup. Bila selama hidup tidak dalam Jalan Suci, maka Arwah akan menggembara di dunia. Arwah yang tetap menggembara di dunia dikarenakan Arwahnya masih terikat kuat dengan bumi (nafsu keinginan duniawi/kemelekatan duniawi yang besar) sehingga muncullah arwah penasaran (Yuan Gui), setan iblis (Yao Nie), iblis berwujud wanita cantik (Yao Jing), iblis ganas (Yao Mo), siluman (Yao Guai), termasuk arwah-arwah kaum penasaran (Zu Li) karena tidak mempunyai keturunan. (Kitab Liji XX:7) Semua itu disebut makhluk halus karena tidak memiliki badan jasad dan tidak kembali keharibaan Tian, menjadi gentayangan di dunia dan seringkali mengganggu ketenteraman hidup manusia. Kepada arwah-arwah yang tidak mempunyai penerus keturunan, ada kewajiban umat Khonghucu melakukan sembahyang Arwah Umum (Jing He Ping) yang bertujuan untuk mendoakan arwah mereka agar tenang dan dapat kembali keharibaan kebajikan Tian.

Bila selama hidup manusia selalu dalam Jalan Suci, maka Sukma (Ling) dan Arwah (Hun) akan berpadu harmonis dan bersatu kembali dengan Tuhan (Pei Tian). Karena keturunannya tidak tahu apakah Sukma dan Arwah telah berpadu harmonis dan bersatu dengan Tian, maka keturunannya melakukan sembahyang untuk mendoakan arwah orangtua/leluhur dan keturunannya berusaha menjalankan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari agar arwah leluhur dapat tenang dan damai, kembali ke dalam kemuliaan kebajikan Tian. Inilah wujud perilaku bakti seorang umat Khonghucu yang tidak saja dilakukan kepada orangtua/leluhur yang masih hidup, tetapi juga kepada orangtua/leluhur yang telah mendahului. Maka dapat dikatakan kebajikan seorang anak dapat mengurangi dosa orangtua/leluhur yang telah meninggal.

Persatuan kembali antara Sukma (Ling) dan Arwah (Hun) di alam keharibaan Tian (Xian Tian) disebut Arwah Suci (Shen Ming). Hal ini akan membawa aura suci, aura Shen Ming itu akan dapat membawa berkah dan perlindungan bagi keturunannya dan yang menyembahyanginya.
Semua yang hidup di antara langit dan bumi ini, seluruhnya disebut Firman (Ming); kematian berlaksa makhluk itu disebut peleburannya; tetapi bila manusia mati, disebut berada di alam Nyawa (Gui). (Kitab Liji XX:4)

B. Cara Po Badan jasad kembali ke bumi

Manusia setelah meninggal dunia terjadi pemisahan antara Hun/arwah dan Po/badan jasad, zaman dahulu Po dikebumikan di lahan gersang, di luar kota dibuatkan makam dan diziarah terutama Qing Ming Jie akan tetapi perlakuan terhadap Po ada berbagai cara, antara lain:
1. Huo Zang 火葬atau dikremasi, abu jenazah dibuang ke laut jadi menghemat lahan dan biaya.
2. Shui Zang 水葬 jenazah dilarung langsung ke sungai atau laut, bagi awak atau penumpang perahu dalam perjalanan jauh dan lama.
3. Tian Zang 天葬 jenazah tidak dikubur melainkan diletakkan di semak belukar jauh dari pemukiman penduduk seperti di desa Trunyan pulau Bali, di Yunan atau Tibet.
4. Shu Zang 树葬 jenazah dikremasi lalu abu dikubur, di atasnya ditanam pohon jadilah taman yang indah, saat ini banyak terdapat di negara maju.
5. Ling Gu Ta 灵骨塔 abu jenazah ditaruh dalam rusun jadi hemat tempat.
Jadi pilihan mana pun, Po telah kembali ke bumi bukan hanya dikubur.

C. San Hun 三魂 Tiga lokasi arwah

Dalam konsep San Hun artinya tiga lokasi arwah, yaitu:
1. Bagi jenazah yang dikubur lalu dibangun makam terdapat Bongpai/Mu Pei itulah lokasi arwah, lalu bagi yang kremasi, dan lain-lain tidak memiliki Mu Pei khusus maka lokasi arwah di Mu Pei kuburan massal, setiap tempat pemakaman pasti terdapat lokasi kuburan massal dengan Mu Pei bagi arwah umum yang disembahyangi secara massal pada hari Qing Ming Jie.
2. Shen Zu Wei pada tempat sembahyang leluhur di rumah itulah lokasi kedua bagi arwah, oleh karena sesuatu hal abu sembahyangan dititipkan di Rumah Abu (bukan abu jenazah, melainkan abu dupa sembahyangan yang berwujud Xiang Lu).
3. Lokasi ke tiga bersifat tidak tetap yaitu arwah mengembara di kitab Yi Jing dijelaskan bagaimana mengembaranya arwah membawa perubahan. Maka bagi anak cucu yang murtad tidak berbakti, arwah tidak memiliki lokasi tetap jadi mengembara berkeliaran tidak ada yang menampung, gentayangan. Maka saat bulan VII tanggal 29 dilakukan sembahyang Jing He Ping/Jing Hao Peng atau lazimnya disebut rebutan untuk menentramkan arwah yang gentayangan.

D. Qi Po 七魄 Tujuh lapis tubuh

Tujuh Lapis tubuh yaitu:
1. Darah.
2. Daging.
3. Tulang.
4. Kulit.
5. Lima organ vital (Wu Zhang: jantung, paru, limpa, hati, ginjal)
6. Enam organ pencernaan (Liu Fu: usus besar, usus kecil, lambung, kantong kemih pankreas, selaput rongga)
7. Rambut/bulu dan Kuku (Mao dan Jia)
yang mana 1 Zhou (7 hari) lepas satu, oleh karena itu perlu 7 X 7 atau 49 hari, itulah alasan mengapa harus 49 hari.

 

Upacara Duka

Berbicara tentang upacara duka pasti kita tidak lepas dari tata upacara sembahyang duka dan tradisi yang sudah turun temurun yang telah diwariskan hingga sampai sekarang. Upacara duka dalam agama Khonghucu dapat diartikan sebagai upacara perpisahan antara yang masih hidup dengan yang meninggal dunia (almarhum). Dalam hal ini perpisahan dibagi dalam 3 bagian (proses):

  • Saat menghembuskan nafas terakhir dan berhentinya jantung berdetak (berpisah, badan lahirnya masuh dapat dilihat dan dipegang).
  • Ru Mu, dimasukkan ke dalam keranda dan ditutup rapat (berpisah, badan lahirnya tidak lagi dapat dilihat dan dipegang) tetapi masih berada bersama kita di atas bumi.
  • Dimakamkan/diturunkan ke liang lahat (berpisah, almarhum di bawah dan kita di atas bumi).

Proses pengurusan jenazah dari awal meninggal dunia, proses penguburan sampai upacara Da Xiang (3 tahun). “…bila selama tiga tahun tidak mengubah jalan suci orangtuanya, boleh ia disebut seorang anak yang berbakti.” (Lunyu I:11)
Dalam agama Khonghucu upacara sembahyang duka ditekankan sesederhana mungkin dan tidak berlebih-lebihan seperti dikatakan dalam kitab suci “Di dalam upacara, daripada mewah menyolok, lebih baik sederhana. Di dalam upacara duka, daripada meributkan perlengkapan upacara, lebih baik ada rasa sedih yang benar.” (Lunyu III:4.3) Dari ayat tersebut, Nabi Kongzi menyukai hal-hal sederhana terutama dalam upacara kematian.
Upacara sembahyang kematian dalam agama Khonghucu dimulai dari seseorang meninggal dunia sampai dengan tiga tahun masa perkabungan. Yang dilakukan oleh keluarga ketika ada kematian adalah memastikan meninggal, melaksanakan doa permakluman, dan memandikan jenazah. Sedangkan yang dilakukan oleh majelis adalah Ru Mu, Men Sang, Sang Song, Ru Kong, Qi Fu, Zuo San, Zuo Qi, 49 hari, 100 hari, Xiao Xiang, Da Xiang.

 

A. Bagi Keluarga

1. Memastikan meninggal

Adapun tugas keluarga (khususnya anak tertua laki-laki atau orang yang dituakan dalam keluarga itu) memeriksa nadi atau detak jantung hingga yakin benar-benar orang tersebut telah meninggal dunia, segera mencatat jam, hari, tanggal, bulan, dan tahun terjadinya kematian tersebut. Meminta keterangan kematian dari dokter Rumah Sakit atau RT/RW dan Lurah.

2. Doa pelaporan/permakluman

Sebelum melakukan Dian Xiang, ambil kertas Shou Jin (kertas emas yang besar) 3 lembar lalu diusapkan ke jenazah sebanyak 3 kali dari ujung kepala sampai ujung kaki. Lalu melakukan Dian Xiang, melapor kepada Tian, Nabi, Malaikat Bumi, dan para Leluhur tentang kematian tersebut lengkap dengan nama, shio, umur, dan waktu yang lengkap (yang diketahui). Dian Xiang ini dilakukan menggunakan 3 batang xiang/dupa, Dian Xiang ditutup dengan membakar kertas Shou Jin 3 lembar (yang bermakna penyerahan), kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan sembahyang disamping jenazah (altar dibuat dari meja kecil), 1 gelas air, sebutir telur ayam rebus, semangkok nasi putih, 2 batang dupa merah, dan 2 lilin merah.

