spocjournal.com

Kesadaran Untuk Mengerti

Oleh: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

Sadar dan mengerti adalah kata yang gampang diucapkan tetapi sulit diterapkan. Kadang dalam kehidupan ini perlu memahami apa yang disukai orang lain agar kita bisa berperilaku sesuai apa yang diharapkan orang lain. Berperilaku dengan memahami orang lain adalah bagian dari pemakluman. Mengingat apa yang baik bagi Anda belum tentu baik bagi orang lain, maka berusahalah agar yang tidak baik buat Anda janganlah berikan kepada orang lain.

Itulah kata kata muntiara yang disampaikan oleh Nabi Kongzi 2.500 tahun lalu. Kita semua harus belajar untuk tidak egois dan belajar untuk tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Meskipun segala sesuatu itu baik bagi Anda dan bisa membuat Anda senang, namun hal itu belum tentu bisa membuat orang lain baik dan senang pula. Dalam kenyataan hidup bahwa seorang yang cocok dengan agama dan kepercayaan harus juga toleransi kepada orang lain dan tidak boleh mempengaruhi orang lain untuk memeluk agama dan kepercayaannya itu sesuai yang Anda miliki. Dengan tanpa memaksakan kehendak dan berbuat agar orang lain sama dengan yang Anda rasakan itulah bentuk toleransi yang sesungguhnya.

Terkecuali bila orang lain kebetulan memiliki kesukaan dan kepercayaan dengan Anda, hal tersebut tidak menjadi soal. Sebagai seorang yang memahami pergaulan dan hubungan antar personal maka kita harus memiliki sikap pemakluman.

Perbuatan pemakluman itu bila kita lakukan kepada orang tua adalah bentuk dari rasa bakti. Berbakti dalam bentuk sederhana adalah mengerti apa yang disukai orang tua dan memahami apa yang tidak disukai orang tua. Contoh konkrit adalah ketika Anda menjadi pembalap yang hebat, apakah Anda mengendarai mobil bersama orang tua seperti pembalap ? Padahal orang tua menginginkan Anda mengendarai mobil dengan irama orang tua agar mereka bisa nyaman didalam mobil. Dalam suasana liburan yang didalamnya ada anggota keluarga lain tentu orang tua berharap agar tidak mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Maka orang tua menginginkan anak-anaknya bisa memahami apa yang disukai orang tua. Caranya jangan mengendarai mobil dengan irama Anda tapi gunakan irama orang tua.Dengan cara demikian Anda telah menciptakan situasi nyaman yang akhirnya menjadikan gembira orang tua.

Namun kadang kita tidak bisa menerima perlakuan itu sehingga ketika kita mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi tentu saja orang tua kita akan menegur bahkan bisa marah. Apa selanjutnya teguran orang tua Anda tanggapi dengan kata -kata itu KUNO. Dalam kondisi semacam itulah kita dihadapkan pada kesadaran dan pengertian. Bisa juga Anda tidak bisa menerima teguran orang tua bahkan mungkin Anda semakin emosi dan tidak bisa menerima perlakuan orang tua. Anda tidak bisa lagi menerima pandangan orang tua dengan legowo .Sebaliknya Anda malah protes perlakuan orang tua dengan cara mengendarai mobil secara pelan sekali sambil menyindirnya dengan ucapkan " INILAH MENIKMATI PERJALANAN ". Protes semacam itu merupakan bentuk dari perlawanan kebalikannya.Anda telah protes dengan cara yang tidak sehat.

Andaikata kecepatan mobil Anda 100 km per jam, kemudian orang tua menegur Anda, maka secara logika Anda bisa mengurangi kecepatan hingga 80 atau 70 Km per jam. Namun bila kemudian Anda menjadikan kecepatan 40 Km per jam adalah bentuk dari ketidak sukaan Anda ditegur orang tua. Sikap dan tindakan Anda itulah yang dikatakan tidak sadar dan mengerti. Apalagi Anda meledek seolah perjalan jadi lama karena akibat teguran orang tua. Anda sengaja memperlambat perjalanan sebagai bagian protes ketidak sukaan Anda.

