spocjournal.com

Pengalaman Spiritual : Penciptaan Alam Semesta

 Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

 

 

Teori membran telah memberikan legitimasi kepada teori penciptaan alam semesta, bahwa alam ini bukan muncul dengan sendirinya secara kebetulan dari sop cosmos maupun fluktuasi kuantum yang sudah ada di awal. kelahiran alam semesta. Melainkan, justru muncul dari ketiadaan, sebelum semua variabel itu ada.

Belum ada sop cosmos, belum ada partikel-partikel kuantum, belum ada dinamika, belum ada apa-apa yang bisa disebut sebagai sebuah realitas ataupun eksistensi . Karena yang ada adalah ketiadaan. Dari ketiadaan itulah muncul alam semesta ini ( Mustofa,2014: 101-102 ).

Jikalau ditarik benang merah teori diatas, adalah kondisi ketiadaan ( tidak ada apa apa ) dalam Kitab agama Khonghucu Yak King disebut sebagai Maha Kosong ( Wu Ji ). Penciptakan alam semesta mengikuti hukum Tian ( Tian Li ) sekaligus sifatnya yang Maha Kosong ( Wu Ji ) dan juga Maha Ada ( Tai Ji ). Sifat Tian yang Maha Kosong dan Maha Ada itulah menjadi dua unsur Yin Yang ( negative dan positif ).

Lim Khung Sen (2010 ;58 ), pada mula pertama adalah Wu Ji ( Maha Tiada atau Maha Tiada Kutub), yang adalah juga Tai Ji ( Maha Ada atau Maha Kutub ), Tian, Tian Yang Maha Esa , dengan KebajikanNya yang adalah juga Tian Ming ( FirmanNya ) telah menjadikan di dalam Tian Li ( hukumNya ), Liang Yi ( dua prinsip ) yang berwujud unsur Yin dan Yang , unsur Negative dan Positif, sifat perempuan dan Laki-laki, yang satu melengkapi dan menggenapi yang lain

Tai Ji, disebut sebagai Mutlak Besar adalah Tian Yang Maha Esa, menciptakan Yang (tenaga jagad giat ) dan Yin (tenaga jagat tak giat ) yang akhirnya menghasilkan sesuatu diantaranya yang terpandai manusia ( Lee T Oei 2001 : 6 ).

Dari prisnip Yin Yang , yang juga menjadi unsur Yin Yang, diciptakan Si Xiang ( empat peta atau empat rangkaian ) yang masing-masing mengandung dua unsur ; dari Si Xiang diciptakan Ba Gua yang masing masing mengandung tiga unsur Trigram. Dari Ba Gua diciptakan alam semesta dengan sifat sifat Qian ( langit),Dui ( lembah/rawa), Li ( api), Zhen ( petir),Xun ( angin), Kan ( air),Gen (gunung), dan Kun (bumi) .

Proses penciptaan alam semesta dan seisinya merupakan keyakinan sekaligus Iman bagi umat Khonghucu tertera dalam Kitab Yak King ; “ Maha besar Khian Khalik Yang Maha Sempurna; berlaksana benda bermula daripadanya; semuanya kepada Tian, Tian Yang Maha Esa’ ( Tgoan Thwan Sabda 1:1,4).

Tian atau Qian ( Tian Yang Maha Esa ), sebagai pencipta Alam Semesta dan Seisinya memiliki sifat GWAN, Maha Besar, Maha Mulia, Maha Esa, Maha Sempurna. HING, Maha Menembusi, Maha Menjalin, Maha Indah. Li, Maha Pemberkah, Menjadikan orang menuai buah perbuatan. CING, Maha Besar , Maha Kokoh, Maha Abadi, Maha Bijak ( Hexagram 1, Firman . p 2 ).

Tian yang memiliki sifat sebagai Maha Roh ( tertera dalam Kitab Zhongyong Bab XV : 1 ) didalam Yak King Bab VI, Pembahasan p 167 ) disebutkan ;

"Sang Maha Roh itulah yang dikatakan sebagai kuasa gaib yang menciptakan berlaksana benda –makhluk ini.Untuk menggerakkan berlaksana benda ini tiada yang lebih dasyat daripada Guntur; untuk menebarkan berlaksana benda ini tiada yang lebih hebat daripada Angin ; untuk mengeringkan/ membakar berlaksana benda ini tiada yang lebih manggang daripada Api; untuk memberi kegembiraan berlaksa benda makhluk ini tiada yang lebih menyenangkan daripada Paya–paya/ Danau; untuk membatasi berlaksa benda ini tiada yang lebih basah daripada Air; yang menjadikan berlaksa benda-makhluk berakhir dan yang menjadikan berlaksa benda-makhluk bermula tiada yang lebih daripada Gunung. Maka , Api dan Air saling melengkapi;Petir dan Angin tidak saling berlanggaran; Gunung dan Paya-payasaling berjalin pengaruh.”

