spocjournal.com

Dialog Khonghucu Di Kantor Kemenag Jatim

Dialog Kerukunan Intern Umat Agama Khonghucu diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada hari Selasa, 13 Juni 2017. Dialog dengan fokus masalah pendidikan dihadiri oleh 15 Guru agama Khonghucu MAKIN Boen Bio dan Pak Kik Bio serta pemerhati pendidikan Surabaya.

Dalam sambutan pembuka Kepala Kantor Kementerian Agama Jawa Timur Bapak Drs. H. Samsul Bahri, M.Pd.I menyampaikan bahwa perlunya hidup dengan rukun melalui senyum dan kekeluargaan.Kita semua adalah bangsa Indonesia meski kulit berbeda. Kita harus memiliki Indonesia secara bersama sama tanpa harus menonjolkan darimana kita berasal. Meski kita keturunan arab,Cina,India sekalipun tapi kita sama sama andil dan memiliki Indonesia karena kita dilahirkan dan di besarkan di tanah air Indonesia. Rasa memiliki Indonesia bagian dari kecintaan kita bersama yang harus dipelihara. Sehingga dengan demikian akan tercipta suasana damai, tentram dan bahagia.

Inti sambutan Bapak Samsul yang baru saja bertugas selama 4 bulan di Surabaya adalah perlunya membentuk kekeluargaan diantara sesama pemeluk agama agama. Beliau nampak sekali bahagia bisa membuka acara tersebut. Beliau sangat supel dan akrab dengan peserta.

Melalui dialog ini Bu Hj. Hikmah Rahman,SH sebagai Kepala Sub Bagian Hukum & Tata Usaha berharap memperoleh fakta riil di lapangan tentang kondisi penyelenggaraan pendidikan Khonghucu serta usulan-usulan yang dapat disampaikan kepada Kepala Pusat Bidang Pendidikan.....

Beliau menekankan pentingnya data peserta didik/siswa dan pendidik/guru sebagai dasar pengajuan anggaran ke pusat.

Beberapa kendala yang dihadapi pendidik Khonghucu antara lain :
1. Gelar sarjana/S1 yg berkaitan dengan persyaratan status sebagai guru tetap/bidang studi di sekolah formal.

2. Minimnya jumlah peserta didik Khonghucu di suatu sekolah yang berkaitan dengan persyaratan minimal 24 jam pelajaran.

Kedua hal tersebut yang menyebabkan pendidik Khonghucu belum mendapat tunjangan hingga sertifikasi dari Kementerian Pendidikan & Kebudayaan.

Ketua MAKIN Boen Bio Js. Handoko mengharapkan adanya kebijakan atau solusi khusus dari pemerintah untuk mengatasi hal ini.

Dq. Siok Tju mengusulkan adanya perlakuan khusus bagi guru untuk mendapatkan gelar S1. Beliau juga menyampaikan kondisi psikologi siswa minoritas dan ketidakpedulian orangtua terhadap pilihan agama yang menyebabkan siswa lebih memilih agama mayoritas.

Untuk hal tersebut, Js. Anuraga mengusulkan sosialiasi oleh Kemenag ke sekolah-sekolah tentang adanya pendidikan agama Khonghucu dan penyelenggaraan pengajaran di sekolah atau Litang/Kelenteng terdekat.

Dq. Budi Wijaya, Pengawas MAKIN Boen Bio, menjelaskan kendala-kendala yang dihadapi ketika pengajuan/sosialisasi di sekolah berbasis agama meskipun telah ada UU Sisdiknas & PP 55/2007.

Ibarat manusia, agama Khonghucu seperti bayi yang sangat memerlukan perhatian dan perawatan khusus dari orangtuanya. Demikian disampaikan oleh Dq. Wulan.

Hal gelar sarjana dan kesejahteraan pendidik menjadi catatan utama dalam dialog ini maka diperlukan solusi/kebijakan dan dukungan dari pemerintah khususnya Kementrian Agama untuk mengatasinya.

Ws. Dr. Ongky Setio Kuncono,SH,SE,MM sebagai Ketua MATAKIN Provinsi Jawa Timur mengusulkan Kemenag sebagai penyelenggara program S1 pendidik Khonghucu. Sedangkan untuk kesejahteraan disarankan pengalihan dari dana Penyuluh Agama.

 

Yang tidak kalah penting dalam pembahasan masalah pendidikan adalah usaha internal dari umat Khonghucu sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dq. Lany Guito sebagai Ketua Bidang Pendidikan MATAKIN Provinsi Jawa Timur memaparkan visi dan misi serta konsep pendidikan Khonghucu secara nasional. Hal ini berkaitan dengan tugas beliau sebagai Ketua Bidang Pendidikan Anak & Remaja MATAKIN Pusat Jakarta.

Konsep sinergi 3 lingkungan yaitu rumah, sekolah, dan Litang/Miao menjadi pilar utama dalam proses mendidik anak sejak dini untuk dapat membentuk seorang Junzi.

Junzi adalah figur ideal umat Khonghucu yang telah diejawantakan dalam tokoh kartun Zhenhui, Chunfang, Rongxin, Yongky, Melissa di buku-buku pelajaran SD sejak 2010 dan berkembang menjadi Zhenhui remaja dan dewasa. Tokoh-tokoh ini diharapkan dapat menjadi role model / figur panutan bagi anak-anak dan remaja Khonghucu Indonesia. Di tengah maraknya berbagai idola di dunia hiburan.

