spocjournal.com

Pengalaman Spiritual : Kebahagiaan, Jauh Dari Emosi Akan Bahagia

 

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Emosi disamping akan menjadi penyakit juga akan menjauhkan diri kita dari kebahagiaan. Orang yang bahagia tidak akan membiarkan emosinya meluap-luap. Mereka yang bisa mengendalikan emosi, jiwanya stabil sehingga mampu menghadapi semua persoalan dengan enjoy. Begitu pula sebaliknya, bagi mereka yang mudah emosi, akan menyesal dikemudian hari.   Seorang yang mudah emosi, ucapan dan kata-katanya diluar kenormalan. Sementara seorang yang bijak kata-katanya terkendali sehinggga tidak menyakitkan hati orang lain dan tentunya akan menjadikan dirinya bahagia bahkan membuat berkah baginya. Mengzi berkata,” Kata-kata yang tidak benar itu tidak membawa berkah, yang benar-benar tidak membawa berkah itu ialah usaha hendak menutupi para Bijaksana “ (Mengzi IV B:1).

Hendaknya kita menghindari perasaan emosi dalam menghadapi setiap persoalan hidup, disamping dapat menghambat energi, juga kita akan menjadi seorang bijaksana yang bahagia. Emosi yang ditonjolkan tidak akan bisa memecahkan persoalan hidup. Hanya seorang yang berpikir dengan jernih, rasional, jauh dari emosi, segala persoalan akan terselesaikan dengan baik bahkan dijauhkan dari segala penderitaan dan celaka.

Kehancuran rumah tangga, perselisihan bisnis, kegagalan dalam pendidikan, dan jauhnya persahabatan semua itu bisa disebabkan oleh karena kita lebih menggunakan emosi ketimbang menggunakan akal sehat dalam menghadapi keadaan. Seperti apa yang menimpa pada keponakan saya yang bernama Kevine, gara-gara emosi, masa depannya akhirnya menjadi hancur.

 

Kevin dan Motor Itu

Kevin, berusia 17 tahun adalah seorang siswa SMU kelas 1 di Merauke-Papua. Anak yang keras kepala, emosinya tinggi serta tidak mau memperhatikan nasehat dari orang tuanya. Kevine memiliki hobby yang sangat aneh, suka memanjat ditempat ketinggian, berani ngebut dalam mengendarai sepeda motor tanpa memikirkan resiko yang bakal menimpanya.

Pada suatu hari, karena emosinya tidak stabil, Kevine mudah dipanas-panasi oleh teman temannya untuk mengendarai sepeda motor melaju dengan cepat. Oleh akrena sifat emosinya yang lebih menonjol akhirnya Kevine mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Akibatnya ia jatuh dari motornya dan harus dipindahkan dari Merauke ke Surabaya dalam perawatan intensif karena kaki dan tangannya patah serta paru-parunya mengalami pendarahan.

Di dalam ruang operasi, selama hampir tiga setengah jam dokter melakukan operasi tulang dan memasang alat pada paru-paru untuk mengeluarkan darah bekunya. Ketika Kevine sadarkan diri sehabis operasi, saya dan istri saya serta mamahnya mendekati. Apa yang dikatakan Kevine ! seorang anak yang baru saja ditolong oleh dokter dan diantar oleh mamahnya dalam pesawat carteran ! Kevine bertanya kepada mamanya tentang sepeda motor yang mencelakai itu. “Mamah, jangan dijual sepeda motor itu. Lebih baik aku mati daripada mama menjual sepeda motor itu!”

Sifat kukuh dan keras kepala Kevine serta perbuatan yang tidak berbakti semacam itu, sungguh sangat memprihatinkan. Apalagi sumpah mati! Sungguh ini adalah merupakan tindakan yang ceroboh dan bodoh. Dalam kondisi berbaring dan baru sadar dari operasi ia masih juga berkata kepada orang tua yang tidak pada tempatnya? Inilah remaja saat sekarang yang tidak menyadari pentingnya ajaran etika moral, bakti kepada orang tuanya, jauh dari sikap prihatin, bahkan tidak menjaga ucapannya yang berbahaya!

Apa yang telah dilakukan Kevine merupakan tindakan tidak berbakti sebab yang dinamakan bakti itu adalah bagaimana bisa menjaga, merawat dirinya dari perbuatan yang bisa mencelakai. Sehelai rambutpun harus dilindungi sebagai bentuk bakti anak kepada orang tua. Ucapan dan kata-kata sumpah adalah tabu untuk dikatakan. Jangan mudah berkata-kata yang negatif sebab kata-kata negative itu adalah merupakan do’a negatif kita juga. Hal ini bias berdampak sangat tidak baik bagi diri kita.

Malam itu saya memiliki firasat yang sungguh tak bisa saya ungkapkan, saya hanya menghindarkan diri dari kerumunan orang itu dan menjauhkan diri dari tempat tidur Kevine. Ada sesuatu yang salah, kataku!

