spocjournal.com

Rakernas Rohaniwan 2016 : Pembinaan Pra Nikah Dan Tata Upacara Pernikahan Agama Khonghucu

 Oleh: Tim Rakernas Rohaniwan 2016

 

TIM PERUMUS:

Ketua: Ws.Mulyadi,S.Pd.Ing.,M.Ag.
Wakil Ketua: Js.Sunarta Hidayat
Anggota: Lany Guito,S.E.
Anggota: Ws.Hariyanto,S.H.
Anggota: Ws.Ferry Lauwiatna
 
 

BAB I
LANDASAN FILOSOFIS


Pasal 1

  1. Pernikahan adalah merupakan tugas suci manusia yang bermaksud untuk menyatu-padukan kebaikan/kasih antara dua keluarga yang berlainan marga; ke atas mewujudkan pengabdian kepada Tian Yang Maha Esa dan ke bawah meneruskan keturunan. Maka seorang Susilawan (Junzi) sangat menaruh perhatian.
  2. Pernikahan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang harmonis, bahagia dan sejahtera serta melangsungkan keturunan. “. . . . demikianlah kini mereka menjadi satu tubuh (Heti), sama mulia dan sama rendah; dan berjanji untuk saling mengasihi.”
  3. Pernikahan dilaksakan dengan penuh hormat, hati-hati, penuh perhatian, menjaga tepat benar dalam segala hal, dan selanjutnya saling mengasihi (Jing,Shen, Zhong, Zheng, Qin)
  4. “Persahabatan dimulai dengan tangisan dan ratapan, dan kemudian tertawa. Bila dua hati bertemu, tajamnya mampu memutus logam; kata yang keluar dari sepakatnya hati, semerbak wangi bagai bunga lan” (Yijing Babaran Agung B VII:43)

 

Pasal 2

  1. Upacara pernikahan diawali dengan acara pertunangan dengan memberikan tanda lamaran (Nacai), menanyakan nama gadis yang dilamar (Wenming) beserta hari, tanggal, dan waktu kelahirannya; dikaji rahmat dan nahasnya (Najie); pertukaran mahar (Nazheng), berupa berbagai pemberian, dan permohonan penetapan waktu (Qingqi).
  2. Upacara pertunangan dapat dilaksanakan oleh keluarga dan atau di tempat ibadah Khonghucu.

 

BAB II
PERSYARATAN ADMINISTRASI LIYUAN PERNIKAHAN

Pasal 3

  1. Sudah berusia 18 tahun atau dewasa
    1. Status belum pernah menikah (lajang); masing-masing calon mempelai tidak atau belum terikat dengan seseorang yang dapat dianggap sudah hidup sebagai suami isteri.
    2. Bagi yang pernah menikah (status janda atau duda) dapat mengajukan Liyuan pernikahan dengan melampirkan persyaratan tambahan.
  2. Mengajukan surat permohonan kepada MAKIN setempat dengan cara mengisi formulir isian selambat-lambatnya satu bulan sebelum upacara pernikahan (Liyuan) dilaksanakan
  3. Menyerahkan pas foto berdua/berpasangan, ukuran 4x6 sebanyak 5 lembar (laki-laki sebelah kanan mempelai wanita), latar belakang warna merah.
  4. Menyerahkan fotokopi akte kelahiran, KTP kedua calon mempelai (beragama Khonghucu), KTP kedua belah pihak orangtua dan para saksi, dan Kartu Keluarga.
  5. Menyerahkan Surat Pengantar Untuk Menikah dari Kelurahan/Desa setempat (Formulir N1=Surat Keterangan untuk Nikah, N2=Surat Keterangan asal-usul, N3=Surat Persetujuan mempelai, N4= Surat Keterangan tentang orang tua)
  6. Menandatangani dan menyerahkan surat persetujuan dari orangtua atau wali masing-masing.
  7. Menyertakan dua orang sebagai saksi yang beragama Khonghucu.

 

BAB III
PEMBINAAN CALON MEMPELAI

Pasal 4

  1. Kedua calon mempelai wajib mengikuti pembinaan pra-nikah sekurang-kurangnya dalam 1 bulan 4 kali pertemuan  yang dilaksanakan oleh rohaniwan Pembina (Js/Ws/Xs).
  2. Wajib hadir dan mengikuti kebaktian yang diadakan oleh MAKIN dan atau tempat ibadah agama Khonghucu setempat minimal tiga bulan  sebelum pelaksanaan Liyuan pernikahan .
  3. Kedua calon mempelai sudah melaksanakan Liyuan (peneguhan iman) sebagai umat Khonghucu minimal satu bulan sebelum pelaksanaan Liyuan pernikahan.
  4. Kedua mempelai yang akan melaksanakan Liyuan pernikahan wajib berpantang (chicai) selama tiga hari sebelumnya.