Dari tokoh-tokoh inilah beliau mencoba menterjemahkan & menggambarkan berbagai karakter seorang Junzi sejati.

Buku Aktivitas Sekolah Minggu (BASM) kelompok A untuk usia 1-7 tahun dan kelompok B untuk usia 8-11 tahun serta Buku Aktivitas Remaja Khonghucu (BARK) untuk usia 12-18 tahun sedang dalam proses penulisan dan persiapan cetak.

BASM & BARK dapat sebagai pedoman orangtua mendidik anak-anak di rumah. Orangtua adalah GURU UTAMA dan PERTAMA sebagai penanggung jawab pembina rohani anak & remaja.

Orangtua dapat bersinergi dengan guru di sekolah dan Litang/Miao untuk bersama-sama membangun karakter Junzi. Harapan beliau, konsep ini dapat mengembalikan agama Khonghucu sebagai dasar pendidikan di rumah. Seperti sejak jaman dahulu leluhur mempraktikkannya. Bukan saja bergantung pada guru di sekolah atau Litang/Miao

Guru-guru di sekolah maupun Litang/Miao juga memerlukan standar kompetensi yang terukur sebagai bekal untuk mengajar. Maka diperlukan berbagai pelatihan dan materi-materi pembelajaran pendukung yang sesuai dengan kondisi kekinian.

Pada sesi akhir Bu Hikmah menanyakan usulan tentang festival / kegiatan nasional yang akan diselenggarakan untuk umat Khonghucu. Seperti umat Islam menyelenggarakan MTQ.

Dq. Budi Wijaya mengusulkan festival melantunkan Dizigui/ Pedoman Budi Pekerti dan San Zi Jing/Kitab Tiga Kata yang merupakan inti ajaran Khonghucu tentang budi pekerti dan berbakti.

 

 

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Xs. Kiem Berpulang

24-01-2018 Hits:446 Berita Foto

Xs. Kiem Berpulang

Kita semua telah kehilangan tokoh wanita Khonghucu Xs. Kim Giok Nio,ibunda dari aĺmarhum Js. Maria Anggelina.

Read more

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

14-01-2018 Hits:319 Berita Foto

Ketua Matakin Babel Turba Lagi

Pengurus Matakin Prov Bangka Belitung, Dq. Tjhia Tet Hian, Dq. Suryanto Chandra, Js. Ngiat Hiung, Js. Jony Periady, dan beberapa...

Read more

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

11-01-2018 Hits:275 Berita Foto

Mengapa Ujian Rohaniwan Di Gunung Sindur ?

Dalam khotbah Dr Ws.Ongky bercerita ketika nabi Konzi di negeri Chou mengatakan tiga hal yakni 1.dipadatkan 2. dimakmurkan 3. diberi...

Read more

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

08-01-2018 Hits:483 Berita Foto

Pembukaan Tahun Persatuan di Keuskupan Agung Jakarta

Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menyelenggarakan pembukaan tahun Persatuan secara serentak diseluruh penggembalaan gereja - gereja se-Keuskupan Agung Jakarta pada hari...

Read more

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

07-01-2018 Hits:362 Berita Foto

Ujian Terbuka Calon Rohaniwan

Ujian terbuka ini sudah pernah dilakukan di Pangkal Pinang Bangka Belitung dan menghasilkan rohaniwan sebanyak 6 rohaniwan dari 14 calon...

Read more

Rohaniwan Taat Asas

07-01-2018 Hits:168 Berita Foto

Rohaniwan Taat Asas

DAK Diklat Agama Khonghucu adalah salah satu program Matakin Pusat di bawah pengawasan Kabid Agama adalah progran pendidikan dan pelatihan...

Read more

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

14-11-2017 Hits:738 Berita Foto

DAK 25 Jam Jatim, Jateng, DIY 25 - 27 Desember

DAK (Diklat Agama Khonghucu) bukan sekedar pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan rohaniwan saja

Read more

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

28-10-2017 Hits:1063 Berita Foto

Pemuda Khonghucu Dari Berbagai Daerah Ikrar Di Hari Sumpah Pemuda.

Bogor, 28 Oktober 2017, Ketua Panitia acara Js.Kuh Sambih dalam undangannya mengatakan bahwa kami pemuda Khonghucu pun harus mampu bergerak...

Read more

Gili Trawangan

25-10-2017 Hits:202 Berita Foto

Gili Trawangan

Pagi ini kami harus bangun pagi untuk menyeberang pulau kecil yakni Gili Trawangan.

Read more

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

21-10-2017 Hits:327 Berita Foto

Delapan Pesan Dari Jakarta Dalam Kongres Khonghucu Dunia

"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir pemikiran sbb :

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 451-460

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Kegiatan Apa Yang Paling Anda Senangi Ketika Di Tempat Ibadah?

Berdoa / Sembahyang - 100%
Menyanyi / Bermain Musik - 0%
Mendengarkan Kotbah - 0%
Berdiskusi - 0%
Bertemu Teman-Teman - 0%

Total votes: 8
The voting for this poll has ended on: March 9, 2014

Who's Online

We have 29 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com