Dua tahun kemudian, Kevine mengendarai sepeda motor  lagi  dengan  kecepatan  yang  sangat  tinggi.  Di persimpangan jalan tiba-tiba ada motor secara mendadak muncul, rupanya Kevine tidak bisa menghindar lagi. Kecelakan dasyat untuk kedua kalinya terjadi dan Kevine terpental hingga tiga meter dari motornya. Kepala Kevine terbentur trotoar hingga tak sadarkan diri. Darah segar keluar dari kepala, telinga dan hidung, orang berkata ia terkena gegar otak. sungguh sangat gawat!. Kevin telah terperosok ke dalam lubang dan di lubang itu lagi. Ini bukanlah suatu keteledoran, melainkan akibat dari perbuatan dan celaka yang diperbuat oleh diri Kevine sendiri.

Papanya menelpon saya dan mengatakan “Nyawa Kevine berada di ujung tanduk dan tidak bisa tertolong!“. Kecelakan kali ini sangat parah bagi Kevine. Inilah ucapan dan sumpah Kevine yang pernah diucapkan dua tahun lalu waktu dia mengalami kecelakan pertama.

Pesawat kecil dari Singapur-pun disewa dan didatangkan untuk menjemput Kevine karena peralatan dan fasilitas medis di Merauke tidak memungkinkan. Kevine di rawat di Mound Elisabert Hospital selama tiga bulan tak sadarkan diri. Sekarang Kevine selamat dari kecelakan itu, namun Kevine sudah tidak bisa bersekolah lagi, daya ingatnya telah hilang, setiap hari harus di damping oleh suster dalam aktivitasnya baik makan, mandi maupun berjalan. Hancurlah sudah masa depan Kevine, seorang

anak yang masih punya cita-cita dan harapan di masa depan. Akibat kecelakan itu, Kevine harus menanggung cacat seumur hidup. Semoga Tian Yang Maha Esa bisa mengembalikan kondisi Kevine seperti semula. Itulah do’a saya setiap ketemu Kevine.

Saya jadi teringat pada salah satu ayat yang tersurat dalam kitab Mengzi, “Bahaya yang datang oleh ujian Tian Yang Maha Esa dapat dihindari, tetapi bahaya yang dibuat diri sendiri tidak dapat dihindari, inilah yang dimaksudkan hal itu. “ (Mengzi IV A: 8/5).

Kecelakan Kevine yang dasyat itu merupakan bahaya yang datangnya dari tindakan dan perbuatan Kevine sendiri, maka itu bukan sekedar ujian dari Tian melainkan kecelakaan itu akibat dari tindakan yang ceroboh dari Kevine sendiri.

Tian Yang Maha Esa akan menguji setiap umatnya, namun ujian Tian pasti manusia bisa menjalani atau melaluinya. Sebab Tian tidak akan menguji manusia diluar batas kesanggupannya. Ujian Tian menjadikan manusia memiliki kekebalan (imunitas) yang kuat dan tahan terhadap penderitaan. Ujian Tian juga menjadikan manusia lebih tegar dan kokoh, memiliki spirit yang sangat berarti dalam kehidupannya.

Namun  demikian  bahaya  yang  dibuat  sendiri  tidak bisa dihindari adalah perbuatan yang memang sengaja diperbuat oleh manusia. Tindakan mengebut dan emosi yang dilakukan Kevine menjadikan kecelakan fatal yang tidak bisa dihindari sehingga Kevine menjadi cacat seumur hidup.

Oleh karena itu dalam hidup ini kita harus bisa menghindari perasaan emosi untuk menjauhkan diri dari celaka  dan  tindakan  yang  tidak  rasional.  Menjauhkan diri dari emosi akan menjadikan manusia selamat dalam hidupnya serta bahagia. Seorang yang mampu menghindari emosi tentunya akan bisa menahan diri dari tindakan irasional yang bisa membahayakan dirinya sendiri.

 

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:167 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:173 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:104 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:644 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

05-09-2017 Hits:598 Berita Foto

Sembahyang Leluhur: Tradisi Atau Agama?

Talkshow interaktif dengan Nara Sumber Js. Liem Liliany Lontoh; Hotel Aston ruang Asoka Lt. 2; Manado, 01 September 2017.

Read more

Anti Narkoba

28-08-2017 Hits:110 Berita Foto

Anti Narkoba

Surabaya, 28 Agustus 2017 pertemuan BNN (Badan Narkotika Nasional) di Hotel Santika Surabaya yang dihadiri oleh beberapa sukarelawan.

Read more

Pulau Nan Indah

22-08-2017 Hits:190 Berita Foto

Pulau Nan Indah

Kami mengajak para pencinta alam Indonesia untuk berkeliling ke tiga pulau di Wilayah Sumenep-Madura.

Read more

Tokoh Matakin Berpulang

08-08-2017 Hits:1145 Berita Foto

Tokoh Matakin Berpulang

Wu Hu Ai Zai, telah kembali ke Haribaan Huang Tian, Xs Hanom Pramana Buanadjaja (Phwa Tjhiang Han/Pan Chang Han 潘昌汉)...

Read more

Nganjuk Penuh Kedamaian

27-07-2017 Hits:307 Berita Foto

Nganjuk Penuh Kedamaian

Kunjungan FKUB provinsi Jatim hari kedua di FKUB Kabupaten Nganjuk. Kunjungan di Nganjuk diterima di kantor Kesbangpol. Hadir dalam pertemuan...

Read more

FKUB Jatim Turba

26-07-2017 Hits:176 Berita Foto

FKUB Jatim Turba

Rapat koordinasi dan silaturahim FKUB Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Kabupaten Mojokerto, Bupati dan para Camat, Bakesbangpol,...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 3 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com