 

BAB IV
ROHANIWAN PELAKSANA LIYUAN PERNIKAHAN
Pasal 5

  1. Pelaksana Liyuan pernikahan harus dilaksanakan oleh seorang Rohaniwan Khonghucu (Xs/Ws/Js)
  2. Rohaniwan mempunyai latar belakang kehidupan keluarga yang baik dan harmonis sebagai panutan bagi umat.

 

BAB V
PEMBEKALAN BAGI CALON MEMPELAI
Pasal 6

  1. Materi meliputi:
    1. Pengenalan Diri 
    2. Termometer Cinta Kasih
    3. Keharmonisan dalam Rumah Tangga (Zhonghe)
    4. Delapan Kebahagiaan Hidup
    5. Mempersiapkan Kehadiran Sang Bayi

 

  1. Pelatihan Tata Ibadah meliputi :
    1. Urutan upacara Liyuan pernikahan
    2. Cara penaikan dupa dan menghormat dengan tepat
    3. Menghafalkan doa dan lagu rohani
    4. Cara melakukan  san gui jiu kou (tiga kali berlutut, sembilan kali menundukkan kepala)

 

PENJELASAN PASAL DEMI PASAL

Penjelasan Bab I pasal 1:
Perkawinan semarga yang dimaksudkan disini adalah:

  1. Berhubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah atau ke atas (kakek, nenek, orang tua, anak, cucu dan seterusnya)
  2. Berhubungan semarga dalam garis keturunan menyamping yaitu antara saudara, antara seorang saudara dengan seorang saudara sepupu, baik dari orangtua laki-laki  maupun perempuan.

Bab I pasal 2:
Meminang dan Pertunangan adalah proses dimana orangtua calon mempelai pria meminta persetujuan kepada orangtua calon mempelai perempuan untuk menjadikannya sebagai calon isteri bagi puteranya dan sebagai calon menantu.
Tata cara melamar atau meminang (dilakukan oleh keluarga):

Sebelum pinangan/lamaran diajukan, kedua insan yang saling mengenal, tahapan ini dikenal dengan sebagai masa pacaran, keduanya berusaha untuk saling mengenal dan memahami pribadi masing-masing lebih dekat lagi. Untuk mengenal kelaurga kedua pihak, kunjungan secara silih berganti sebagai penjajakan atau untuk mengetahui apakah kehadirannya ditengah-tengah keluarga kelak dapat diterima tidak. Apabila telah diperoleh isyarat bahwa hubungan mereka mendatap restu, utamanya dari orangtua pihak perempuan, maka orangtua pihak laki-laki akan mengajukan pinangan kepada orangtua pihak perempuan. Dalam tahapan ini, orangtua pihak laki-laki mengutarakan keiginannya untuk menyunting anak gadis sebagai isteri bagi puteranya. Setelah mendapat persetujuan dari orangtua si gadis, maka orangtua pihak laki-laki menyerahkan ‘angpau/hongpao’ yang dikemas. Ada juga yang menyertai dengan kalung yang dikenakan langsung kepada si gadis oleh ibu dari si pemuda.
Apabila terdapat kesepakatan dari kedua belah pihak keluarga, tahapan berikutnya dilanjutkan dengan pertunangan atau tukar cincin; atau dilanjutkan dengan kunjungan untuk menentukan hari pernikahan. (Shangri/Pinli) 1

 

Penjelasan Bab II pasal 3:
Point a. Bagi calon mempelai yang berusia di bawah 18 tahun harus mendapatkan izin tertulis dari kedua orang tua yang bersangkutan.
Point b  2. 1   Melampirkan surat keterangan cerai atau surat keterangan kematian
2.2  Akte perceraian dari instansi yang berwenang (Pengadilan Negeri atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil)
2.3    Surat Pernyataan dari calon mempelai yang akan menikah
Point c, d sudah jelas      
Point e. Bagi calon yang belum berKTP agama Khonghucu , melampirkan bukti resi permohonan pembuatan dan perubahan KTP dengan mencantumkan agama Khonghucu dan/atau mengganti kolom agama menjadi Khonghucu.
Point f, g sudah jelas
Pasal 4 sudah jelas

Penjelasan Bab III pasal 5

  1. Dalam hal calon mempelai berdomisili di luar daerah lain atau di luar negeri pembinaan dapat dilakukan dengan menggunakan media sosial atau perangkat digital.
  2. Bagi calon mempelai yang berdomisili di daerah atau di luar negeri yang belum mempunyai tempat ibadah Khonghucu, sekurang-kurangnya dalam tiga belum sebelum dilaksanakan Liyuan pernikahan wajib mengikuti kebaktian beberapa kali di MAKIN/Tempat ibadah Khonghucu dimana calon mempelai akan melaksanakan Liyuan pernikahan.
  3. sudah jelas
  4. Yang dimaksud dengan berpantang (chicai) adalah bukan hanya berpantang makanan melainkan juga berpantang perilaku.