Dengan demikian terselenggara perubahan dan peleburan serta memberi kesempurnaan berlaksa benda –makhluk ( Yak King p 167 ) Yak King BAB V:8, Jalannya Penciptaan p  165, Tian Khalik Semesta Alam ( TEE atau SIANG TEE ) menyatakan diri ( melakukan penciptaan ) pada saat CIEN , petir, bangun : membereskan pekerjaanNya pada saat SUN, angin, lembut; saling berjumpa ( dengan makhluk ciptaanNya ) pada saat LI, api, lekat; menerima persembahan pada saat KHUN, bumi, penanggap; gembira menyampaikan   kalam/   bicaraNya   pada   saat   TWEE, paya  paya,  gembira;  berperang  (  terhadap  segala  yang jahat ) pada saat KHIAN, langit, mencipta; berpayah dan melepaskan lelah pada saat KHAM, air, jurang, bahaya; dan menyempurnakan kalamNya pada saat KIEN, gunung, diam ( P 165 ).

Penciptaan Alam Semesta pandangan Kitab Yak King diawali dari  CIEN ( petir ), maka secara umum Cien itu adalah  petit = kilat= halilintar yang munculnya diawali dengan kilatan cahaya  sesaat kemudian terdengar suara menggemuruh yang disebut dengan guntur atau gluduk. Kilatan cahaya itu terjadi karena muatan negatif dan positif. Seperti juga unsur Yin Yang yang diciptakan Tian Yang Maha Esa, Yin   dilambangkan negative dan Yang yang dilambangkan positive. Maka kitab Yak King hampir 5000 tahun silam merupakan Wahyu Tian Yang Maha Esa yang secara logika bisa diterima oleh akal dan pikiran termasuk Iman kita.

Dari jalannya proses penciptaan alam, terdapat 8 periode ( delapan proses ) seperti arah jarum jam yakni dari Arah Timur, apa bila dianalogikan menunjukan jam 3 pagi. Tian Yang Maha Esa bekerja pada saat Cien di pagi hari. Seperti juga pandangan Islam bahwa Tian menciptakan alam semesta dan isinya selama 6 hari. Sementara pandangan Kristen mengatakan bahwa Tian bekerja selama 7 hari, pada hari terakhir minggu adalah saatnya Tian istirahat karena itu disebut dengan hari sabat.

Secara Analogi dari  Kitab Yak King menurut saya bahwa penciptaan Alam  Semesta  beserta  isinya  membutuhkan 8 ( delapan periode ) atau delapan hari dari (1)Cien-(2) Sun-(3) Li- (4) Khun-(5)Twee-(6)Khian-(7)Kham –(8) Kien. Penciptaan Alam semesta selama 8 periode suatu angka yang paling sempurna dalam kehidupan ini. Orang Tionghoa  mengganggap  angka  delapan  sebagai  angka yang membawa keberuntungan. Sementara lambang logam mulia ( emas ) memiliki electron dan netron yang sangat stabil yakni jumlahnya 8 ( delapan ). Netron dan electron yang stabil berjumlah 8 itulah yang menyebabkan emas tidak korosi sepanjang masa. Kita juga memiliki Delapan Pengakuan Iman (Ba Cheng Zhen Gui) yang menjadi pokok ajaran Keimanan agama Khonghucu. Angka delapan juga merupakan lambang hexagram dalam Yak King /I Ching yang berkembang menjadi 64, sebagai lambang sel kehidupan.

Yaking Pembahasan BAB V:8 ( p 165), Berlaksana benda diciptakan pada saat Cien; Cien itu berada di Timur. Dibereskan pekerjaannya pada saat Sun ; itu berada di Tenggara. Dibereskan itu bermakna bersih-beresnya berlaksana benda. Li itu menyatakan terang, demikianlah berlaksana benda -makhluk saling berjumpa….. ( p 166 ).