3. Memandikan jenazah

Pihak keluarga membersihkan (memandikan) jenazah dengan air kembang 5 macam yang dicampur dengan arak putih (tidak disiram, tapi hanya dilap saja) tapi sekarang jarang kita temukan pihak keluarga yang merawat jenazah tersebut, melainkan perawatan jenazah diserahkan kepada orang yang ahli (Thokong).

Doa Pengambilan Air Suci
Huang Tian Shang Di, Yuan Heng Li Zhen. Gao Shan Liu Shui (air mengalir dari pegunungan), Liu Dao Wo Jia (mengalir sampai ke rumah), Guan Xi Ti Po (memandikan jenazah), Ru Guan Wan Zheng (menyempurnakan jenazah masuk peti), Ji Ci Qi Quan (menyempurnakan jenazah), Han Xiao Jiu Quan (tersenyum di alam baqa). Shanzai.
Tugas seorang pengurus jenazah/pemakaman adalah memandikan jenazah dengan air kembang yang dicampur dengan arak putih, jenazah tidak dimandikan seperti orang hidup layaknya, melainkan hanya dilap saja dengan lap basah, kemudian mengganti pakaian yang rapi, sepatu dan sarung tangan.
Jenazah kemudian dipindahkan ke dipan yang khusus, jenazah dapat dimandikan didipan khusus tersebut yang biasanya dilindungi dengan kain penutup ruangan. Yang biasanya kain tersebut bermotif kembang-kembang atau berwarna-warni dengan tujuan tidak menimbulkan kesan menyeramkan. Masukkan ke Peti dengan Kasur dari Yin Zhi kertas perak yang dilipat gulung. Tangan disilangkan dan wajah ditutup kain, badan diselimuti. Bekal pakaian beberapa stel. Sabun sikat gigi sisir handuk, dan lain-lain tidak ikut masuk peti tetapi di luar. Sebelum masuk peti dilakukan sembahyang dengan menggunakan meja kecil dengan 1 gelas air putih, sebutir telur ayam rebus, semangkok nasi putih, 2 batang dupa merah dan 2 lilin merah tetap diteruskan.

B. Lembaga/Majelis

1. Ru Mu入木/Ru Lian入殓Upacara saat jenazah masuk ke peti jenazah

Ru Mu berasal dari kata Ru: masuk, Mu: peti, jadi Ru Mu berarti masuk peti. Sebelum upacara Ru Mu/Ru Lian itu dilaksanakan, terlebih dahulu harus ada rohaniwan/petugas yang mengurus jenazah disamping keluarga itu sendiri.
Rohaniwan/petugas dan pembantunya menyiapkan peti (Chang Shou Ban/Guan Cai) dan memperhatikan serta memeriksa peti jangan sampai ada lubang atau celah yang belum tertutup/belum rapat, setelah selesai memeriksa peti rohaniwan/petugas melakukan sembahyang ke Tian, mohon perkenan menggunakan peti. Perlengkapan sembahyang teh, Cha Liao, sepasang lilin merah, tiga batang dupa bergagang merah, sajian bisa ditambah sesisir pisang, jeruk, dan 3 macam kue, dalam hal ini ada pula orang yang melakukannya dengan sembahyang onde. Sesudah sembahyang memohon perkenan, rohaniwan/petugas menaburi peti dengan teh kering atau serbuk perak (yin bao银寶) dengan mengucapkan kata-kata “yi dou, er dou, san dou, si dou, wu dou, liu dou, qi dou, ba dou, jiu dou, shi dou, yibai dou, yiqian dou, yiwan dou, wan wan dou” artinya 1 takaran, 2 takaran, 3 takaran, 4 takaran, 5 takaran, 6 takaran, 7 takaran, 8 takaran, 9 takaran, 10 takaran, 100 takaran, 1000 takaran, 10000 takaran, 1 juta takaran maksudnya supaya keluarga yang ditinggalkan memperoleh rezeki yang banyak dan menyingkirkan segala halangan dan rintangan, dilanjutkan dengan meletakkan 7 buah mata uang logam melambangkan tujuh bintang (Qi Jiao) untuk laki-laki dari bahu kiri atas dan untuk perempuan dari bahu kanan atas. Menutup Qi Jiao tujuh lobang dengan Mutiara, khusus untuk mulut boleh ditambah nasi atau Koin.
Setelah selesai memasang mata uang logam, memasukan pakaian yang akan dibawa serta dan perlengkapan lainnya. Sesudah lengkap semuanya, diteruskan kain-kain merah-putih, baru. Kain merah putih berukuran bebas, biasanya 40 x 60 atau lebih kurang tidak masalah, melambangkan Yin Yang ketika keranda akan ditutup, jenazah juga ditutup kain merah putih artinya ia datang dalam Yin Yang dan pergi (berakhir) dalam Yin Yang. Jenazah dimasukan ke dalam peti jenazah Rohaniwan/petugas melakukan Dian Xiang berkenan Tian, bimbingan Nabi Kongzi dan izin (kerelaan) almarhum/ah untuk memasangkan mutiara pertama mata kiri, mata kanan “Biarlah kedua mata ini melihat hal yang susila dan bijaksana”, kedua telinga kiri dan kanan “Biarlah mendengar hal yang susila dan bijaksana”, ketiga lubang hidung kiri dan kanan “Biarlah perbuatannya yang bijak dan susila saja”, keempat dipasang dimulut “Biarlah kata-katanya bijak dan susila”.
Ini namanya bukan sembahyang Ru Mu, melainkan sembahyang menutup peti. Ini boleh dikatakan, karena tadi Rohaniwan/petugas sudah sembahyang mohon perkenan Tian menggunakan peti sampai penguburan/mengantar ke pemakaman. Bila belum maka sembahyang ini harus dilakukan sebelum jenazah dimasukkan ke dalam keranda. Sesudah jenazah berada di dalam peti maka dilaksanakanlah sembahyang Ru Mu yang dipimpin oleh seorang rohaniwan.
Sesudah upacara/sembahyang Ru Mu selesai maka seorang Rohaniwan/petugas menutup peti, sebelum peti ditutup jenazah diberi minyak wangi oleh pihak keluarga (anak) supaya almarhum/ah pergi dengan keharuman, sesudah diberi minyak wangi peti ditutup dan dipaku, pemukulan paku searah jarum jam. Untuk laki-laki dimulai dari kiri atas (tangan kiri, kaki kanan, tangan kanan, kaki kiri), sedangkan untuk perempuan dimulai dari kanan atas (tangan kanan, kaki kiri, tangan kiri, kaki kanan), tetapi untuk pengerasan paku tetap harus zig-zag atau silang.
Setelah itu anak laki-laki yang tertua atau yang dituakan dipersilahkan memegang palu oleh Rohaniwan/petugas, kemudian Rohaniwan/petugas memegang tangan anak tersebut untuk mengarahkan pemukulan paku, tiap paku hanya dipukul sekali sampai dengan paku keempat.

Doa Pemakuan Peti Jenazah
Paku pertama: Yi Dian Ding (karunia keturunan), Er Tian Fu (karunia rejeki), San Tian Shou (karunia panjang umur), Si Tian Cai (karunia harta berlimpah), Zi Sun Chang Sheng (anak cucu jaya makmur), Wu Fu Ling Men (lima rahmat menghampiri), Fu (kaya), Shou (panjang usia), Kang Ning (sehat dan tentram), You Hao De (senantiasa suka kebajikan), Kao Zhong Ming (menggenapi Firman sampai akhir hayat). Shanzai.
Atau

Pemukulan paku pertama: Yi Tian Ding, Zi Sun Duo Cai artinya semoga anak cucu memperoleh berkah. Paku kedua: Er Tian Fu, Zi Sun Da Fa Cai artinya semoga anak cucu memperoleh berkah. Paku ketiga: San Tian Shou, Gui Shou Lian Fu Gui artinyasemoga anak cucu yang tinggal selamat sentosa. Paku keempat: Si Tian Cai, Fu Gui Xuan Quan artinya masing-masing anak cucu mendapatkan berkat Tuhan yang senantiasa berkembang.
Apabila yang meninggal itu sudah mempunyai cucu dan buyut maka ditambahkan lagi satu paku lagi yang ukurannya lebih pendek kemudian paku dipukul dan Rohaniwan/petugas mengucapkan kata-kata Zi Sun Ding Tian Gui Xuan Quan artinya paku cucu telah dipukulkan semoga anak cucu memperoleh rezeki yang berlimpah.