Banyak tindakan yang dilakukan anak muda kita yang tidak legowo dengan teguran orang tua. Teguran orang tua memang kadang membuat telinga panas, namun demikian kita lupa bahwa apa yang dilakukan orang tua agar bisa menikmati perjalanan dengan selamat disamping bisa membuat senang. Kuncinya adalah turuti saja kemauan orang tua atau Anda bisa kompromi sedikit dengan mengurangi kecepatan yang tidak ektrim .Hanya dengan demikian Anda telah membuat situasi liburan yang menyenangkan.Anda telah menjadi anak yang berbakti dalam pengertian tidak membuat masalah

Dalam kasus lain dimana ketika orang tua kita memberikan uang saku kepada anak anaknya yang kebetulan Kos diluar kota. Mereka yang kuliah pada umumnya mendapatkan uang saku dari orang tua. Suatu hari orang tua mengecek pengeluaran jajan dan makan per bulannya. Harapan orang tua bahwa jangan terlalu boros. Dalam kondisi semacam itu mengharapkan agar anaknya bisa membeli makanan dengan penghematan. Artinya bahwa makan tidak harus mahal setiap hari tapi bisa memilih menu makanan yang murah tetap bergizi.Bila teguran itu ditanggapi dengan cerdas tentunya dia akan mencari warung dan tidak mencari depot. Dengan demikian setiap bulannya tidak sampai terjadi pemborosan. Namun demikian bagi anak yang tidak cerdas atau dia tidak bisa memahami teguran orang tua bahkan bisa juga mereka menerima teguran itu dengan emosi, maka mereka mengurangi jatah makan yang seharusnya satu hari 3 x menjadi 1 atau 2 x saja. Pada saat ketemu orang tua bertemu dengan anaknya dan melihat badannya kurus tentunya bertanya kenapa kamu kurus ? Jawabnya seolah menyalahkan orang tua bahwa badannya menjadi kurus karena teguran orang tuanya. Mereka menghemat makan yang tidak rasional karena seolah menuruti orang tua. Tindakan bodoh semacam itu seperti juga apa yang dilakukan ketika orang tua menegor anaknya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.

Dua kasus diatas hendaknya generasi muda bisa berpikir secara sadar dan mengerti bahwa apa yang dilakukan sekedar sikap egoistis yang berlebihan.

Dari kasus diatas tentunya anak anak harus banyak belajar bakti kepada orang tua dengan mengurangi emosi dan belajar untuk menjadi Junzi yang sadar dan mengerti.

Sikap emosi kadang membuat orang berpikir ektrim. Agama Khonghucu mengajarkan kita untuk hidup Zhong (tengah) artinya kita tidak boleh menangapi sesuatu dengan ekstrim atau kita sengaja membuat ekstrim. Demikianlah seorang Junzi yang bakti kepada orang tua selalu berlaku bijak dan menjauhkan diri dari sikap ektrim.

Mempermainkan teguran baik orang tua dengan melakukan perlawanan balik merupakan tindakan halus yang tidak berbakti.

Buarlah suasana yang menyenangkan bagi orang tua. Sikap mengalah sedikit yang bisa membuar orang tua bahagia merupakan jiwa kesatria. Itulah Junzi yang mengerti situasi dan berpikir tidak ekstrim.

Jangan sembunyikan sikap egois Anda membara selama lamanya dalam hati, karena akan menjadi racun yang merusak jiwa.

Buatlah suasana yang menyenangkan bagi orang tua. Sikap mengalah sedikit yang bisa membuat orang tua bahagia merupakan jiwa kesatria. Itulah Junzi yang mengerti situasi dan berpikir tidak ekstrim.

 

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:453 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:944 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:135 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:257 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

16-10-2017 Hits:154 Berita Foto

Srikandi Gunung Sindur Berjoget

Kebaktian di Makin Gunung Sindur minggu 15 Oktober 2017 dipenuhi umat di berbagai daerah di sekitarnya.

Read more

Mengajar Dan Kunjungan

25-09-2017 Hits:420 Berita Foto

Mengajar Dan Kunjungan

Pada tanggal 23 September 2017 saya mengajar S2 program M.Ag di UIN Syarif Hidayahtullah Jl.Cempaka Putih Tangerang Selatan Banten.

Read more

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

11-09-2017 Hits:309 Berita Foto

Dokumen Gili Iyang Dan Gili Labak Tour

Perjalanan Tour Jalan Sehat Trawas menuju ke dua Pulau Gili Iyang dan Gili Labak.

Read more

Pertemuan Di Polda jatim

08-09-2017 Hits:241 Berita Foto

Pertemuan Di Polda jatim

Surabaya, 8 September 2017. Silaturahim Kapolda Jatim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Rangka Harkamtibmas.

Read more

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

08-09-2017 Hits:185 Berita Foto

Tenaga Pendidik Khonghucu Di Pangkal Pinang

Kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi Tenaga Pendidik Agama Khonghucu Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Puncak Lestari Pangkal Pinang mulai tgl....

Read more

Js. Maria Berpulang

07-09-2017 Hits:735 Berita Foto

Js. Maria Berpulang

Berita berpulangnya Js.Maria Engeline sangat mengejutkan bagi kita semua

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 421-430

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 72 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com