Bab IV Pasal 5 point a, b sudah jelas
Bab V Pasal 6
Point a. Materi meliputi:

  1. Pengenalan Diri  : masing-masing calon pengantin saling memahami diri sendiri dan pasangan dengan dasar konsep Yin Yang  阴 阳 & xiushen 修身(pembinaan diri)
  2. Termometer Cinta Kasih : menentukan prioritas hidup yang menjadi dasar ikatan pernikahan mereka, cara mengatasi masalah & menemukan solusi dengan dasar keimanan Khonghucu.
  3. Keharmonisan dalam Rumah Tangga (Zhong he): peran suami-istri dlm wulun &perencanaan kehidupan pernikahan yang sukses meliputi:
    1. perencanaan pekerjaan & pengelolaan keuangan
    2. perencanaan kelahiran anak
    3. asuransi kesehatan & pendidikan
    4. perencanaan masa tua
  4. Delapan Kebahagiaan Hidup : manusia bahagia ketika memiliki 8  hal, antara lain:
    1. Orangtua yang mampu merawat & mendidik serta memfasilitasi kebutuhan hingga dewasa
    2. Saudara kandung/tiri/seiman & teman/ sahabat yang mencintai & menolong
    3. Guru-guru & Maha Guru Nabi Kongzi sebagai penuntun kesuksesan hidup
    4. Karier yang tepat sebagai pendukung ekonomi
    5. Pasangan hidup yang sesuai dan saling melengkapi
    6. Anak-anak yang sehat, cerdas & berbakti
    7. Masa tua yang sehat, sejahtera, dan masih dapat berkontribusi bagi lingkungan
    8. Kedewasaan Sosial peka terhadap lingkungan sosial dimana dia tinggal
  5. Mempersiapkan Kehadiran Sang Bayi:
    1. Proses kehamilan hingga kelahiran
    2. Pendidikan anak dalam kandungan & setelah lahir

 
Kelima topik dikemas dalam bentuk buku dengan mengutamakan ilustrasi berupa gambar / diagram & kuis serta bedah kasus sebagai penjelasan. Materi untuk rohaniwan pembimbing akan disajikan dalam power poin.
Point b. Urutan Upacara Liyuan Pernikahan sesuai dengan Tata Aturan Dewan Rohaniwan Agama Khonghucu Indonesia Beserta Berbagai Panduan Tata Upacara dan Kode Etik Rohaniwan, SGSK: 36/2010 Edisi Khusus, MATAKIN, halaman 48-53

REKOMENDASI:
Diharapkan kepada Deroh Matakin dapat mengeluarkan Shikou untuk topik berikut ini:
Liyuan Pernikahan Beda Agama
Liyuan pernikahan beda agama dapat dilaksanakan dengan catatan  calon mempelai non Khonghucu beserta orangtua atau walinya memenuhi ketentuan berikut:

  1. Mengisi dan menantangani Formuir Permohonan Liyuan Pernikahan
  2. Calon mempelai wajib membuat Surat Pernyataan yang ditandatangani di atas meterai (cukup), bahwa dirinya belum pernah menikah dan ikhlas untuk menyertai calon istri/suaminya dalam upacara Liyuan pernikahan dan apabila terjadi gugatan hokum akibat Liyuan Pernikahan yang dilakukannya itu, adalah menjadi tanggung jawabnya sendiri secara penuh.
  3. Wajib mendampingi calon istri/suami untuk mengikuti pembinaan bagi calon mempelai yang akan melaksanakan Liyuan pernikahannya.
  4. Pada saat Liyuan wajib disertai dua orang saksi yang beragama Khonghucu dan kedua saksi wajib turut serta saat Liyuan berlangsung.