Tapi apabila yang meninggal belum menikah maka kata-kata yang mengiringi pemukulan paku yang terakhir tidak mengucapkan. Tapi pemukulan paku pertama hendaklah mengucapkan kata-kata “chu hai chu ri” yang artinya “membuang ari-ari ke tengah laut”. Sesudah pemukulan paku dilakukan, maka perlu pengerasan yang akan dilakukan sendiri oleh Rohaniwan/petugas, pengerasan paku dilakukan secara zig zag atau silang untuk menjamin turunnya tutup peti bersamaan.
Setelah peti jenazah ditutup dan selesai dipaku maka selesai sudah upacara Ru Mu, maka keluarga baru menggunakan pakaian berkabung dan melakukan sembahyang dengan menggunakan dupa bergagang hijau, lilin putih dan seterusnya, artinya almarhum/ah baru dianggap benar-benar sudah tiada/meninggal.
Bila jenazah masih disemayamkan di rumah duka sebelum maupun sesudah masuk peti dan penanggalan imlek jatuh pada tanggal 1 atau 15 (Chu yi/Shi wu), maka keluarga perlu melakukan sembahyang lengkap yang disebut sembahyang Sun. Pada chu yi disebut Sun Besar, pada shi wu disebut sembahyang Sun Kecil, pada saat tersebut peti digeser sedikit saja (maknanya: chu yi shi wu saat orang bersembahyang merupakan saat yang terbaik yang diberikan Tian untuk pengampunan dosa-dosa almarhum/ah, peti digeser artinya sudah ada perubahan).

2. Men Sang门丧 Upacara malam menjelang keberangkatan jenazah

Ketika upacara Ru Mu selesai, pihak keluarga berkumpul dan berunding untuk menentukan hari dan jam pemakaman (dipilih hari yang baik dan tepat). Maka sesudah mendapatkan hari dan jam yang baik, maka pada malam sebelum keberangkatan diadakan upacara sembahyang yang dinamakan sembahyang Men Sang. Sebelum dilaksanakan upacara Men Sang yang dipimpin seorang rohaniwan maka pihak keluarga melakukan sembahyang keluarga terlebih dahulu, yang dipimpin oleh kepala keluarga.

3. Sang Song丧送/Song Zang送葬Upacara keberangkatan jenazah

Upacara Sang Song ini tidak jauh beda dengan upacara Men Sang, namun upacara Sang Song ini dilakukan pada pagi hari, ketika jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka untuk menuju ke pemakaman.

Sebelum upacara Sang Song dipimpin oleh seorang rohaniwan, pihak keluarga melakukan sembahyang keluarga terlebih dahulu yang dipimpin oleh kepala keluarga.
Ketika jenazah akan diberangkatkan/dibawa ke pemakaman maka anak tertua (bukan perempuan) atau yang dituakan dari keluarga yang meninggal dunia berjalan di depan peti jenazah dengan membawa abu dan foto atau gambar dari orang yang meninggal tersebut. Abu tersebut disimpan di dalam Xiang Lu atau tempat penancapan dupa. Bagi yang tidak mau merawat abu leluhur orang tua maka semua abu tersebut akan dimasukan ke dalam lubang kubur, bisa pada saat pemakaman atau pada hari ke-3, hari ke-7, hari ke-50, atau hari ke-100. Bagi yang mau merawat akan memasukan sebagian atau sebagian lagi dibawa pulang untuk disimpan diatas tempat persembahan (altar) keluarga (dapat dibawa semuanya jika tidak terlalu banyak).

Bila persiapan pemberangkatan sudah selesai maka dibantinglah sebuah semangka yang diartikan tanda keberangkatan jenazah, dan salah seorang keluarga menyebarkan kertas Yin Zhi, dan dua orang dari pihak keluarga membawa Teng-teng.

Sesajian buah semangka (Xi Gua) dan tebu potong. Bahasa Xi Gua artinya buah dari barat, orang yang meninggal dunia dikiaskan pergi ke arah barat sebagaimana matahari terbenam di barat maka Xi Gua adalah menuntun pergi ke barat, yang dibanting atau dipecahkan saat akan tutup mobil Jenazah saat berangkat meninggalkan rumah duka. Tebu potong melambangkan putus hubungan kehidupan duniawi.
Contoh membanting semangka: (local genius)

Semangka dipegang di depan keranda/usungan mobil jenazah, pelaksana mengucapkan “Semoga berkenan Tian menjadikan hari ini, saat ini menjadi hari dan saat yang terbaik, yang beroleh rahmat Tian untuk diberangkatkan keranda badan lahiriah bapak/ibu/sdr <nama alm> untuk diantar ke tempat pembaringannya yang terakhir”. Semangka diangkat, pelaksana mengucapkan “Da Zai Qian Yuan, Wan Wu Zi Shi, Nai Tong Tian, Qian Dao Bian Hua, Ge Zheng Xing Ming, Bao Ke Tai He, Nai Li Zheng”, artinya Jalan Suci Qian, Khalik semesta alam merubah dan melebur, menjadikan semua masing-masing lurus dalam Watak Sejati dan Firman melindungi berpadunya Keharmonisan Agung sehingga membawa berkah dan teguh (Yijing Hexagram I Qian Sabda 4) bersamaan dengan kata Tian semangka dibanting dan keranda diberangkatkan.

4. Ru Kong入空 /Ru Zhong入冢Upacara saat jenazah masuk ke liang lahat

Setelah jenazah tiba ditempat pemakaman, maka disiapkan berbagai perlengkapannya, sebelum upacara dimulai Rohaniwan/petugas atau seorang rohaniwan melakukan Dian Xiang (meminta izin kepada Tian, Nabi, para Roh suci dan Malaikat bumi untuk menggunakan tempat ini sebagai tempat peristirahatan terakhir alm).
Setelah Rohaniwan/petugas selesai Dian Xiang maka upacara Ru Kong dapat dimulai, dalam upacara Ru Kong ini semua keluarga dan kerabat dekat/jauh memegang dupa. Setelah selesai memanjatkan doa (penaikan doa dipimpin oleh seorang rohaniwan, bila tidak ada rohaniwan cukup orang yang dituakan) maka pihak keluarga dipersilahkan duduk bersimpuh/Gui Fu Fu di atas tanah, dan setelah itu dilaksanakan upacara Wu Gu. Sebelum Wu Gu dilaksanakan, terlebih dahulu diletakan empat mata uang logam dengan posisi empat sudut peti jenazah, empat uang logam ini merupakan lambang empat arah mata angin.
Seusai pemakaman keluarga, sebelum pulang mengelilingi makam 3x dengan arah berputar berlawanan dengan arah jarum jam.

Wu Gu
Wu Gu yang berasal dari kata Wu artinya lima, Gu artinya biji-bijian (Wu Gu/padi, sekoi, jawawut, gandum, kacang). Wu Gu terdiri atas Dao/padi, Mai/gandum, Liang/sorgum, Shu/jagung, Hui/millet-Jawawut. Untuk kearifan lokal asalkan 5 jenis benih biji-bijian itu sudah boleh yang tidak boleh kacang-kacangan. Jaman dahulu orang merantau meninggalkan kampung halaman selalu bawa Wu Gu lambang benih hidup agar dapat ditanam di tempat baru jadi makan terjamin semboyan Tian Guan Xi Fu yang artinya Tian menurunkan berkah dan karuniaNya.

Biji-bijian ini terdiri dari: gabah, kedele kuning, kacang hijau, kacang merah dan kedelai hitam, apabila kedelai hitam tidak ada maka dapat diganti dengan jagung. Bila keadaan terpaksa atau mendesak maka biji-biji tiga jenis pun tidak apa-apa, ini masih disebut Wu Gu, Wu Gu dilaksanakan setelah sembahyang Ru Kong. Setelah semua keluarga mendapatkan biji-bijian maka pihak keluarga menanamnya disamping kuburan, upacara Wu Gu ini seharusnya dipimpin oleh pihak keluarga/yang meninggal mempunyai anak laki-laki, Wu Gu dapat diartikan sebagai tanda peti jenazah akan diturunkan, upacara Wu Gu ini seharusnya dipimpin oleh seorang rohaniwan atau orang yang mengerti tentang Wu Gu supaya tidak keluar dari jalur Wu Gu itu sendiri. Setelah upacara Wu Gu selesai dan peti jenazah diturunkan, lalu dilanjutkan dengan pemotongan kelapa, rotan, dan gula merah. Kelapa dipotong separuhnya dimasukan ke liang kubur, dan separuhnya lagi untuk keluarga, lalu airnya diminum bersama-sama, demikian juga dengan rotan dan gula merah sebagian dimasukan ke dalam liang kubur dan sebagian lagi untuk keluarga yang ditinggalkan.
Makna pemotongan kelapa, rotan, dan gula merah adalah karena kehendak Tian maka terjadilah perpisahan dengan yang meninggal dunia secara lahiriah, semoga keluarga yang ditinggalkan dapat hidup manis dan harmonis seperti gula merah, rasa setia kepada keluarga bagaikan diikat dengan rotan, hubungan batin akan tetap terpelihara karena adanya ketulusan hati yang suci murni bagaikan air kelapa yang tidak pernah dijamah/dikotori.

Kata-kata untuk pemotongan kelapa, rotan dan gula merah adalah “Kai Tian Di, Ri Ji Shi Liang, Wan Zhong Jin Tang Jin Yue” artinya “terbukalah langit dan bumi sepanjang masa, hari ini merupakan waktu yang terbaik untuk penguburan jenazah, sekarang selamat dan tentram seluruhnya dan terlaksanalah kemasyuran bagi keluarga yang ditinggalkan”.

