spocjournal.com

Di Singapore Imlek Bukan Tradisi Tapi Lebih Bermakna Ritual

 

Singapore, 5 Pebruari 2017, Ketika kita melihat suasana Imlek di Indonesia yang memberi suasana ritual bukan sekedar tradisi, maka kita juga saksikan bagaimana masyarakat Singapore yang juga menggunakan momen Imlek sebagai sarana beribadat.

Banyak Kelenteng Kelenteng di Singapore yang dipenuhi umat dalam melakukan ibadat. Di Singapore hanya Kelenteng sajalah yang mengadakan sembahyang Imlek karena memang Imlek dirayakan oleh umat Khonghucu.Beda sekali di tanah air justru Imlek banyak diperebutkan.Hal tersebut terjadi belakangan ini dimana ada beberapa gereja yang ikut misa Imlek. Sementara di Singapore dan beberapa negara tidak kita jumpai misa Imlek. Untuk itulah kita harua meluruskan bahwa perayaan Imlek siapapun boleh ikut memperingati tapi jangan sampai agama lain ikut beribadah Imlek. Inilah yang dikatakan dengan mengaburkan dan bisa dianggap sesat. Imlek dan ketentuannya hanya tercantum dalam Kitab Khonghucu bukan di kitab-kitab agama lain, maka jelas bahwa Imlek itu hari raya umat Khonghucu. Kalau ada orang mengatakan Imlek hanya sekedar budaya maka mereka tentu tidak punya dasar hukumnya. Mereka tidak memiliki landasan dan referensinya. Mengingat bahwa budaya Tionghoa itu diwakili sebagian besar oleh Khonghucu maka lambat laun ajaran Khonghucu menjadi membudaya di kalangan orang Tionghoa. Namun kita harus mengingat banyak orang orang Tionghoa yang secara hardware nya atau fisiknya Tionghoa tapi cara berpikirnya bukan Tionghoa karena sofrware nya sudah bukan Tionghoa lagi. Budaya Tionghoa itu bukan hal yang nampak saja tetapi hal yang tidak nampak yakni etika moralnya.

Perlu kita ingat bahwa meskipun mereka bukan suku bangsa Tionghoa namun mereka mengikuti agama Khonghucu, justru mereka itulah yang secara ritual melakukan ibadat Imlek. Yang jelas ungkapan Imlek sekedar tradisi hanya muncul dekade 2 sampai 3 tahun belakangan karena ada kepentingan tertentu atau ada upaya perebutan hari raya.

Budaya Khonghucu sebagai pelanjut dari para leluhur yang menjalankan nilai nilai ritual setiap tanggal 1 dan 15 Imlek menjadikan kebiasan masyarakat Tionghoa waktu itu menjalankan ibadah secara rutin. Belakangan ini karena kondisi dan situasi banyak sebagian orang Tionghoa yang pindah agama itulah mereka sudah tidak lagi menjalankan ritual setiap menjelang Imlek. Namun ada sebagian dari mereka yang ingin tetap merayakan Imlek.Hal itu tentu tidak menjadi masalah sepanjang mereka tidak menjadikan agama barunya memasukan ibadah Imlek.Bila masih mau mengikuti sembahyang Imlek sebaiknya kembali saja menjadi umat Khonghucu ,banyak rohaniwan Khonghucu yang siap Li Yuan.

Kalau kita amati anatara 2 negara Indonesia dan Singapore tentu ada persamaan dan perbedaan. Nuansa Imlek di Bandara Internasional Soekarno-Hatta memberikan kesejukan hati. Lambang dan warna merah merupakan lambang kebahagian dan keharmonisan serta kedamaian

 

Tak bedanya dengan Nuansa Imlek di Singapore Sementara di Airport Changi Singapura nuansa Imlek nampak hiasan ayam dengan berbagai warna warni bunga yang nampak kesegaran. Kedua negara saling menghormati Imlek melalui ornamen dan hiasan hiasannya.

Kedua baik di Indonesia maupun Singapore Imlek dirayakan sebagai bentuk peribadatan melalui sembahyang syukur kehadirat Tian, Tuhan YME. Bedanya di Indonesia ada gejala peribadatan Imlek bagi agama lain tapi di Singapore peribadatan hanya dilakukan oleh masyarakat Kelenteng Khususnya Khonghucu dan Tao.

Ketiga, masyarakat Singapore yang kebanyakan adalah pendatang dengan berbagai multi kultur dan multi etis serta multi agama, tidak menunjukan kental simbolisme agama dipermukan, namun masyarakat Singapore lebih nampak cinta damai. Budaya global yang damai justru menampakkan keharmonisan. Inilah yang menimbulkan pertanyaan mengapa di Indonesia belakangan ini timbul konflik. Kita semua harus kembali pada jati diri bangsa Indonesia yakni nilai nilai Pancasila.

Jikalau kita mendepankan konflik dan menjauhkan musyawarah berarti kita kembali pada kondisi bangsa yang masih belum dewasa. Usia NKRI yang semakin bertambah harusnya diimbangi dengan kedewasaan manusia atau masyarakatnya. Kedewasan masyarakat akan tumbuh apabila para pemimpinnya mampu memberi tauladan yang baik,toleransi dan bersikap adil.