 

Referensi

  1. Pendidikan tentang Kebajikan perempuan (Fude), bicara perempuan (Fuyan), wajah/perilaku perempuan (Fuyong), dan karya perempuan (Fugong). Setelah sempurna pendidikan diterima, ia melakukan sembahyang (kepada leluhur) dengan persembahan berupa hewan kurban (Sheng), dan sayur yang dibuat dari rumput dan ganggang (Shijing I.1). Demikianlah ia disempurnakan di dalam kepatuhan yang wajib bagi seorang isteri. (Liji XLI:10, halaman 689)
  2. … demikianlah kini mereka menjadi satu tubuh (heti), sama mulia dan sama rendah, dan berjanji untuk saling mengasihi. Penuh hormat , hati-hati, penuh perhatian, menjaga benar-benar segala hal, dan selanjutnya saling mengasihi (Jing, Shen, Zhong, Zheng, Qin) -  (Liji XLI:2, halaman 687)
  3. … kepatuhan seorang isteri ialah patuh kepada kedua orang mertua, harmonis rukun dengan seisi rumah, dan selanjutnya menjadi pasangan yang cocok bagi suaminya, dan dapat mengerjakan semua pekerjaan yang berkait dengan sutera dan lenan, membuat pakaian dan bahan sutera; merawat dan menjaga berbagai perlengkapan dan gudang (milik keluarga).
  4. Maka bila kepatuhan isteri yang wajib digenapi, kemudian akan terpelihara kerukunan di dalam keluarga, maka akan langgeng lestarilah kehidupan keluarga itu. Maka para raja suci itu sangat menaruh perhatian (terhadap upacara pernikahan)- Liji XLI:8-9, halaman 689
  5. Keselarasan hidup bersama anak isteri itu laksana alat musik yang ditabuh harmonis. Kerukunan diantara kakak dan adik itu membangun damai dan bahagia. Maka demikianlah hendaknya engkau berbuat di dalam rumah tanggamu, bahagiakanlah isteri dan anak-anakmu.  Dengan demikian yang menjadi ayah bundapun akan tenteram hatinya. (Zhongyong Bab XIV:2)

REKOMENDASI:
Diharapkan kepada Deroh Matakin dapat mengeluarkan Shikou untuk topic berikut ini”

Liyuan Pernikahan Beda Agama
Liyuan pernikahan beda agama dapat dilaksanakan dengan catatan  calon mempelai non Khonghucu beserta orangtua atau walinya memenuhi ketentuan berikut:

  1. Mengisi dan menantangani Formuir Permohonan Liyuan Pernikahan
  2. Calon mempelai wajib membuat Surat Pernyataan yang ditandatangani di atas meterai (cukup), bahwa dirinya belum pernah menikah dan ikhlas untuk menyertai calon istri/suaminya dalam upacara Liyuan pernikahan dan apabila terjadi gugatan hokum akibat Liyuan Pernikahan yang dilakukannya itu, adalah menjadi tanggung jawabnya sendiri secara penuh.
  3. Wajib mendampingi calon istri/suami untuk mengikuti pembinaan bagi calon mempelai yang akan melaksanakan Liyuan pernikahannya.
  4. Pada saat Liyuan wajib disertai dua orang saksi yang beragama Khonghucu dan kedua saksi wajib turut serta saat Liyuan berlangsung.

(Khusus ketentuan ini disesuaikan dengan Hukum Perkawinan Khonghucu )
Zhai Jie Mu Yu 斋戒沐浴(Berpantang/Berpuasa Mandi Keramas)

Demikianlah menjadikan umat manusia di dunia berpuasa, membersihkan hati dan mengenakan pakaian lengkap sujud bersembahyang kepada Nya. (Zhongyong XV/3)
Maka umat Khonghucu wajib untuk melaksanakan zhai jie mu yu斋戒沐浴(Berpantang/Berpuasa Mandi Keramas) dan Ming 明 (pencerahan batin) mana kala kita akan bersembahyang “besar”.
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia zhai jie mu yu斋戒沐浴(Berpantang/Berpuasa Mandi Keramas) dan Ming 明 (pencerahan batin) adalah sesuatu yang dilarang menurut adat atau kepercayaan atau sedang dalam keadaan tidak boleh makan sesuatu yang terlarang. Jadi yang dimaksud zhai jie mu yu 斋戒沐浴(Berpantang/Berpuasa Mandi Keramas) dan Ming 明 (pencerahan batin) adalah membersihkan diri (menyucikan diri) dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan peribadahan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            

  • Zhai, pantang terkait makanan dan membersihkan hati
  • Jie, pantang terkait perilaku (ucapan)
  • Ming, pantang terkait tentang batin (membersihkan hati dan pikiran)