Setelah selesai pemotongan kelapa, rotan, dan gula merah, segera peti jenazah ditimbun dengan tanah, penimbunan peti jenazah pertama kali dilakukan dari keluarga yang meninggal dilanjutkan dengan hadirin dan petugas yang ditugaskan untuk mengurusi penguburan jenazah tersebut.

5. Qi Fu祈福 Upacara setelah kembali dari pemakaman

Qi Fu berasal dari kata Qi: harapan suci melalui doa dan Fu: rahmat. Kata Fu ini mencakup lima rahmat/Wu Fu, yaitu:

  • Agar keluarga yang ditinggal memperoleh panjang usia memiliki ketahanan.
  • Agar keluarga yang ditinggal memperoleh kaya mulia.
  • Agar keluarga yang ditinggal memperoleh sehat jasmani dan rohani.
  • Agar keluarga yang ditinggal senantiasa menyukai kebajikan, dan
  • Agar keluarga yang ditinggal menggenapi Firman sampai akhir hayat.

Qi Fu juga diartikan sebagai sembahyang tujuh hari, yang dihitung mulai dari jenazah dimakamkan. Upacara ini dilakukan pada malam menjelang hari ke tujuh. Pada sembahyang ini dikenal istilah membalik meja-meja yang digunakan untuk sembahyang pada saat pemakaman jenazah. Hal ini menunjukkan bahwa upacara pengurusan jenazah sudah dianggap selesai. Maksud membalik meja sebagaimana yang dilakukan di dalam Upacara Qi Fu adalah untuk mengurangi beban tanggung jawab keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum. Tanggung jawab keluarga dalam hal merawat atau mengurus kematian dianggap berkurang dengan selesainya upacara ini.

6. Zuo San作三 Upacara peringatan ke 3 hari bagi almarhum/almarhumah

Sembahyang tiga hari, upacara ini dilakukan pada malam menjelang pada malam ke tiga, dihitung mulai dari jenazah itu dimakamkan, sebelum upacara sembahyang dilaksanakan yang dipimpin oleh seorang rohaniwan maka pihak keluarga melakukan sembahyang keluarga terlebih dahulu, upacara sembahyang tiga hari juga dapat diartikan bahwa upacara pemakaman telah selesai. Upacara tiga hari juga dimaksudkan untuk melengkapi/menyempurnakan kekurangan-kekurangan pada saat pemakaman. Waktu pelaksanakan: Yin shi antara pukul 03:00-05:00 di makam. Hanya dilakukan untuk yang dimakamkan.

7. Zuo Qi作七 Upacara peringatan ke 7 hari bagi almarhum/almarhumah

Sembahyang tujuh hari, upacara ini dilakukan pada malam menjelang pada malam ke tujuh, dihitung mulai dari jenazah itu dimakamkan, sebelum upacara sembahyang dilaksanakan yang dipimpin oleh seorang rohaniwan maka pihak keluarga melakukan sembahyang keluarga terlebih dahulu, upacara sembahyang tujuh hari juga dapat diartikan bahwa upacara pemakaman telah selesai. Upacara tujuh hari juga dimaksudkan untuk melengkapi/menyempurnakan kekurangan-kekurangan pada saat pemakaman. Pelaksanaan dilakukan di rumah, baik untuk yang dimakamkan maupun dikremasikan. Dapat dihitung dari hari pemakaman atau hari meninggal.

8. 49 hari

Sembahyang 49 hari dapat diartikan keluarga melanjutkan rasa dukanya, melaksanakan sembahyang di rumah memohonkan segala kesalahan dan kekurangan semasa hidup kepada Tian agar dibukakan pintu untuk arwahnya pulang keharibaan Tian. Keluarga melaksanakan hormat/bakti melanjutkan segala yang baik menjunjung tinggi nama baik orangtua dan leluhurnya sepanjang masa rukun dalam keluarga.

Pelaksanaan sembahyang 49 hari di rumah dengan sajian 2 cangkir teh dan air putih, 3 macam manisan, nasi, lauk dan buah.

9. 100 hari

Sembahyang 100 hari diartikan keluarga melanjutkan rasa dukanya, melaksanakan sembahyang di rumah memohonkan segala kesalahan dan kekurangan semasa hidup kepada Tian agar dibukakan pintu untuk arwahnya pulang keharibaan Tian. Keluarga melaksanakan hormat/bakti melanjutkan segala yang baik menjunjung tinggi nama baik orangtua dan leluhurnya sepanjang masa rukun dalam keluarga.
Pelaksanaan sembahyang 100 hari di rumah dengan sajian 2 cangkir teh dan air putih, 3 macam manisan, nasi, lauk dan buah.

10. Xiao Xiang 小祥 Upacara peringatan setahun bagi almarhum/almarhumah

Upacara Xiao Xiang dapat diartikan sebagai sembahyang berkabung satu tahun dihitung dari saat penguburan jenazah, Xiao Xiang berasal dari kata Xiao: Kecil, Xiang: Keberkahan, maka Xiao Xiang sama dengan keberkahan kecil, maka sembahyang Xiao Xiang ini sangat penting maknanya, karena setelah upacara sembahyang Xiao Xiang ini selesai dilaksanakan, berarti berakhirnya masa perkabungan bagi yang berkabung 1 (satu) tahun yakni diantaranya anak-anak perempuan almarhum/ah maka keluarga barulah dapat berbenah diri, berbenah rumah, maka pihak keluarga yang telah selesai melakukan sembahyang Xiao Xiang telah terlepas dari sikap Yin/negatif, pada upacara Xiao Xiang juga dilaksanakan pembakaran Teng-teng.

11. Da Xiang 大祥Upacara peringatan tiga tahun bagi almarhum/almarhumah

Upacara sembahyang Da Xiang/Upacara sembahyang tiga tahun. Istilah Da Xiang diambil dari kata Da: Besar, Xiang: Keberkahan, maka Da Xiang sama dengan keberkahan yang besar. Upacara Da Xiang merupakan batas terakhir masa berkabung keluarga yang ditinggalkan, maka dikatakan di dalam kitab Lunyu XVII:6 “Anak lahir setelah tiga tahun baru dapat dilepas dari asuhan orang tuanya/ayah bundanya, maka berkabung selama tiga tahun sudah teradatkan di dunia”. Dari ayat ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa berapa pentingnya perkabungan, maka dalam masa perkabungan akan dilihat sejauh mana rasa bakti anak terhadap orang tuanya yang telah meninggal dunia.

Jalannya upacara Da Xiang tidak jauh berbeda dengan upacara 2 perkabungan lainnya, yang membedakan hanya pada akhir surat doa, kalau dari Ru Mu sampai dengan Xiao Xiang dengan mengatakan Wu Hu Ai Zai, sedangkan pada Da Xiang mengucapkan Shanzai.

12. Zu Ji 祖忌Peringatan hari wafat

Upacara sembahyang Zu Ji dilaksanakan untuk memperingati hari wafat leluhur menggunakan penanggalan Kongzili. Upacara dilaksanakan oleh keluarga. Sebaiknya dilaksanakan bersama dipimpin oleh kepala keluarga. Sajian upacara boleh sederhana boleh lengkap. Dilaksanakan pada saat Mao Shi (pukul 05:00-07:00). Sore hari menjelang Zu Ji dilakukan Dian Xiang, demikian pula sore hari setelah Zu Ji.

Tata Laksana Upacara Duka

A. Pelaksanaan Upacara Duka

Sebelum upacara duka dimulai, pihak keluarga berkumpul melakukan sembahyang di depan altar almarhum/ah. Setiap orang memegang xiang/dupa, setelah selesai sembahyang keluarga, maka upacara sembahyang yang dipimpin seorang rohaniwan dapat dimulai, jalannya upacara:
Setelah hadirin dipersilahkan berdiri

  1. Pembuka: protokol berbicara
  2. Nyanyian pujian “Mulialah Tuhan” atau “Ya Tuhanku” atau yang lainnya
  3. Renungan suci/renungan pembukaan
  4. Dilanjutkan dengan pujian…
  5. Sembahyang

Penaikan xiang/dupa
Diiringi lagu pujian Wei De Dong Tian
Memanjatkan doa
<selama pemanjatan doa seluruh keluarga melakukan Gui Fu Fu>
Diiringi lagu pujian “Doaku” atau yang lainnya
Penyempurnaan surat doa
Diiringi lagu pujian “Jiwaku sentosa” atau “Tian Bao

  1. Sambutan atas nama umat/Majelis dan keluarga
  2. Penutup

Er Gui Ba Kao/dua kali berlutut delapan kali menundukkan kepala. Bagi keluarga yang ditinggalkan, diiringi lagu “Bundaku” atau “Ayahku”
Tiga kali Ju Gong bagi para hadiri
Upacara selesai protokol berbicara

B. Pelaksanaan Rang Wu Gu

  1. Upacara Wu Gu hanya dilakukan apabila yang meninggal dunia telah mempunyai keturunan.
  2. Dilakukan sesudah sembahyang penyempurnaan selesai.