Dari  penjelasan  tersebut  diatas  jelas  bahwa  pada  hari ketiga ( periode Li ) makluk hidup telah tercipta dan saling berjumpa. Ini menunjukan bahwa yang mula-mula diciptakan Tian Yang  Maha  Esa  adalah Alam  Semesta baru kemudian manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada periode  Li  itulah  penciptaan  makhluk  hidup  termasuk manusia dalam bentuk yang sempurna. Maka binatang- binanang telah diciptakan oleh Tian Yang Maha Esa dalam bentuk binatang bukan sebuah telor. Binatang itu setelah melakukan perkawinan baru bertelor yang akhirnya menetas. Maka perdebatan sengit yang menyatakan dahulu mana antara ayam dan telor telah terjawab dalam analogi ini bahwa ayam  lebih dahulu  ada diciptakan Tian Yang Maha Esa pada periode Li.

Pandangan dan pendapat diatas akan menjadi salah apabila Kitab Yak King dipahami sebagai ilmu pengetahuan saja, namun demikian apabila Kitab Yak King dipahami dari sisi rohani yang berkaitan dengan Iman, maka manusia dengan hati nuraninya yang diimbangi dengan Iman melalui kebebasan berpikir secara teodisi serta keberanian mengkaji Kitab Yak King dari sisi Iman, maka akan mendapatkan pemahaman Yak King yang sangat berbeda. Inilah bagian tafsir yang tentu saja setiap orang boleh memberikan kritikan dan pembenaran-pembenaran. Semua manusia di dunia bisa tertawa akan keberanian pendapat ini, tapi saya pun juga boleh tertawa bangga akan inspirasi Iman yang saya dapatkan.

Saya yakin bahwa Nabi Kon Zi pun tidak pernah membenarkan dan menyalahkan ataupun menghakimi setiap persoalan. Namun banyak para pemikir Khonghucu yang  selalu  menjadi  hakim  bahwa  sesuatu  itu  sesuai dengan ajaran Ru Jiao maupun segala sesuatu itu tidak sesuai dengan ajaran Ru Jiao. Penghakiman semacam ini menandakan bahwa mereka terlalu yakin bahwa ilmu dan pemahaman agamanya sudah paling tinggi dibandingkan orang lainnya. Inilah kesombongan sekaligus keangguhan. Oleh sebab itu saya berkeyakinan bahwa diantara kita harus berani menggunakan akal dan rasio bahkan keyakinan agama untuk mengungkap kitab melalui tafsir berdasarkan keyakinan bahwa apa yang kita tafsirkan bukan semata- mata pemikiran kita, melainkan Tian Yang Maha Esa ikut andil dalam upaya kita mengungkap ajaranNya yang luhur itu.

Berdasarkan pada keyakinan itu, maka secara beruntun kita dapatkan kesimpulan yang jelas bahwa Tian Yang Maha Esa yang memilki sifat Wi Ji dan Tai Ji itu telah menciptakan Yin Yang, selanjutnya alam semesta dan seisinya termasuk manusia didalamnya. Proses penciptaan yang sangat gaib tersebut merupakan kuasa gaib Tian Yang Maha Esa dimana manusia hendaknya menerimanya dengan apa adanya.

Jikalau pada periode ketiga ( hari ketiga) yakni Li, dikatakan semua makhluk hidup saling berjumpa, maka secara teodisi pada hari ketiga itu manusia sudah ada dalam bentuk berpasangan laki-laki dan perempuan yang dilambangkan sebagai Khian dan Khun ( langit dan bumi ). Pria dan wanita telah diciptakan dalam bentuknya yang sempurna, yang memiliki Xing ( Watak Sejati ) yang membedakan dengan makhluk hidup lainnya.

Dari diciptanya laki-laki dan perempuan, maka Tian tidak tinggal diam. Tian masih memiliki andil dalam perjalanan manusia. Tian secara terus menerus andil dalam FirmanNya (Tian ming) memberikan kehidupan manusia lewat berkahnya di dalam kandungan Ibu. Terjadinya pertemuan sperma dan ovum dalam kandungan Ibu tentunya Tian ikut andil didalamnya melalui FirmanNya itu.

Jikalau di agama Kristen maupun Islam dikatakan bahwa manusia pertama adalah Adam dan Hawa, maka bagi Khonghucu   dapat dipastikan bahwa apapun namanya, entah itu  Adam dan Hawa atau apa saja, Tian telah menciptakan manusia berpasangan   pada periode ( hari ke tiga) saat Li, setelah alam semesta diciptakanNya. Ini menunjukan kepada kita bahwa pada periode Li itu tentunya manusia dalam jumlah yang sangat sedikit. Meskipun tidak dikatakan berapa jumlahnya, namun dari konsep Yin Yang menganalogikan kepada kita bahwa hanya satu pasangan manusia yang diciptakan oleh Tian Yang Maha Esa.

 

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:167 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:173 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:104 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:644 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:598 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:110 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:190 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:176 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 5 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com