Dalam hal zhai jie mu yu斋戒沐浴(Berpantang/Berpuasa Mandi Keramas) dan Ming 明 (pencerahan batin) ini, bukan hanya sebatas makanan saja, melainkan juga perilaku. Dengan berpuasa, membersihkan hati, mengenakan pakaian lengkap, tidak melakukan yang tidak susila kita dapat membina diri. (Zhongyong XIX/14).
Pada saat kita akan melakukan zhai jie mu yu斋戒沐浴(Berpantang/Berpuasa Mandi Keramas) dan Ming 明 (pencerahan batin), kita harus dengan sungguh-sungguh menjadikan semuanya suci (lahir-batin), mawas diri terhadap semua benda yang berpengaruh, menghentikan berbagai kegemaran dan keinginan, telinganya tidak mendengarkan musik, juga kaki dan tangan tidak melakukan gerak langkah yang sia-sia,  maka jika tidak ada urusan besar, dan benar-benar didorong oleh rasa sujud dan hormat, maka tidak akan dilakukan. zhai jie mu yu斋戒沐浴(Berpantang/Berpuasa Mandi Keramas) dan Ming 明 (pencerahan batin) dilakukan selama 7 hari, untuk mencapai ketetapan kemudian dilanjutkan selama 3 hari untuk kesempurnaan (Liji XXII/6) Jing Ming Zhi De.
Pada waktu bersuci diri, macam makananya diubah. (Lunyu X/7/2)

Makanan :

  1. Pantang makanan berjiwa (darah) / Menyucikan diri
  2. Pantang makanan berpenyedap / Keprihatinan
    Dalam hal ini makanan dapat dimasak/dibakar tetapi tidak menggunakan bumbu
  3. Pantang makanan yang diolah (apa adanya)/ Kesederhanaan
    Contohnya : buah-buahan dan sayuran mentah.
  4. Pantang makanan yang merusak lingkungan /Menjaga keharmonisan dengan lingkungan
    Seperti : Pisang, ubi-ubian (tanaman ini dimakan atau tidak bila sudah berbuah pasti mati)

Perilaku :

  1. Yang tidak susila jangan dilihat / Tidak melihat hal-hal yang bisa menimbulkan/mengakibatkan menyalahi jalan suci
  2. Yang tidak susila jangan didengar
  3. Yang tidak susila jangan diucapkan/dibicarakan
  4. Yang tidak susila jangan dilakukan. Mengendalikan nafsu untuk selalu berbuat dalam jalan suci (tidak melakukan/menerima yang bukan hak dan wewenangnya)
    (Lunyu XII/1)
  5. Pikiran jangan sesat (Lunyu II/2). Memikirkan sesuatu yang dapat menimbulkan orang lain celaka

Harapan/tujuan zhai jie mu yu斋戒沐浴(Berpantang/Berpuasa Mandi Keramas) dan Ming 明 (pencerahan batin)  :

  • Selalu berbuat sesuai watak sejati (firman Tian)
  • Membina diri (mengendalikan nafsu/gua yu dan memperbaiki kekeliruan/gai guo) agar bisa menjadi lebih baik/shang da
  • Menggenapi firman (menjadi manusia yang manusiawi/cheng ming)

Waktu :
Dilakukan saat kita akan bersembahyang besar kepada Huang Tian Shang Di Yaitu:

  • Ci  sembahyang di musim semi : Imlek
  • Yue sembahyang di musim panas : Duanyang
  • Chang sembahyang di musim gugur : Zhongqiu
  • Zheng sembahyang di musim dingin : Dongzhi

Diawali dengan San zhai qi ri : 7 hari zhai jie/berpantang/berpuasa itu membersihkan hati, pikiran dan perbuatan agar selalu sejalan dengan firman Tian untuk berbuat sesuai dengan watak sejatinya yang tercermin di dalam :

  1. Cinta kasih
  2. Kebenaran
  3. Susila
  4. Bijaksana

untuk mencapai ketetapan/tujuan (Liji XXII/6) dengan cara zhai jie/berpantang/berpuasa  jie dan ming (perilaku) kemudian dilanjutkan Zheng zhai san ri : 3 hari zhai jie/berpantang/berpuasa, untuk menciptakan keberesan suasana batin (Liji XXI/I.2) dengan cara zhai jie/berpantang/berpuasa zhai (makanan).

Catatan:

1. Tata Aturan Dewan Rohaniwan Agama Khonghucu Indonesia Beserta Berbagai Panduan Tata Upacara dan Kode Etik Rohaniwan, SGSK: 36/2010 Edisi Khusus, MATAKIN

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:453 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:944 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:135 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:257 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:154 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:420 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:309 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:241 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:185 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:735 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 89 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com