Anak laki-laki tertua atau penggantinya, mengangkat nampan berisi biji-bijian, menaikan nampan dihadapan almarhum/ah satu kali seperti Ding Li, dan memohon “Di dalam kasih dan rahmat Tian mohon perkenan almarhum/ah agar boleh kiranya upacara Wu Gu ini dilaksanakan”, ditutup Ju Gong 3 kali.

  1. Bila mungkin teruskan dengan Gui Ping Shen/berdiri di atas lutut, didahului menaikan nampan kehadapan pelaksana, nampan diserahkan kepada pelaksana. (penyerahan ditutup dengan Bai atau Yi). Rohaniwan menghadap Altar (abu almarhum/ah) naikan nampan satu kali. “Dengan puji syukur kehadirat Tian, mohon perkenan Tian, bimbingan Nabi, serta restu segenap para suci yang diatas dan yang dibawah, berkenan Tian memberkati dan merakhmati (atau kata-kata lain yang dianggap perlu dan pantas), ditutup dengan Ju Gong 3 kali.
  2. Nampan biji dibawa ke sisi liang lahat (belakang atau samping kiri/kanan) pelaksana menundukkan kepala hening sejenak “Wu Gu akan segera dilaksanakan kiranya Tian memberkahi dalam perkenan Tu Digong, malaikat bumi dan leluhur jadilah yang terbaik, baik bagi almarhum/ah, bagi keluarganya, dan segenap yang turut menghantar, serta buat pelaksana juga. (kata-kata boleh sesuai selera asal makna sesuai) lalu tabur biji ke liang lahat 3 kali.
  3. Disampaikan uraian makna upacara. Uraian ini boleh bervariasi, tapi harus berdasarkan agama Khonghucu, bebas cara penjabarannya tetapi terarah, singkat, padat, jelas, dan mudah dimengerti, khidmat dan berwibawa. Bila belum bisa, silahkan baca saja contoh uraian terlampir, atau siapkan sendiri uraian tertulis dan bacakan.
  4. Dengan aba-aba seperti: “Kini marilah upacara Wu Gu ini kita laksanakan, silahkan segenap keluarga bersiap menerimanya”.

Wu Gu dimulai baris per baris. Setiap baris keluarga menjawab dengan seruan Hao! Artinya setuju atau sebenarnyalah demikian.
Penebaran bibit baru dilaksanakan pada pengucapan Dong Xi Nan Bei bibit disebar ke kiri, kanan, depan, dan belakang dengan seruan Dong…Xi…Nan…Bei. (tidak harus mencari arah timur, barat, selatan, ataupun utara).

  1. Selanjutnya biji disebar setiap kali pengucapan baris. Khusus untuk pengucapan Wu Gu Feng Deng biji boleh disebar tiga atau lima kali.
  2. Selanjutnya setiap pengucapan baris biji disebar satu kali dan pada pengucapan Shi Guan An Zhang masukan segenggam ke dalam liang lahat.
  3. Penyebaran harus dilakukan dari belakang liang lahat atau bagian kepala almarhum/ah, penyampaian makna boleh dari sisi. Terakhir boleh tabur tiga kali ke keluarga dan tiga kali ke liang lahat. Upacara selesai.

Uraian makna Wu Gu
Upacara menebar lima jenis biji-bijian ini lazim disebut Wu Gu, dilaksanakan sebelum peti diturunkan ke liang lahat.
Sebagaimana dalam upacara-upacara keagamaan dalam agama Khonghucu banyak mengandung makna yang sangat perlu dicamkan, dihayati untuk dijadikan landasan atau bimbingan dalam kehidupan manusia. Untuk ini khususnya kami tunjukan kepada segenap keluarga almarhum/ah: …
Oleh karena itu, sebelum kelima biji ini kami tebarkan, terlebih dahulu kami sampaikan beberapa makna yang tersirat didalam upacara ini. Untuk dimengerti, dihayati, dan dijadikan pegangan atau bimbingan dalam kehidupan selanjutnya.

  1. Dalam Wu Gu dijelaskan tentang awal Tian menjadikan alam semesta, diawali dengan terwujudnya Tai Ji kemudian berkembang menjadi Yin dan Yang, yang dalam gerak dan perubahannya menjadikan Tumbuh dan Lebur, Siang dan Malam, Pria dan Wanita, Lahir dan Mati – semuanya tiada yang bukan karena Tian.
  2. Ditetapkannya dunia dengan empat arah mata angin, dengan empat musim, dengan lima elemen dan diwujudkan segenap kelengkapannya.
  3. Tian menumbuhkan lima jenis biji-bijian atau palawija, tersebar di dunia, untuk kebutuhan hidup dan menumbuh kembangkan kelahiran manusia. Mengingatkan manusia akan lima sifat luhur yang bersemayam di setiap hati manusia untuk menumbuh kembangkan batiniah. Sesuai yang diajarkan agama yakni mengharmoniskan lahir dan batin.
  4. Dalam upacara ini pun mengandung dia atau suatu permohonan: “Semoga Tian berkenan menjadikan tanah pemakaman ini menjadi tempat yang beroleh ridho Nya dan boleh menjadi tempat pembaringan abadi Dq: … sebagai tempatnya yang terbaik atau Ji Di. Berkenan pula Tian jadikan hari dan Shi atau waktunya yang terbaik pula pada saat keranda diturunkan keranda di tempat ini.”
  5. Dengan tempat, hari, dan waktu yang beroleh rahmat Tian maka dimohon yang terbaik pula terjadi bagi almarhum/ah, bagi keluarga yang ditinggalkan maupun bagi kami sekalian yang turut menaikan doa dan menghantar ke tempat ini. Tiada yang tidak beroleh berkah – yakin Tian selalu menilik kami. Shanzai.

Demikian antara lain makna yang tersirat dalam upacara Wu Gu ini. Kini marilah dalam rasa bakti, khidmat dan sujud segenap keluarga terimalah Wu Gu ini.
Doa Rang Wu Gu (Menebar 5 jenis biji-bijian usai pemakaman)

  1. Huang Tian Shang Di 皇天上帝- maha besar Tuhan penguasa alam semesta,
  2. Yuan Heng Li Zhen 元亨利贞- maha sempurna, maha besar, maha harmonis, maha abadi,
  3. Shi Zuo Qian Kun 始作乾坤- diawali penciptaan langit dan bumi,
  4. Yin Yang Bian Hua 阴阳变化- terpadunya Yin Yang membawakan perubahan,
  5. Pan Gu Kai Tian 盘古开天- Pan Gu manusia pertama membuka langit cakrawala,
  6. Fen Tian Di Ren 分天地人- terbagilah langit, bumi, dan manusia,
  7. Ri Yue Xing Chen 日月星晨- matahari, bulan, dan rasi bintang,
  8. Dong Xi Nan Bei 东西南北- timur barat selatan utara empat arah mata angin,
  9. Wu Gu Feng Deng 五谷丰登- lima jenis biji-bijian tumbuh subur,
  10. Xuan Ze Ji Di 选择吉地- memilih tempat yang rahmat/terbaik,
  11. Liang Shi Ji Ri 良时吉日- waktu yang baik pada hari yang rahmat,
  12. Shi Guan An Zhang 时关安葬- saat berkaitan dengan pemakaman,
  13. Yin Yi Er Sun 廕遗儿孙- lindungi anak cucu yang ditinggalkan,
  14. Fang Fang Fa Fu 房房发福- setiap keluarga memperoleh berkah/keberuntungan.

Pengucapan doa kalimat 1 s/d 4 lemparkan biji-bijian ke kiri 2x ke kiri (Timur)
Pengucapan doa kalimat 5 s/d 6 lemparkan 2 x ke kanan (Barat)
Pengucapan doa kalimat 7 s/d 8 lemparkan 2 x ke depan (Selatan)
Pengucapan doa kalimat 9 s/d 10 lemparkan 2 x ke belakang (Utara)
Pengucapan doa kalimat 11 s/d 14 lemparkan ke arah atas di tengah sebagai penutup.
Ada daerah dengan kearifan lokal (Local Genius) setengah bagian Wu Gu disisakan dibagikan secara merata kepada segenap ahli waris. Wu Gu yang ditebar juga berisikan uang logam.
Catatan: Yijing Babaran Agung A.XI:70/71 halaman 147.
Zhongyong XVIII:2 halaman 53.
Mengzi VIA:19 halaman 704.
Yang rajin akan mendapat banyak, yang bermalas-malas akan ketinggalan.

C. Pelaksanaan Membakar Rumah-rumahan

Arwah yang dalam perjalanan menuju alam baqa terdapat banyak kendala, yaitu kekurangan tugas dan kewajiban yang harus dilakukan semasa hidup. Maka tugas keturunan, anak, cucu untuk mendoakan dan sembahyang, juga diadakan Zuo Gong De (berbuat kebajikan untuk umum atas nama leluhur orangtua) berdasarkan kitab Yijing Hexagram 18 Gu bagian kalam, pengiriman Ming Qi (benda-benda simbolis/alat sembahyang tiruan untuk orang yang telah meninggal), Shao Ling Wu (membakar rumah-rumahan) yang mana sebagai usaha penentraman arwah, bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal diperlukan sebagai Shenming atau makhluk rohani. Kitab Liji IIA bagian III/3

Pengiriman Ming Qi tidak disertakan saat penguburan atau kremasi, melainkan dilaksanakan usai masa perkabungan. Minimal 7 x Zuo Qi (sembahyang 7 hari) = 49 hari sambil menantikan perjalanan arwah menuju alam baqa. Pengiriman Ming Qi terlalu awal dikhawatirkan barangnya telah sampai duluan, sementara arwahnya belum sampai.