Belajar dari masyarakat Singapore yang damai maka kita perlu merenungkan kembali bahwa simbolisme agama yang muncul di permukaan akan muncul sikap inklusive yang justru menjauhi kerukunan. Untuk itulah dalam hidup bermasyarakat yang rukun damai dan sejahtera itu justru bisa muncul manakala tiap tiap anggota masyarakatnya tidak lagi membawa simbol-simbol agama, agama lebih diterapkan dalam tingkah laku yang baik sebagai aplikasi ajaran luhur dari Tuhan itu sendiri.Disitulah nilai dan mutu kehidupan agama itu dinilai.

Melalui Imlek 2568 Kongzili ini , mari kita pupuk toleransi umat beragama dan jangan ada lagi dikemudian hari ada perebutan hari raya agama terhadap agama lain, isu isu yang mempengaruhi nilai kesakralan agama untuk dijadikan sekedar tradisi .Isu dan segala penyerangan tentang Imlek mencerminkan belum adanya pemahaman akan nilai toleransi yang dijunjung oleh Pancasila.

 

Lampion lampion Imlek menghiasi kapal di Riverside   tak jauh dari Clarke Quay.

You have no rights to post comments

Berita Foto

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Perlunya Jeda

21-05-2018 Hits:87 Berita Foto

Perlunya Jeda

Pagi hari ini, kami sengaja berjalan di persawahan Ubud. Tidak sengaja kami berkenalan dengan peternak bebek yang sangat ramah.

Read more

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

12-05-2018 Hits:237 Berita Foto

Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati Hut Ke 211 Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Tanggal 08 Mei 2018 Gereja Keuskupan Agung Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 211 (08 Mei 1807 – 08...

Read more

Kebaktian Akbar Depok

30-04-2018 Hits:320 Berita Foto

Kebaktian Akbar Depok

Kebaktian spektakuler di Depok Jabar yang dihadiri 1000 umat lebih dengan pembicara Ws. Ir Budi ST, MM dan Ws. HT....

Read more

Tokyo Ke Jakarta

13-04-2018 Hits:256 Berita Foto

Tokyo Ke Jakarta

Perjalanan pulang dari airport Haneda Tokyo. Tidak terasa 1 minggu perjalanan di negara Sakura. Kenangan indah untuk dilupakan.

Read more

Menuju Ke Tokyo

12-04-2018 Hits:134 Berita Foto

Menuju Ke Tokyo

Setelah sarapan pagi di hotel Marusansou, kami menuju ke Karuizawa Factory Outlet yang merupakan factory outlet terbesar. 

Read more

Gasho Village

11-04-2018 Hits:98 Berita Foto

Gasho Village

Setelah semalam mandi onsen, tidur bisa nyenyak sekali sehingga badan menjadi segar. Pagi ini harus bangun pagi untuk siap siap...

Read more

Dari Kobe Menuju Nara

10-04-2018 Hits:118 Berita Foto

Dari Kobe Menuju Nara

Perjalanan dari Kobe munuju Nara. Ada tempat berbelanja di Naramachi. Sebelumnya rombongan menyempatkan diri ke Todaiji Temple sebuah kuil dibangun...

Read more

Negara Sakura

09-04-2018 Hits:137 Berita Foto

Negara Sakura

Tiba di Kanzai-Osaka pagi tanggal 7 April 2018. Udara waktu itu 11 derajat celcius. Sesampainya di airport langsung menuju Osaka...

Read more

Bersama Setiadi Joyosentoso

04-03-2018 Hits:553 Berita Foto

Bersama Setiadi Joyosentoso

Setiadi Joyosetoso bos PT. Surya Putra Barutama yang beralamat di jalan Kedurus 23 adalah sosok seorang bisnisman yang merangkak dari...

Read more

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

03-03-2018 Hits:265 Berita Foto

Pasar Turi Tradisionil Singkawang

Pagi ini rombongan menuju pasar tradisionil. Pasar tersebut tidak seperti pasar lainnya yang kelihatan jorok. Di dekat pasar ada bubur...

Read more

Harmoni Hidup & Keseimbangan Bisnis, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

 

Bisnis Yang Beriman & Beretika, karya dari  DR. Drs. Ongky Setio Kuncono, SH, MM, MBA

Gallery Download

Download Cahaya Setia 471-480

Silahkan Download Puisi ber-Gambar yang dapat dipakai untuk Profile Picture, Avatar, dll

Infografis & Slide

Foto Bersama di Khongcu Bio Denpasar

---------------------------

Foto Bersama Dispenkasi XXVII Bogor

 

Polling

Menurut Anda apa yang paling penting dilakukan saat Imlek ?

Bersembahyang leluhur - 0%
Menerima Angpao - 0%
Membeli baju baru - 0%
Sembahyang di Kelenteng - 0%
Berkunjung ke sanak-saudara - 0%

Total votes: 0
The voting for this poll has ended on: March 30, 2018

Who's Online

We have 68 guests and no members online

Kementrian Hukum & Hak Asasi Manusia
Hak Cipta Spoc Study Park Of Confucius No. 064687, Tanggal 25 Maret 2013

web development by harmonydesain.com