 

Surat Doa

Surat doa ditulis pada kertas putih, ada beberapa macam surat doa kematian untuk membedakan keperluannya, setelah surat doa digulung dapat diberi pita yang berlainan warna:

  • Surat doa saat Ru Mu dan Men Sang diberi pita warna biru.
  • Surat doa saat Sang Song diberi pita warna hitam. (Pemberangkatan)
  • Surat doa saat Ru Kong diberi pita warna putih. (Penyempurnaan)
  • Surat doa setelah itu diberi pita warna hitam.
  • Surat doa saat Da Xiang diberi pita warna merah.

Surat Doa Upacara Duka

A. Surat Doa Ru Mu/Ru Lian

Saat ini kami berhimpun bersama menaikkan sembah sujud dalam Upacara Suci Ru Mu, penyemayaman badan lahiriah Almarhum/ah Daoqin ……… yang telah berakhir kewajiban hidupnya di dunia ini, menuju kepada tujuan akhir di Alam Xian Tian. Semoga Tian anugerahkan Damai, Tenteram di Haribaan Kebajikan Tian. Maka demikianlah, bahwa setiap insan itu setelah menunaikan kewajiban hidupnya, tiba saat berpulang.
Berkenan Tian limpahkan semangat kesucian meliputi tempat ini sehingga menerbitkan Terang bagi perjalanan Daoqin.
Dipermuliakanlah.

Semoga Tian anugerahkan kekuatan dan kemampuan kepada segenap anggota keluarga di dalam usaha mereka mengatasi beragam beban derita dan kesedihan karena timbulnya peristiwa duka ini.
Demikian pula dapat melanjutkan Jalan Suci Kebajikan sebagai Laku Bakti kepada para leluhurnya. Karena dari rahmat karunia Tian itulah segenap perkara yang mulai itu berkembang.

Dengan setulus hati kami bersujud. Dengan sepenuh kebajikan di dalam hati, kiranya Tian jauhkan hati ini dari segala kelemahan, dari keluh gerutu kepada Tian, dari sesal penyalahan kepada sesama manusia, dengan senantiasa tekun belajar hidup benar dari tempat yang rendah ini, terus maju menuju tinggi menempuh Jalan Suci karena Hormat akan Tian melaksanakan Firman. Teguhlah Iman, oleh keyakinan bahwa di dalam hidup ini adalah Tian yang selalu penilik, pembimbing dan penyerta kami.

B. Surat Doa Men Sang

Perkenankan pada saat ini kami melaksanakan upacara suci Men Sang bagi Alm/Almh Daoqin………
Dengan ridho Tian, di Jalan Suci Nabi, saat ini kami berhimpun untuk menyampaikan hormat kepada Daoqin yang telah menyelesaikan segala kewajiban hidup di dalam dunia ini sesuai yang telah Tian firmankan. Kita renungi pengakuan Iman Ru Jiao/Agama Khonghucu tentang kehidupan ini dalam kitab Zhong Yong bab Utama.
“Firman Tian itu dinamai Watak Sejati/Xing, berbuat mengikuti watak sejati itu adalah menempuh Jalan Suci dan bimbingan menempuh Jalan Suci itu Agama”.
Dipermuliakanlah…
Maka bagi Daoqin……… yang telah kembali keharibaan Tian, kita sampaikan hormat dan hantarkan dengan sembahyang sesuai yang disabdakan Nabi: “Pada waktu sembahyang kepada roh leluhur, hayatilah akan kehadirannya dan hormatilah dia sesuai dengan kesusilaan”.

 

Dipermuliakanlah…
Maha besar dan maha sempurna Tian, Tuhan Yang Maha Esa, Khalik semesta alam. Firmannya telah menjadikan manusia mendapatkan Watak Sejati dengan benih-benih kebajikan yang menuntun agar dalam kehidupan mampu di Jalan Suci. Kesadaran akan Jalan Suci ini dapat ikhlaskan kepulangan Daoqin. Diterimalah roh nya di dalam kemuliaan dan kebajikan Tian. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga Tian berkenan menganugerahkan kekuatan, sehingga mampu menjalankan tugas dan kewajiban hidup di dunia ini sesuai dengan Firman Tian.
Dipermuliakanlah…
Sembah dan sujud kehadirat Tian, semoga segenap keluarga yang ditinggalkan dijauhkan dari segala kelemahan Iman, keluh gerutu kepada Tian, sesal penyalahan terhadap sesama insan, dan senantiasa membina diri dari tempat yang rendah menuju tempat yang tinggi menempuh Jalan Suci.
Yakin dalam kehidupan ini Huang Tian senantiasa memberkati dan menyertai semua umatNya.

C. Surat Doa Sang Song/Song Zang

Perkenankan saat ini kami berhimpun bersama untuk menaikan doa dan mengucapkan selamat jalan kepada Alm/Almh Daoqin……… yang telah berakhir masa hidupnya sesuai dengan Huang Tian firmakan baginya.
Alam/Almh Daoqin ……… yang terkasih. Didalam Jalan Suci Nabi dengan ridho Tian Yang Maha Kuasa, kami berhimpun di hadapan Daoqin untuk memberikan penghormatan dan mengucapkan selamat jalan menuju alam Sian Tian, setelah menunaikan tugas kewajiban hidup yang telah Tian firmankan dan menempuh Jalan Suci yang Nabi bimbingkan.

Tempat yang Daoqin tinggalkan, kepedihan hati dan duka oleh keberangkatan ini tidak terbatas di dalam lingkungan keluarga saja, melainkan terasa di dalam hati kami semua. Walaupun besar kepedihan hati dan kesepian yang dirasakan oleh segenap anggota keluarga karena harus berpisah dengan orang yang dikasihi dan dihormati, namun kesadaran bahwa Daoqin sebagai insan di dalam kehidupan ini telah berusaha menjalankan dan mengembangkan Jalan Suci yang dibimbingkan Nabi, yakni hidup dalam cinta kasih, menjunjung kebenaran, berlaku susila, bijaksana sehingga dapat dipercaya, mampu meredakan sedih dan duka ini.
Kesadaran dan keinsyafan itu mampu memberikan kekuatan dan kemampuan bagi segenap keluarga untuk merelakan pemberangkatan Daoqin.
Kini tugas kewajiban duniawi Daoqin telah selesai. Semoga melalui Jalan Suci Nabi dan kebajikan Tian Yang Maha Esa, Daoqin beroleh damai, tentram, dan kekal di dalam kemuliaan Tian Yang Maha Gemilang dan Maha Abadi.

Dipermuliakanlah…
Sembah dan sujud kehadirat Tian. Dengan hati yang tulus kami naikkan Doa. Semoga segenap keluarga dan kami semua dijauhkan dari segala kelemahan, berkeluh gerutu kepada Tian, sesal penyalahanterhadap sesama insan, senantiasa tekun belajar membina diri, hidup benar dari tempat yang rendah ini menuju tinggi menempuh Jalan Suci.
Yakin dalam kehidupan ini Huang Tian senantiasa merakhmati dan menyertai umatNya.

D. Surat Doa Ru Kong/Ru Zhong

Perkenankan saat ini kami memanjatkan doa upacara pemakaman/penyempurnaan badan lahiriah Alm/Almh Daoqin……… yang terkasih.
Dipermuliakanlah…
Daoqin ……… yang terkasih.
Saat ini kehidupan duniawi Daoqin telah selesai, dan tibalah saat suci untuk pemakaman/penyempurnaan badan lahiriah Daoqin untuk dihantarkan pulang kepada yang semula.
Di dalam Kitab Suci Li Ji tertulis: “Qi itu wujud berkembangnya Shen, Roh Insani. Po badan jasad itu wujud berkembangnya Gui, Nyawa dalam kehidupan lahiriah. Perpaduan roh dan nyawa yang harmonis, kehidupan lahir dan batin. Itulah tujuan pendidikan tertinggi dalam Agama. Semua yang dilahirkan pasti akan mengalami kematian, dan yang mati akan kembali kepada tanah. Inilah yang dinamakan berhubungan dengan nyawa, kehidupan lahiriah. Jasad termasuk yang di bawah.Semua yang bersifat Yin kembali kepada tanah. Namun Qi semangat itu akan berkembang, naik memancar bergemilang diantar harum dupa yang semerbak mewangi. Inilah sari dari beratus zat perwujudan dari Shen/Roh.”
Daoqin ……… yang terkasih.
Kami berdoa semoga watak sejati Daoqin, Roh suci yang berasal dari Firman Tian dapat berpulang kembali kepada kebajikan Tian Yang Maha Kuasa dan Maha Gemilang, beroleh damai, tenteram, kekal untuk selama-lamanya. Terimalah hormat kami.
Dipermuliakanlah…
Sembah dan sujud Kehadirat Huang Tian.
Semoga segenap keluarga dan kami semua dijauhkan dari segala kelemahan berkeluh gerutu kepada Tian, sesal penyalahan terhadap sesama insan, melainkan tekun membina diri, hidup benar dari tempat yang rendah menuju ke tempat yang tinggi menempuh Jalan Suci. Kami yakin dalam kehidupan ini Huang Tian senantiasa memberkati, merakhmati, dan menyertai.

E. Surat Doa Qi Fu

Sembah dan sujud kehadirat Tian yang telah berkenan meridhoi keluarga almarhum/ah ………melaksanakan pemakaman/penyempurnaan badan lahiriah alm. sehingga semuanya telah berlangsung dengan baik. Diturunkan kiranya rahmat Tian atas keluarga yang ditinggalkan untuk mampu melaksanakan kewajiban baktinya dan melanjutkan kewajiban hidup masing-masing sebagaimana Tian firmankan; hidup di dalam Jalan Suci yang Nabi bimbingkan; berolehlah berkah sentosa dalam penghidupannya.
Dipermuliakanlah.

F. Surat Doa Zuo San

Sembah dan sujud kehadirat Tian, diperkenan kiranya kami langsungkan upacara suci genap tiga hari pemakaman jenazah alm. Daoqin………
Dipermuliakanlah.

Saat ini keluarga dengan ridho Tian memperingati genap tiga hari upacara pemakaman badan lahiriah Daoqin. Daoqin yang telah diam di alam baqa di dalam haribaan Kebajikan Kemuliaan Tian, keluarga memanjatkan doa: Daoqin senantiasa dalam sentosa dan tenteram.
(kalimat selanjutnya ini hanya bila yang meninggal telah beranak cucu)

Restu Daoqin kiranya senantiasa menyertai putra/putra serta keluarga yang Daoqin tinggalkan dalam menghadapi penghidupan ini. Mampu melaksanakan kewajiban Satya kepada Firman Tian, berbakti kepada leluhur, membina keluarga, beramal baik kepada masyarakat mencintai sesama dan senantiasa di dalam Kebajikan yang Tian rakhmati.
Dipermuliakanlah.

G. Surat Doa Zuo Qi

Sembah dan sujud kehadirat Tian, perkenankan saat ini kami dan keluarga Alm/Almh Daoqin……… melaksanakan upacara suci tujuh hari berpulangnya Alm/Almh......... menuju alam Xian Tian, alam yang abadi. Semoga ridho dan rakhmat Tian serta bimbingan Nabi, para suci, para leluhur, keluarga mampu melaksanakan tugas kewajiban hidup di dunia ini dan senantiasa hidup di dalam Jalan Suci, jalan kebajikan yang diberkati Tian Yang Maha Kasih. Dipermuliakanlah.
Alm/Almh Daoqin……… yang terkasih.
Segala perilaku luhur Daoqin akan senantiasa dikenang, dijunjung, dan dilanjutkan serta menjadi suri teladan segenap keluarga. Upacara peringatan tujuh hari ini merupakan wujud dari rasa hormat, kasih, dan bakti keluarga kepada insan yang dicintai yang penuh kasih bagi keluarganya.Saat ini keluarga memohon restu Daoqin agar mampu melanjutkan tugas kewajiban hidup yang sesuai firman Tian, membina diri, menempuh Jalan Suci, jalan yang wajib dilakukan dalam kehidupan ini.
Kiranya suri teladan kebajikan Daoqin menjadi dorongan dan semangat keluarga untuk menegakkan Firman Tian, yaitu mengembangkan kebajikan yang dibimbingkan Nabi Kongzi yakni hidup dalam cinta kasih, kebenaran, susila, bijaksana sehingga dapat dipercaya. Keluarga dengan semangat bakti tidak melupakan harapan dan cita-cita Daoqin yang luhur. Keluarga dengan penuh iman dan ketulusan hatimenaikkan doa semoga arwah Daoqin tenteram dan damai di alam baqa dan suci di dalam kemuliaan Tian Yang Maha Gemilang.
Dipermuliakanlah.
Sembah dan sujud Kehadirat Huang Tian, semoga segenap keluarga dijauhkan dari sifat lemah, keluh gerutu kepada Tian, sesal penyalahan terhadap sesama insan, melainkan beroleh anugerah kekuatan dan kemampuan sehingga mampu membina diri, hidup benar dari tempat yang rendah menuju tinggi menempuh Jalan Suci. Yakin dalam kehidupan ini Tian menyertai dan memberkati semua umatnya.
Shanzai.

G. Surat Doa 49 hari

Berkenan Tian, saat ini kami laksanakan upacara peringatan 49 hari menjelang 50 hari wafat bagi Daoqin
Daoqin/Bpk/Ibu alm/almh……… yang terkasih.

Saat ini kami berhimpun bersama untuk memperingati 49 hari menjelang 50 hari wafat Daoqin semenjak berpulang keharibaan Tian setelah menunaikan tugas kewajiban hidup sebagai manusia yang mengemban Firman Tian, yaitu menempuh Jalan Suci dan mengembangkan Xing/Watak Sejati karunia Tian yang luhur dan suci adanya.
Kami panjatkan doa memohon kemurahan dan kasih Huang Tian agar arwah Daoqin di alam yang abadi mendapatkan tempat yang baik, tenang, tenteram, dan damai sentosa di dalam kemuliaan Huang Tian yang Maha Suci. Kita renungi ayat-ayat suci dalam kitab Zhong Yong bab XIX ayat 19 “Iman, itulah Tian Dao/Jalan Suci Tuhan YME, berusaha beroleh iman adalah Ren Dao/Jalan Suci Manusia, yang telah beroleh iman itu ialah setelah memilih kepada yang baik lalu didekap sekokoh-kokohnya dan dengan kesungguhan hati melaksanakannya.”

Kitab Da Xue bab utama mengajarkan agar manusia sebagai insan yang mulia wajib menggemilangkan kebajikan yang bercahaya, mengasihi rakyat dan berhenti di puncak kebajikan. Hanya pada kebajikan Tian berkenan, milikilah yang satu yaitu Kebajikan.
Kepadanya hati Tuhan YME berkenan.
Sesungguhnya berlaksa benda tersedia lengkap di dalam diri, kalau memeriksa diri ternyata penuh iman, tiada kebahagiaan yang lebih besar daripada itu. Sabda Yasheng Mengzi.
Semoga rakhmat dan ridho Tian senantiasa menyertai arwah Daoqin di alam yang baqa dan suci.Semua anak, cucu, dan semua keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dan kemampuan untuk meneruskan cita-cita luhur Daoqin di dalam kebajian, sehingga cahaya suci Tian, bimbingan Nabi Kongzi menuntun keluarga dan kami semua untuk menempuh Jalan Suci yang Tian Firmankan. Dipermuliakanlah…
Sembah dan sujud Kehadirat Huang Tian, semoga dijauhkan kami dan segenap keluarga dari segala kelemahan, melainkan kekuatan iman, tekun membina diri, dari tempat yang rendah menuju tinggi.Yakin dalam kehidupan ini Huang Tian senantiasa mencerahkan, menyertai, dan memberkati semua umatnya.

I. Surat Doa 100 hari

Berkenan Tian saat ini kami laksanakan upacara suci peringatan genap 100 hari wafat bagi Alm/Almh Daoqin
Dengan upacara peringatan ini, keluarga berharap mampu memberikan ketenteraman dan kedamaian bagi arwah insan yang dikasihi dan dihormati di alam baqa, di dalam cahaya cemerlang kebajikan Tian Yang Maha Suci.
Alm/Almh Daoqin……… yang terkasih.
Saat ini kami berhimpun bersama keluarga Daoqin untuk memperingati serta menaikan doa bagi perjalanan Daoqin di alam baqa, memohon kepada Tian Yang Maha Kuasa berkenan memberikan kesentosaan, kedamaian, ketenteraman bagi arwah Daoqin.
Kini segenap masalah kehidupan duniawi Daoqin telah selesai, dipulangkan kembali kepada Tian Sang Maha Pencipta sesuai dengan Firmannya.
Didalam kitab Zhong Yong, Tian berfirman: “Aku berkahi kebajikan yang bercahaya itu yang tidak besar suara dan rupa”.
Nabi Kongzi bersabda, “Suara dan rupa itu bagian yang paling akhir untuk kehidupan”. Kebajikan itu ringan bagai bulu, namun bulu masih ada bandingnya.
Tuhan Yang Maha Agung dan pendukung semuanya itu tiada bersuara dan tiada berbau. Demikianlah kesempurnaannya.
Sembah dan sujud Kehadirat Huang Tian,berkenan Tian memberikan tempat yang layak dan mulia bagi arwah saudara kami terkasih, damai, tenteram, sentosa untuk selamanya. Bagi keluarga yang ditinggalkan beroleh karunia kekuatan dan kemampuan untuk berteguh iman dalam menjalani kehidupansesuai dengan Firman Tian dan bimbingan Nabi agar hidup senantiasa diberkati.
Yakin dalam kehidupan ini Huang Tian senantiasa menyertai, mencerahkan semua umatnya.

J. Surat Doa Xiao Xiang

Diperkenan kiranya saat ini kami langsungkan upacara Xiao Xiang, bahwa telah genap 1 tahun wafat bagi arwah Daoqin……… Semoga upacara suci Xiao Xiang ini membawakan kekuatan dan kemampuan iman bagi keluarga yang ditinggalkan agar selalu dapat melanjutkan cita-cita luhur daripada Alm/Almh, sesuai dengan Firman Tian serta bimbingan Nabi Kongzi, Genta penyedar hidup ini.
Dipermuliakanlah Daoqin
Walaupun Daoqin telah meninggalkan kami, keluarga, saudara seiman setahun yang lalu, namun semangat dan pribadi Daoqin tetap hidup di dalam kenangan; semoga segala perkara yang luhur menjadi pedoman dan langkah kehidupan keluarga yang Daoqin tinggalkan. Walaupun segala kenangan itu menimbulkan rasa haru dan perih, namun biarlah semuanya itu menjadi pendorong semangat untuk melaksanakan tugas kewajiban sebagaimana di Firmankan Tian bagi hidup insani dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan kemanusiaan. Terimalah hormat yang kami naikkan dengan setulus hati dan dengan sepenuh kebajikan di dalam hati.
Dipermuliakanlah.
Puji syukur kehadirat Tian
Boleh kiranya anugerah
Kekuatan dan kemampuan yang Tian limpahkan kepada kami,
Menjadikan kami mampu untuk mengendalikan diri dengan senantiasa belajar dari tempat rendah ini,
Terus maju menuju tinggi menempuh Jalan Suci yang Tian Firmankan.
Teguhlah iman, yakin bahwa Tian Maha Penilik, Pembimbing dan Penyerta kehidupan ini.
Shanzai.

K. Surat Doa Da Xiang

Diperkenan kiranya saat ini kami langsungkan upacara Da Xiang bagi arwah Daoqin……… yang telah genap menginjak tiga tahun sejak wafat Daoqin. Dengan upacara suci ini kiranya dipupuk semangat bakti keluarga sebagaimana disabdakan di dalam kitab suci Sishu “Hati-hatilah pada saat orangtua meninggal dunia dan janganlah lupa memperingati leluhur sekalipun kepada yang telah jauh. Dengan demikian maka keluarga akan tebal kembali kebajikannya.” Dengan demikian dijunjung kebajikannya, ditegakkan Firman Tian, dimuliakan leluhur sebagai pernyataan satya kepada Tian Yang Maha Esa. Berlaku cinta kasih, tenggang rasa kepada sesama manusia sehingga berkah sentosa Tian boleh diturunkan atas kehidupan ini. Semoga keluarga akan mampu melaksanakan Jalan Suci yang diajarkan oleh Nabi Kongzi. Tertulis di dalam kitab Daxue “Menggemilangkan kebajikan, mengasihi kepada sesama manusia dan berhenti di puncak baik.”
Dipermuliakanlah.
Daoqin……… biarpun kita telah berjauhan, tetapi pribadi Daoqin tetap menjadi suatu kenangan di dalam sanubari. Kiranya di alam baqa, di tempat damai di haribaan kemuliaan kebajikan Tian dapat memancarkan cahaya Terang kebajikan yang cemerlang sehingga menjadikan suluh dan pembimbing di dalam kehidupan keluarga yang masih wajib mengemban amanat suci yakni tugas kewajiban hidup yang Tian Firman-kan sehingga mampu menempuh Jalan Suci, jalan lurus kebenaran, mendiami rumah sentosa di dalam cinta kasih. Dengan upacara suci Da Xiang ini keluarga menggenapkan kewajiban pengantaran dalam perjalanan Daoqin di alam baqa, di dalam cahaya cemerlang kebajikan Tian Yang Maha Esa. Terimalah hormat yang kami naikkan dengan setulus hati dan dengan sepenuh iman.
Dipermuliakanlah.
Puji syukur kehadirat Tian
Boleh kiranya anugerah
Kekuatan dan kemampuan yang Tian limpahkan kepada kami,
Menjadikan kami mampu untuk mengendalikan diri dengan senantiasa belajar dari tempat rendah ini,
Terus maju menuju tinggi menempuh Jalan Suci yang Tian Firmankan.
Teguhlah iman, yakin bahwa Tian Maha Penilik, Pembimbing dan Penyerta kehidupan ini.
Shanzai.

L. Surat Doa Zu Ji

………yang kami hormati dan cintai, pada pagi suci peringatan hari Wafat ……… ini kami naikkan hormat dan mengenangkan segala peringatan yang luhur.
Dengan upacara ini kami tanam dan kembangkan kesadaran untuk tidak melupakan segala perkara yang mulia dari para leluhur meskipun telah jauh. Sebagaimana disabdakan di dalam kitab Sishu “Seorang susilawan itu mengutamakan pokok, karena setelah pokok itu tegak, Jalan Suci itu akan tumbuh dengan sendirinya. Bakti dan Rendah Hati itulah Pokok segala perilaku Cinta Kasih, Kebajikan yang cemerlang itu. Daripadanya ajaran Agama berkembang.
Semoga upacara ini beroleh restu para leluhur; Tuhan YME berkenan merakhmati dan membimbing dalam mengembangkan Kebajikan dan menempuh Jalan Suci.
Terimalah hormat dan bakti yang kami sampaikan di dalam ketulusan hati, dengan sepenuh Kebajikan di dalam hati.
Dipermuliakanlah.

 

Penutup

Tim perumus menyadari bahwa draft upacara duka ini jauh dari sempurna. Maka diperlukan kritik yang membangun untuk meluruskan, memperjelas, dan melengkapi penyempurnaan draft ini. Terima kasih.  

 

Lampiran

A. Lampu

Pembuatan Lampu Kurung putih persegi, ukuran 40 x 40 cm x tinggi 50 cm dengan tulisan:
1. A Men/Fu artinya Keluarga marga A.  
2. San Dai Da Fu/Mu Bapak/ ibu tiga generasi.
3. Yan Zhi (untuk laki) Zhi mu (untuk ibu)
4. Xiang Nian (usia meninggal) untuk 60 tahun ke atas atau sudah punya cucu ditambah 3 tahun. Bila belum tidak berhak menambah.



Untuk lampu merah berbentuk Lampion dibawa anak lelaki sebagai penuntun Arwah. Xiang Lu dibawa oleh Putra atau menantu Sulung putra, yang lain bawa foto, dan lain-lain. Khusus putra bungsu atau cucu sulung bawa ekor/ujung bambu kuning ada daunnya dan tulisan Yin Hun Xi Gui menuntun arwah kembali ke barat. Segenap putra ahli waris membawa tongkat bambu kuning yang ujungnya pakai ikatan kain merah.

B. Pakaian Perkabungan

Tanda perkabungan dengan ikat kepala terbuat dari kain berbentuk pita ukuran 8 x 80 cm
1. Kain belacu untuk anak atau generasi ke 2 termasuk mantu. 
2. Kain mori atau kasa putih untuk cucu atau generasi ke 3.           
3. Kain mori ada kotak biru untuk generasi ke 4.
4. Kain mori dengan kotak kuning di dahi untuk generasi ke 5.
5. Kain warna merah semua untuk generasi ke 6. Sedangkan untuk menantu generasi ke 2 atau 3 pakai kain. Mori putih ada kotak merah di dahi ini tanda menantu yang lain marga/menantu lelaki/luar. Untuk besan pakai kain mori ada strip merah horizontal melintang yang diikatkan pada lengan bukan ikat kepala. Ikatan pada lengan bila yang meninggal lelaki pada tangan kiri, bila yang meninggal perempuan pada lengan kanan, demikian pula berlaku bagi kerabat jauh yang masih ada jalinan keluarga tanda berkabung cukup ikatan pada lengan, untuk sanak keluarga dan keturunan langsung harus ikat di kepala.


Ikat kepala tanda perkabungan wajib dikenakan (Kitab Liji II A Tan Gong II A ayat 25 halaman 68) dengan menambahkan topi rami untuk lelaki maupun kerudung untuk perempuan itu boleh saja menambah makna tetapi tidak wajib.

C. Simbol Duka

Untuk upacara duka, pakai huruf 奠 Dian (simbol duka) ditulis yang besar di tengah Zhuo Wei maupun Lian. Simbol Muduo boleh dipakai tetapi kecil saja karena itu lambang agama Khonghucu, adalah kurang tepat bila tanpa huruf奠 Dian untuk duka. Jadi simbol Muduo di atas huruf奠 Dian yang ditonjolkan. Jangan hanya pakai Muduo saja.

D. Berpantang

Jiong bukan berarti tidak boleh berkunjung belasungkawa ke rumah duka, melainkan perlu lebih waspada dan menghindari melihat:
1. Jenazah Ru Mu/Ru Lian.      
2. Jenazah masuk mobil.       
3. Jenazah masuk liang lahat.
Bekali diri dengan pita merah.

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:453 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:944 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:135 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:257 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:154 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:420 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:309 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:241 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:185 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:735 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 91 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com